BOP Adalah

Pengertian dan Cara Menghitung BOP

Donabisnis.com – Pengertian BOP (Biaya Overhead Pabrik) dan cara menghitungnnya. BOP atau Biaya Overhead Pabrik atau biaya produksi tidak langsung adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

Biaya ini yang terjadi sangat sulit untuk secara langsung dibebankan kepada produk. Oleh karena itu, BOP yang dibebankankepada produk biasanya atas dasar tarif biaya overhead pabrik tunggal atau tarif biaya overhead pabrik departemen.

Di sini kami akan menjelaskan mengenai biaya overhead pabrik secara lengkap. Pada kesempatan ini, kami akan menjelaskan pengertian BOP adalah, manfaat, jenis, tarif, metode, contoh, dan cara menghitungnya secara lengkap. Simak di bawah ini.

Pengertian BOP

Terdapat dua pengertian BOP, yakni pengertian secara umum dan pengertian menurut pendapat para ahli. Simak selengkapnya di bawah berikut ini.

Pengertian BOP Secara Umum

Seperti dijelaskan di atas, bahwa biaya pabrik atau BOP yang lebih tinggi adalah biaya produksi, selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

Biaya-biaya ini termasuk biaya bantuan, biaya tenaga kerja tidak langsung, depresiasi aset tetap di pabrik, biaya konstruksi pabrik, biaya listrik pabrik, biaya pemeliharaan, depresiasi pabrik mesin, dll.

Pengertian BOP Menurut Pendapat Para Ahli

Adapun pendapat para ahli tentang pengetian biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut.

1. Salman

Pengertian Biaya Overhead Pabrik menurut Salman (2013:26), Biaya Overhead adalah biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik meliputi biaya bahan pembantu atau penolong, biaya penyusutan aktiva pabrik, biaya sewa gedung pabrik, dan biaya overhead lain-lain.

2. Garrison

Pengertian Biaya Overhead Pabrik menurut Garrison, dkk (2013:56), Biaya Overhead Pabrik adalah seluruh biaya manufaktur yang tidak termasuk dalam bahan langsung dan tenaga kerja langsung”

3. Halim

Pengertian Biaya Overhead Pabrik menurut Halim (2005:90), Biaya Overhead Pabrik adalah seluruh biaya produksi yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai biaya bahan baku langsung atau biaya tenaga kerja langsung.

Manfaat BOP

Semua rekaman keuangan yang dilakukan oleh perusahaan pasti akan mendapat manfaat dari dirinya sendiri, termasuk biaya umum ini. Apakah Anda tahu manfaat apa yang dapat diambil dari merekam biaya lain? Untuk menjawab pertanyaan ini, kami hanya membahas satu per satu!

1. Mengawasi Pengeluaran

Biaya overhead pabrik bermanfaat untuk mengawasi pengeluaran. Ketika mendaftar dan menghitung beban umum, akan membantu perusahaan memanatau biaya dalam bisnis secara umum. Dengan biaya ini, perusahaan bisa melihat apakah rencana pengeluarannya efisien atau tidak.

Dari sana, itu juga akan terlihat, apakah biaya yang luar biasa, ternyata jumlahnya terlalu besar jika dibandingkan dengan biaya lain. Dengan cara ini, perusahaan dapat membuat beberapa penyesuaian dan biaya yang dikeluarkan lebih terkontrol.

2. Mengetahui Rincian Alokasi Biaya

Selain itu, saat mendaftar dan menghitung biaya umum, perusahaan akan mengetahui detail masing-masing alokasi dana untuk dikeluarkan. Selain itu, ini akan membantu perusahaan membuat anggaran untuk biaya yang lebih umum. Oleh karena itu, perusahaan akan lebih terencana dan dapat menghindari biaya yang berlebihan.

3. Tentukan Harga Lebih Tepat

BOP juga bermanfaat untuk menentukan harga dengan lebih tepat. Perhitungan dengan biaya ni harus dimasukka dalam harga sehingga perusahaan dapat menghindari kerugian. Terutama bila biaya umum masih harus dikeluarkan tanpa dipengaruhi bila produksi memasuki periode subur atau tidak.

Jenis Biaya Overhead Pabrik

Dari pengertian biaya overhead pabrik adalah yang telah dijelaskan sebelumnya, biaya overhead pabrik memiliki jenis atau macam-macam. Di antaranya seabgai berikut.

Berdasarkan Sifatnya

1. Biaya Bahan Penolong

Biaya bahan penolong merupakan biaya bahan yang digunakan untuk membantu memecahkan produk yang relatif kecil, sehingga biaya ini diklasifikasikan sebagai biaya produksi tak langsung. Misalnya lem atau perekat di perusahaan percetakan, juga pernis dan kuku di perusahaan furniture.

2. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung

Biaya tenaga kerja tidak langsung adalah biaya pekerjaan yang diberikan kepada pekerja atau karyawan yang tidak secara langsung berurusan dengan proses produksi. Misalnya, gaji sutradara produksi, gaji karyawan di departemen pembersih, dan gaji untuk mandor.

3. Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Pabrik

Biaya penyusutan aktiva tetap pabrik merupakan biaya penyusutan aset yang digunakan pabrik untuk resolusi pabrik, baik langsung atau tidak langsung. Misalnya dengan penyusutan mesin pabrik, bangunan, kendaraan pabrik, dan barang inventaris lainnya.

4. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan

Biaya reparasi dan pemeliharaan adalah biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan dan pemeliharaan mesin dan juga peralatan pabrik.

5. Biaya Asuransi Pabrik

Biaya asuransi pabrik dapat dikatakan sebagai biaya yang dikeluarkan untuk membagi risiko yang bisa terjadi dalam produksi barang di pabrik. Misalnya asuransi konstruksi pabrik, tenaga kerja, dan sebagainya.

6. Biaya Jasa kepada Pihak Lain

Biaya jasa kepada pihak lain adalah biaya yang muncul atau disebabkan karena penggunaan layanan kepada pihak lain untuk menyelesaikan dan juga proses produksi lunak. Misalnya, sebagai biaya perbaikan mesin pabrik, biaya listrik, air untuk pabrik, dan masih banyak lagi.

7. Biaya Tidak Langsung Lainnya

Biaya tidak langsung lainnya berkaitan dengan proses produksi, yakni biaya yang dikeluarkan di departemen pelayanan. Seperti gaji untuk mandor cadangan, gudang bahan baku, dan pembangkit listri (diesel).

Berdasarkan Perilaku Produksi

1. BOP Variabel

BOP variabel merupakan biaya peningkatan overhead pabrik yang berkurang secara proporsional dengan perubahan volume produksi. Biaya overhead pabrik variabel ini selalu sama dan tetap, meski ada perubahan pada volume produksi. Misalnya, sebagai biaya asisten.

2. BOP Tetap

Biayanya serangkaian tatap atau sama dan dengan batas tertentu, tidak akan terpengaruh oleh perubahan volume produksi. Untuk nomor yang selalu tetap, bahkan jika itu mengubah volume produksi, biaya overhead pabrik berlawanan per unit akan selalu berubah, berbanding terbalik dengan perubahan volume produksi. Misalnya, sebagai biaya penyusutan mesin pabrik, depresiasi pabrik, dll.

3. BOP Semi Variabel

BOP semi variabel merupakan biaya kepala pabrik yang jumlahnya bisa berubah sesuai dengan penambahan jumlah produksi. Biaya overhead pabrik semi variabel mengandung elemen tetap, misalnya biaya produksi mandor, listrik, dan lainnya.

Berdasarkan Hubungan dengan Departemen

1. BOP Langsung ke Departemen

Biaya overhead pabrik langsung ke departemen terjadi di departemen dan hanya dimikmati oleh departemen tertentu saja. Misalnya, biaya overhead pabrik di Departemen Perakitan adalah biaya overhead pabrik langsung di Departemen Perakitan.

2. BOP Tidak langsung ke Departemen

Ini adalah biaya puncak pabrik, lebih dari satu departemen menikmati manfaat. Misalnya, depresiasi konstruksi pabrik yang didistribusikan ke departemen produksi.

Tarif Biaya Overhead Pabrik

Ketika menentukan jumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk perusahaan berdasarkan tingkat yang telah ditentukan pada awal. Biaya kelebihan pabrik tidak didasarkan pada biaya overhead pabrik sejati.

Penentuan tarif didasarkan pada beberapa sifat dari biaya umum pabrik. Penentuan sifat-sifat ini adalah sebagai berikut.

1. BOP Tidak Menentu

Biaya overhead pabrik tak menentu adalah biaya yang ada secara tidak menentu atau tidak didistribusikan secara merata tiap bulan. Bila didasarkan pada biaya nyata, itu akan membuat harga produksi lebih tinggi dibanding biasanya.

Harga biaya biaya overhead pabrik dan produk akan rendah ketika tidak ada biaya pabrik umum. Misalnya, sebagai biaya perbaikan mesin atau perbaikan peralatan pabrik.

2. BOP Bersifat Tetap

Jika didasarkan pada biaya aktual, itu akan menghasilkan beban biaya overhead pabrik bahwa biaya per unit akan berubah sesuai dengan perubahan volume produksi setiap periode. Kemudian, ketika volume produksi berbiaya rendah kelebihan beban, pabrik per unit akan lebih tinggi dan sebaliknya.

3. BOP Diketahui di Waktu Tertentu

BOP diketahui di waktu tertentu merupakan biaya yang jumlahnya baru diketahui ketika dibutuhkan. Perubahan biaya ini dalam produk-produk tertentu menjadikan hasil dari biaya produksi yang diselesaikan pada pertengahan bulan tak dimuat oleh sbiaya overhead pabrik yang belum diketahui, misalnya biaya listrik pabrik. Atas dasar ini, biaya overhead pabrik ditentukan berdasarkan tarif alih-alih biaya riil.

Metode Penghitungan Biaya Overhead Pabrik

Cara menghitung dan rumus dasar pembebanan biaya overhead pabrik terhadap produk dengan menggunakan

1. Satuan Produk

Satuan produk merupakan metode langsung membebankan biaya overhead pabrik kepada produk dan lebih cocok digunakan dalam perusahaan yang hanya memproduksi satu jenis produk. Beban biaya overhead pabrik untuk setiap produk dihitung dengan rumus:

Taksiran BOP = Tarif BOP per satuan/taksiran jumlah satuan produk yang dihasilkan.

Contoh :
Taksiran BOP selama satu tahun anggaran= Rp. 4.000.000
Taksiran BOP jumlah produk yang dihasilkan selama th anggaran tsb= 8.000 unit
Tarif BOP sebesar 4.000.000/8.000= Rp. 500 perunit produk

2. Biaya Bahan Baku

Makin besar biaya bahan baku yang dikeluarkan untuk mengolah produk, makin besar pula biaya overhead pabrik yang dibebankan. Metode ini terbatas penggunaannya karena adanya kemungkinan sebuah produk dibuat dari bahan baku dengan harga yang mahal, sementara produk lain dibuat dari bahan yang lebih murah. Dalam kasus seperti ini, jika pengerjaan kedua produk sama, maka produk pertama akan menerima beban biaya overhead pabrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk yang kedua.

Taksiran BOP x 100% : % BOP dari BBB yang dipakai/Taksiran BBB yang dipakai

Contoh:
Taksiran BOP selama 1 tahun anggaran= Rp.4.000.000
Taksiran BBB selama 1 tahun anggaran= Rp. 8.000.000
Tariff BOP 4.000.000 / 8.000.0000 x 100% = 50% dari BBB yang dipakai.

3. Biaya Tenaga Kerja

Biaya tenaga kerja merupakan metode yang memiliki kelemahan karena biaya overhead pabrik harus dilihat sebagai tambahan nilai produk. Jumlah biaya tenaga kerja juga langsung dianggap sebagai upah tenaga kerja dari berbagai tingkat di dalam perusahaan.

Taksiran BOP x 100% : % BOP dari BTKL/Taksiran BTKL

Contoh :
Taksiran BOP selama 1 th anggaran= Rp. 4.000.000
Taksiran BTKL selama 1 th anggaran= Rp. 10.000.000
Tariff BOP sebesar 4.000.000 / 10.000.000 x 100% =40% dari BTKL

4. Jam Tenaga Kerja Langsung

Apabila biaya overhead pabrik mempunyai hubungan erat dengan waktu untuk membuat produk, maka dasar yang dipakai untuk membebankan adalah jam tenaga kerja langsung. Tarif biaya overhead pabrik dihitung dengan rumus:

Taksiran BOP/taksiran jam tenaga kerja = Tarif BOP per jam tenaga kerja langsung

Contoh:
Taksiran BOP selama 1 tahun anggaran= Rp. 4.000.000.
Taksiran jam tenaga kerja langsung selama 1 th anggaran= 4.000 jam.
Tariff BOP sebesar= 4.000.000 / 4.000= Rp. 1.000 perjam tenaga kerja lgs

5. Jam Mesin

Ketika biaya overhead pabrik bervariasi dengan waktu penggunaan mesin maka dasar yang dipakai membebankan adalah jam mesin. Tarif biaya overhead pabrik dihitung dengan rumus:

Taksiran BOP/taksiran jam kerja mesin = tarif BOP per jam kerja mesin

Contoh:
Taksiran BOP selama 1 th anggaran= Rp. 4.000.000. Taksiran jam mesin selama th anggaran=20.000 jam mesin.
Tariff BOP sebesar= Rp. 4.000.000 / 20.000= Rp. 200 per jam mesin.

Akhir Kata

Demikian pembahasan singkat mengenai pengertian bop. Mulai dari pengertian, penjelasan, definisi, fungsi, tujuan, manfaat, metode, penerapan, contoh, metode, cara menghitung, rumus, tarif, dan lain sebagainya.

Tinggalkan komentar