Sejarah e-Commerce

Sejarah dan Pengertian e-Commerce Lengkap

Donabisnis.com – Sejarah e-Commerce di Indonesia. E-Commerce (elektronic commerce) merupakan sarana bisnis dengan menggunakan jaringan komputer. Sebenarnya, e-commerce sudah dikenal sejak tahun 70-an dan di awal tahun 80-an.

Generasi pertama dari e-commerce dilakukan hanya antara organisasi bisnis berupa traksansi jual beli yang difasilitasi menggunakan electronic data intercharge (EDI). Meski e-commerce saat ini familiar, namun mungkin masih banyak yang belum mengetahui pengertiannya.

Untuk itu pada kesempatan yang baik ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai pengertian e-commerce. Termasuk sejarah e-commerce, jenis, fungsi, manfaat, tujuan, model, ciri-ciri, indikator, klasifikasi, aplikasi, dan contohnya lengkap.

Pengertian e-Commerce

Sebelum mempelajari sejarah e-commerce, mari kita ketahui pengertiannya terlebih dahulu. Ada beberapa pengertian e-commerce, yakni secara umum dan menurut pendapat ahli. Selengkapnya bisa disimak di bawah ini.

Pengertian e-Commerce Secara Umum

Secara umum, pengertian E-commerce (perdagangan elektronik) adalah kegiatan jual beli barang/jasa atau transmisi dana/data melalui jaringan elektronik, terutama internet.

Dengan perkembangan teknologi informasi dan software, hal ini membuat transaksi konvensional menjadi mungkin untuk dilakukan secara elektronik.

Website digunakan sebagai pengganti toko offline. Website ecommerce mencakup berbagai fungsi seperti etalase produk, pemesanan online dan inventarisasi stok, untuk menjalankan fungsi utama sebagai e-commerce.

Software yang digunakan terpasang pada server e-commerce dan bekerja secara simultan dengan sistem pembayaran online untuk memproses transaksi.

Secara umum e-commerce artinya melakukan bisnis melalui jaringan yang saling terhubung (interconnected networks/internet).

Pengertian e-Commerce Menurut Para Ahli

Adapun pengertian e-commerce menurut para ahli bisa disimak pada pembahasan berikut ini.

1. Turban

Turban (2015 : 7) mengatakan E-commerce adalah suatu proses membeli, menjual, atau memperdagangkan data, barang, atau jasa dengan melalui internet.

2. David Baum

Dikutip dari Onno W Purbo dan Aang Arif Wahyudi dalam buku karya Haris Faulidi Asnawi yang berjudul “Transaksi Bisnis E-Commerce Perspektif Islam”, David Baum menjelaskan bahwa :

“E-commerce is a dynamic set of technologies, applications, and business process that link enterprises, consumers, and communities trough electronic transactions and electronic exchange of goods, services, and information.”

“Artinya: E-commerce adalah satu set dinamis teknologi aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, jasa, dan informasi yang dilakukan secara elektronik.”

3. Adi Nugroho

Adi Nugroho (2006 : 1) menjelaskan E-commerce adalah suatu konsep baru yang dapat digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa, informasi dengan melalui jaringan informasi termasuk internet.

4. Munawar

Munawar (2009 : 1) menerangkan E-commerce adalah suatu proses berbisnis dengan menggunakan teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran / penjualan barang, jasa, dan informasi secara elektronik.

5. Sulianta

Sulianta (2009 : 10) mengatakan E-commerce adalah proses pembelian produk barang atau jasa dengan melalui internet menggunakan koneksi aman dan pembayaran elektronik.

Sejarah e-Commerce

Berikut ini merupakan peristiwa pertumbuhan sejarah e-commerce yang tersedia di Dunia dan di Indonesia.

1. Sejarah e-Commerce di Dunia

Sejarah perkembangan e-commerce di dunia berawal pada tahun 1962. Kala itu peneliti asal Amerika Serikat, Joseph Carl Robenett Licklider melakukan penelitian terkait networking.

Selanjutnya, di tahun yang sama peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Lawrence G Robert juga melaksanakan penelitian tentang internet yang diciptakan dari riset pemerintah Amerika Serkat. Awalnya riset ini anya untuk kalangan teknis di instansi pemerintahan, ilmuwan, dan peneliti akademis.

Kemudian berlanjut di tahun 1970, keluarlah Electronic Fund Transfer (EFT) yang pengaplikasianya kala itu masih terbatas hanya bagi perusahaan–perusahaan yang kondang saja. Kemudian ada Electronic Data Interchange (EDI) yang menjadi berkembang dari transaksi keuangan ke pemrosesan transaksi lain dan jumlah perusahaan yang semakin bertambah.

Perkembangan teknologi yang semakin pesatnya berlanjut ke era 90-an. Pada era selanjutnya keluarlah aplikasi e-commerce dari berbagai perusahaan. Pada saat itu terjadilah komersialisasi internet dan pertumbuhan perusahaan dot–coms atau internet start–ups yang makin menjamur.

Pada awalnya, perdagangan elektronik adalah kesibukan perdagangan yang hanya memakai transaksi komersial saja. Misalnya seperti mengirimkan berbagai macam barang komersial elektronik atau digital ke konsumen..

Selanjutnya transaksi komersial di internet menjadi suatu kebiasaan bagi banyak perusahaan dengan istilah yang terkenal yaitu ‘perdagangan via web’ atau pembelian produk dengan melalui World Wide Web.

Sejarah e-commerce dimulai dengan perkembangan website, e-commerce menjadi dikenal oleh masyarakat luas tepatnya pada 1994. Kala itu banyak jurnalis yang memperkirakan e-commerce ini dapat menjadi sebuah sektor ekonomi baru.

Sejak saat itu, pada era 1998 sampai dengan 2000-an, banyak organisasi bisnis da perusahaan besar di Amerka dan Eropa yang menjadi mengembangkan website-website perdagangan.

2. Sejarah e-Commerce di Indonesia

Sementara di Indonesia, sejarah perkembangan e-commerce dimulai sejak tahun 1996, yaitu ditandai dengan berdirinya Dyviacom Intrabum atau D–net sebagai perintis dari transaksi online di Indonesia. Kala itu media transaksinya adalah mall online yang disebut bersama dengan D–mall dan sukses menampung sekitar 33 toko online. Ini cikal bakal sejarah awal mula e-commerce.

Produk yang dijualnya pun beranekaragam, menjadi dari makanan, aksesoris, pakaian, sampai dengan furniture. Selain itu tersedia juga Commerce Net Indonesia sebagai commerce layanan provider (CSP) pertama yang tersedia di Indonesia.

Commerce Net Indonesia ini menawarkan berbagai kemudahan di dalam laksanakan jual beli online di internet. Lalu Indonesia juga menjalin kerja sama dengan berbagai instansi yang memerlukan e-commerce untuk melayani konsumen, seperti PT Telkom dan juga Bank Indonesia.

Di samping itu, terdapat pula 7 website yang menjadi bagian dari Commerce Net Indonesia, seperti Plasa.com, Interactive Mall 2009, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan, Trikomsel.

Terlepas dari hal tersebut, terdapat implikasi dalam perkembangan sejarah e-commerce yang menyadari bahwa ada etika di dalam melakukan transaksi online di e-commerce. Pertama, adalah gelombang pertumbuhan dari e-commerce ini sangatlah besar di dalam beberapa tahun terakhir.

Kedua, etika di dalam e-commerce harus amat diperhatikan, melihat begitu tingginya minat banyak orang untuk menggunakannya agar bisnisnya dapat berkembang. Perkembangan e-commerce melejit begitu pesat dengan peran organisasi bisnis yang baik menjadikan e-commerce sebagai pilihan orang.

Jenis e-Commerce

Seelah mempelajari sejearah e-commerce, mari kita simak jenis, klasifikasi, macam, atau model e-commerce. Electronic commerce (e–commerce) ini terdapat sebagian jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Business to Customer (B2C) E-Commerce

B2C merupakan model e-commerce yang paling kerap dibicarakan. Usaha online model ini langsung menjangkau costumer individual. Dengan kata lain transaksi ini dilakukan antara perusahaan atau organisasi usaha langsung menjual produknya ke costumer individu.

B2C ini mencakup pembelian barang ritel, travel, konten online dan beragam model layanan lainnya. Jenis e-commerce ini tumbuh secara eksponensial sejak peristiwa tahun 1995 dan sebagai model e-commerce yang paling kerap dijumpai oleh konsumen.

Pada B2C ini transaksi disebarkan secara umum, dan costumerlah yang membawa inisiatif untuk melaksanakan transaksi. Dengan demikian, pihak perusahaan atau organisasi usaha harus siap menerima tanggapan dari costumer tersebut.

Biasanya sistem yang dipakai adalah menggunakan sistem website dan aplikasi mobile karena sistem ini biasanya digunakan dikalangan masyarakat. Berikut ini merupakan sebagian karakteristik dari business to costumer (B2C):

  • Terbuka untuk umum, informasi bakal disebarkan untuk umum dan bisa dibuka oleh siapa saja secara bebas.
  • Pelayanan yang ditawarkan membawa ciri-ciri umum. Selain itu juga karena sistem web sudah lazim dipakai oleh banyak orang.
  • Pelayanan yang ditawarkan ini berdasarkan permintaan. Perusahaan atau produsen dalam hal ini harus siap memberi tambahan untuk memenuhi keinginan konsumen.
  • Sistem pendekatan client–server kerap dilaksanakan atau digunakan di sini.

2. Business to Business (B2B) E-Commerce

B2B merupakan model e-commerce memfokuskan penjualannya ke perusahaan atau badan usaha lainnya. Dengan kata lain transaksi yang berjalan yaitu antara perusahaan atau organisasi usaha dengan perusahaan lainnya.

Proses transaksi yang berjalan di e-commerce B2B ini melibatkan perusahaan atau organisasi yang bisa bertindak sebagai penjual atau pembeli. Dalam e-commerce B2B ini terdapat dua model model usaha utama yang dipakai, yaitu sebagai berikut.

  • Net marketplace, yang meliputi e–distributor, perusahaan e–procurement, bursa, dan kosnsorsium industri.
  • Jaringan industri swasta.

3. Customer to Customer (C2C) E-Commerce

C2C adalah model e-commerce yang menyediakan media bagi costumer untuk menjajakan satu dengan yang lain, yaitu dengan memfungsikan perlindungan pembuat pasar online atau penyedia platform.

Dalam C2C ini, pihak individu menjajakan produk mereka baik barang maupun jasanya kepada individu, organisasi atau perusahaan yang membawa peran sebagai costumer lewat internet. Customer to costumer ini bisa dicontohkan seperti ketika tersedia seseorang yang melaksanakan penjualan di classified ads.

4. Mobile Commerce (M-Commerce) E-Commerce

Mobile commerce mengacu terhadap pemanfaatan perangkat mobile untuk melaksanakan transaksi online menggunakan jaringan seluler dan nirkabel untuk menghubungkan smartphone ke internet.

Sebagai perumpamaan kita bisa melhiat Amazon.com yang sudah membuat situsnya bisa dibuka di perangkat mobile.

Indikator Penggunaan E-Commerce

Apabila dikategorikan atau diklasifikasikan, indikator pemanfaatan e-commerce mampu dibagi menjadi 3 jenis aplikasi yaitu sebagai berikut.

1. Electronic Markets (EMs)

Electronic markets adalah sarana penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyajikan berbagai penawaran di dalam satu segmen pasar. Dengan demikian customer bisa melakukan perbandingan berbagai macam harga yang ditawarkan.

Definisi lain dari electronic markets adalah proses pertukaran informasi antara organisasi dan customer mengenai harga produk yang ditawarkan. Kelebihan dalam indikator penggunaan e-commerce ini bagi customer adalah lebih efisien waktu.

Sedangkan kelebihan bagi penjual adalah mampu mendistribusikan informasiproduk dan atau jasa yang ditawarkannya dengan lebih cepat dan mampu menarik costumer lebih banyak.

2. Electronic Data Interchange (EDI)

EDI adalah suatu sarana untuk memberi kemudahan untuk mencapai efisiensi pertukaran data transaksi regular yang terjadi di dalam kuantitas besar antar organisasi. Electronic Data Interchange memiliki pemakaian yang terlalu luas, kebanyakan dipakai oleh grup retail besar ketika melakukan usaha dagang dengan para supplier-nya. EDI mempunyai standarisasi pengkodean transaksi perdagangan.

Organisasi komersial pun akan mampu melakukan komunikasi secara langsung dari suatu proses komputer yang satu ke proses komputer yang lainnya. Tentu saja ini mampu dilaksanakan tanpa terdapatnya hard copy, terhindar dari penundaan dan kesalahan, memperoleh tanggapan yang cepat, dan juga pembayarannya bisa secara elektronik.

3. Internet Commerce

Internet commerce merupakan pemakai internet dengan basis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Aktivitas komersial tersebut layaknya iklan di dalam penjualan produk.

Transaksi yang mampu dilaksanakan di internet antara lain pemesanan atau pembelian produk, produk tersebut dikirim melalui jasa pengiriman dan uangnya ditransfer ke rekening penjual.

Pemakaian internet sebagai media pemasaran dan juga sebagai saluran penjualan sudah terbukti mempunyai banyak kelebihan. Biaya yang dikeluarkan tentu saja tak lebih mahal dibandingkan dengan membuat outlet retail di berbagai tempat.

Karakteristik E-Commerce

Ini berbeda dari transaksi komersial biasa secara umum, transaksi e-commerce ini memiliki karakteristik atau fitur yang sangat istimewa, yaitu sebagai berikut.

1. Transaksi Tanpa Batas

Sebelum internet, batas demografis menjadi penghalang bagi perusahaan dan individu yang ingin melakukan transaksi internasional. Sehingga hanya perusahaan dan individu yang memiliki modal besar yang dapat memasarkan produk mereka di luar negeri.

Namun, saat ini, dengan internet, pebisnis kecil dan menengah juga dapat memasarkan produk mereka di tingkat internasional. Caranya adalah dengan menggunakan situs web dan mengiklankan produknya di internet tanpa batas waktu dan tentu saja konsumen dari beberapa dunia dapat mengakses situs tersebut.

2. Transaksi Anonim

Dalam transaksi yang terjadi di internet antara penjual dan juga pembeli tidak harus berada di satu tempat yang sama. Penjual tidak memerlukan nama pembeli, selama pembayaran dilakukan telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, maka akan tetap sah.

3. Produk Digital dan Non-digital

Berbagai produk digital, seperti perangkat lunak, musik, dan produk lain yang memiliki sifat digital, dapat dengan mudah dipasarkan melalui Internet, yaitu mengunduh secara elektronik. Dalam perkembangannya, objek atau produk yang ditawarkan melalui internet juga termasuk kebutuhan produk lainnya.

4. Produk Tidak Berwujud

Banyak perusahaan bisnis atau organisasi didedikasikan untuk bidang perdagangan elektronik dengan menawarkan produk barang tidak berwujud. Misalnya, menawarkan penyimpanan data, perangkat lunak, dan beberapa ide dijual dengan Internet.

Komponen E-Commerce

Dalam perdagangan elektronik ini ada mekanisme unik dan berbeda dibandingkan dengan mekanisme yang ada dalam perdagangan tradisional.

Dalam perdagangan elektronik ini ada beberapa komponen yang terlibat, yaitu, sebagai berikut.

1. Klien

Pelanggan atau customer adalah pengguna internet yang dapat digunakan sebagai tujuan pasar potensial untuk menerima penawaran dalam bentuk produk atau informasi oleh penjual.

2. Penjual

Penjual adalah bagian yang menawarkan penawaran atau informasi produk kepada individu dan kelompok atau organisasi. Dalam hal ini, proses penjualan yang terjadi dapat dilakukan langsung dengan situs web yang dimiliki oleh penjual atau pasar.

3. Produk

Perbedaan antara perdagangan elektronik dan perdagangan tradisional ditemukan dalam produk yang dijual. Dalam perdagangan elektronik, penjual ini dapat menjual produk digital, di mana produk dapat dikirim langsung melalui internet.

4. Infrastruktur

Infrastruktur yang digunakan dalam perdagangan elektronik meliputi perangkat keras, perangkat lunak, dan sistem jaringan.

5. Front End

Front end ini adalah bagian dari website atau aplikasi yang dapat berinteraksi dengan pengguna secara langsung. Misalnya, serta portal penjualan, katalog elektronik, kereta belanja, gateway pembayaran, mesin pencari, dll.

6. Back End

Back end adalah bagian yang tidak secara langsung mendukung dukungan ke front end. Semua kegiatan yang terkait dengan cadangan barang, manajemen inventaris, proses pembayaran, produk pengemasan, dan pengiriman dimasukkan dalam back end.

7. Perantara

Perantara adalah yang ketiga yang menghubungkan atau menjembatani antara penjual dan pembeli. Perantara online memiliki peran membantu mengumpulkan pembeli dan penjual, menyediakan infrastruktur, dan membantu penjual serta pembeli menyelesaikan proses transaksi.

Apa yang bisa menjadi perantara ini bukan hanya organisasi, tetapi juga orang bisa. Contoh perantara seperti reseller dan distributor.

8. Mitra Bisnis Lainnya

Dalam hal ini, mitra bisnis komersial adalah pihak bukan perantara yang bekerja sama atau kolaborasi dengan penjual untuk menjual produk dan jasa.

9. Layanan Dukungan

Pada saat ini, ada banyak layanan dukungan di internet, berdasarkan sertifikasi dan layanan kepercayaan yang menjamin keamanan bagi penyedia pengetahuan.

10. Kebijakan Publik

Kebijakan publik dalam hal ini terkait dengan masalah hukum dan kebijakan atau peraturan lainnya, seperti perlindungan privasi dan perpajakan yang ditentukan oleh pemerintah adalah standar teknis dan kepatuhan.

Standar Teknologi E-Commerce

Berikut ini merupakan lebih dari satu standar teknologi yang digunakan di dalam e-commerce.

1. Electronic Data Interchange (EDI)

Seperti apa yang udah dijelaskan sebelumnya di dalam perkembangan e-commerce, bahwa electronic data interchange ini dibikin pada tahun 70-an dan sekarang ini dipakai oleh lebih dari 1.000 perusahaan di Amerika Seikat.

Electronic data interchange adalah suatu standar struktur dokumen dirancang dengan obyek untuk membantu organisasi besar mengirimkan informasi lewat jaringan khusus. Selain itu, pada saat ini EDI digunakan di dalam situs perusahaan.

2. Open Buying on the Internet (OBI)

OBI adalah sebuah standar yang dirancang oleh Internet Purchasing Roundtable (IPR) yang bisa beri tambahan jaminan bahwa sistem–sistem yang ada di e-commerce bisa bicara satu dengan yang lainnya.

Open buying on the internet ini dikembangkan oleh konsorsium OBI (www.openbuy.org) yang di dukung oleh bermacam perusahaan yang memimpin bidang teknologi seperti Actra, InteliSys, Microsoft, Open Market, dan Oracle.

3. Open Trading Protocol (OTP)

Open Trading Protocol (OTP) ini ditujukan untuk melaksanakan standarisasi pada bermacam kesibukan yang terkait bersama sistem pembayaran. Misalnya seperti perjanjian pembelian, resi pembelian, dan pembayaran.

OTP ini menjadi standar kompetitor dari OBI yang dirancang oleh lebih dari satu perusahaan, yaitu AT & T, Cyber Cash, Hitachi, IBM, Oracle, Sun Microsystems, dan British Telecom.

4. Open Profiling Standard (OPS)

Open Profiling Standard (OPS) adalah suatu standar yang di dukung oleh Microsoft dan Firefly. OPS membantu para pemakainya untuk memicu sebuah profil khusus dari apa yang para pengguna sukai yang bisa dibagikan bersama merchant.

Ide di balik pembuatan OPS ini adalah adanya keinginan untuk menunjang menjaga privasi pengguna tanpa wajib menutup barangkali terjadinya transaksi informasi untuk sistem pemasaran dan lain sebagainya.

5. Secure Socket Layer (SSL)

Secure Socket Layer (SSL) adalah suatu protokol yang dirancang untuk membangun sebuah saluran yang safe ke server. SSL ini mengadopsi penggunaan teknik encryption public key untuk menjaga data yang dikirimkan lewat jaringan internet.

Secure socket layer ini dirancang oleh Netscape, tapi pada selagi sekarang ini udah dipublikasikan di public domain.

6. Secure Electronic Transaction (SET)

Secure Electronic Transaction (SET) ini akan melaksanakan pengkodean nomer kartu kredit yang di simpan di server merchant. SET ini dirancang oleh Visa dan Master Card, serta didukung oleh masyarakat perbankan.

Uji coba penggunaan SET yang pertama pada e-commerce ini dilaksanakan di Asia.

7. Truste

Truste adalah sebuah kerjas ama atau partnership dari bermacam-macam perusahaan yang mencoba untuk membangun kepercayaan dari publik di dalam e-commerce.

Hal tersebut dilaksanakan dengan langkah beri tambahan cap good housekeeping yang beri tambahan approve atau persetujuan pada situs yang tidak melanggar kerahasiaan konsumen.

Fungsi e-Commerce

Ada empat fungsi e-commerce yang ditawarkan kepada pemilik bisnis sebagai berikut:

1. Sangat Mudah dan Efisien

Memilih perdagangan elektronik untuk pengusaha pemula dapat membantu Anda belajar menjual produk melalui situs web. Tidak ada kata terlambat untuk memulai penjualan digital pertama Anda. Bagaimanapun, perusahaan e-commerce akan memberikan kemudahan dan efisiensi dalam hal merawat domain, akomodasi, desain hingga konten situs web yang menarik.

2. Memiliki Berbagai Fitur Lengkap

Definisi perdagangan elektronik sebenarnya berbeda dari pasar yang memiliki penjualan terbaik dari beberapa produk. E-commerce menyediakan banyak produk oleh penjual. Namun, Anda masih dapat memaksimalkan fungsi perdagangan elektronik yang memiliki fitur penuh, seperti daftar pencarian, keranjang perbelanjaan, metode pembayaran, manajemen produk, mengobrol dengan CS, dan lainnya.

3. Memberikan Keamanan Maksimum

Platform e-commerce memiliki keamanan yang telah dijamin oleh perusahaan administrasi sehingga tidak perlu khawatir tentang risiko pemberian data pelanggan. Setidaknya, Anda dapat menjamin data dari pelanggan yang aman pada saat yang sama dengan transaksi dalam perdagangan elektronik menggunakan kartu kredit atau sistem pembayaran lainnya.

4. Memberikan Bantuan dan Dukungan

Fungsi perdagangan elektronik dapat memberikan bantuan dan dukungan melalui email, telepon, atau pesan untuk menghubungi pusat kontak ketika situs web memiliki masalah. Selama pengelolaan situs web toko online, Anda masih dapat merasa aman dan nyaman dalam kondisi apa pun sesuai dengan definisi e-commerce yang memfasilitasi transitasi penjualan dengan konsumen.

Manfaat e-Commerce

Manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan perdagangan elektronik untuk perusahaan atau penjual adalah sebagai berikut.

  • Perpanjangan pasar yang dicapai dengan pasar nasional dan internasional.
  • Hemat biaya pembuatan, pemrosesan, distribusi, penyimpanan, dan juga mencari informasi yang masih menggunakan kertas.
  • Anda dapat mempersingkat waktu antara modal pencairan dan penerimaan produk.
  • Berikan dukungan untuk berbagai upaya untuk rekayasa ulang proses bisnis.
  • Mempercepat informasi akses.

Selain bermanfaat bagi penjual, perdagangan elektronik ini juga memiliki manfaat bagi pembeli (konsumen), yaitu, sebagai berikut.

  • Konsumen dapat melakukan transaksi selama 24 jam di beberapa tempat menggunakan fasilitas internet.
  • Mampu menyediakan banyak alternatif atau opsi kepada konsumen.
  • Konsumen dapat menerima informasi yang cocok sepenuhnya dalam waktu singkat.
  • Berikan tempat bagi konsumen lain di komunitas elektronik dan dapat bertukar ide dan pengalaman dalam penggunaan produk atau transaksi.
  • Persaingan yang ketat antara penjual pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial.

Tujuan e-Commerce

Tujuan perusahaan yang menggunakan sistem e-commerce adalah dengan menggunakan perdagangan elektronik, maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif untuk meningkatkan keuntungan mereka.

Kelebihan Menggunakan e-Commerce

Perusahaan yang menggunakan e-commerce akan memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan perusahaan konvensional. Toko fisik telah mulai kedaluwarsa di era modern yang praktis. Definisi e-commerce memiliki berbagai keunggulan yang harus memperhatikan hal-hal berikut:

1. Memudahkan Pemasaran Produk

Kelebihan e-commerce terkait dengan kemudahan penjual dan pembeli online. Tidak perlu menyewa iklan offline, pemilik bisnis dapat memasarkan produk melalui cyberspace dan bahkan mengumumkan secara online dengan cara dan pendekatan yang lebih kreatif.

2. Kemudahan Pembayaran

Tidak hanya memiliki keunggulan pemasaran digital, perdagangan elektronik memiliki sistem pembayaran online yang dapat disesuaikan dengan keinginan klien. Anda tidak hanya dapat menggunakan sistem transfer, e-commerce juga memiliki kenyamanan pembayaran sistem kredit atau menggunakan dompet digital saat ini.

3. Menawarkan Kenyamanan Fitur di Situs Web

Perdagangan elektronik sebagian besar merupakan permintaan untuk pembeli milyar karena memiliki fitur yang menarik, seperti pesan obrolan dan penjual dan fitur pencarian yang hanya memerlukan kata kunci. Pembeli potensial hanya perlu menulis kata produk yang diinginkan, katalog e-commerce akan menampilkan daftar referensi pencarian. Anda ingin memilih produk dari harga yang lebih murah hingga yang paling mahal, cukup sah.

Ciri-ciri e-Commerce

Apa yang membedakan perdagangan elektronik dengan situs web lain? Yang membedakan perdagangan elektronik dengan situs web lain adalah karakteristik yang merupakan properti dan ketidaknyamanan dalam hal manajemen.
Karakteristik perdagangan elektronik adalah sebagai berikut:

  • Perdagangan elektronik memiliki transaksi tanpa batas di mana kami atau pengguna dapat mengakses 24 jam. Sebenarnya, situs web biasa juga 24 jam, hanya perdagangan elektronik yang memiliki transaksi.
  • Bisnis online atau pembelian dan penjualan online, sehingga antara penjual dan pembeli tidak perlu bertemu atau berhadapan muka. Karena ada beberapa bentuk dalam transaksi atau pembayaran, dan salah satunya adalah dalam bentuk tunai dalam transportasi (COD) melalui transfer dan pengiriman.
  • Barang-barang yang dijual atau ditawarkan tidak terbatas dan dapat berupa apa-apa dalam aturan yang berlaku untuk pembelian dan situs penjualan online.
  • Kita dapat membuat perdagangan elektronik dengan aplikasi web yang telah banyak didistribusikan secara bebas.

Aplikasi e-Commerce

Perdagangan elektronik dilakukan dengan menggunakan beberapa aplikasi, seperti email, katalog online, keranjang belanja, EDI, protokol transfer file, dan layanan web.

Semua ini termasuk transaksi komersial kepada perusahaan dan pemasaran menggunakan email dengan iklan yang tidak diinginkan (umumnya dianggap spam). Email-email ini dikirim ke konsumen dan prospek bisnis, serta mengirim buletin elektronik kepada pengguna yang telah berlangganan.

Saat ini, lebih banyak perusahaan mencoba menarik perhatian konsumen secara online menggunakan alat promosi, seperti kupon digital, pemasaran melalui jejaring sosial, dan periklanan yang diarahkan.

Banyak manfaat yang dapat diperoleh melalui perdagangan elektronik, seperti akses cepat ke transaksi, ketersediaan barang dan jasa, kemudahan mengakses konsumen, dan kemampuan mereka untuk menjangkau konsumen di tingkat internasional.

Tetapi itu tidak berarti bahwa perdagangan elektronik tidak memiliki kekurangan mereka. Misalnya, ketika membeli barang, konsumen tidak dapat melihat atau menyentuh produk langsung yang akan mereka beli. Selain itu, konsumen juga harus menunggu sedikit lebih lama untuk mendapatkan produk yang mereka beli.

Pasar yang diproduksi oleh kegiatan e-commerce terus tumbuh. Penjualan barang dan jasa online mewakili lebih dari sepertiga pertumbuhan total dalam penjualan ritel AS. UU pada tahun 2015.

Kegiatan penjualan melalui situs web di AS UU mencapai nilai $ 340,61 miliar pada 2015, jumlah ini meningkat sebesar 14,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara diproyeksikan meningkat setiap tahun, bahkan pada 2019 dapat mencapai $ 534,95 miliar.

Aktivitas e-commerce yang sedang tumbuh membutuhkan para ahli sepanjang desain infrastruktur dan pemeliharaan situs web. Selain itu, perdagangan elektronik juga mempertimbangkan beberapa aspek untuk menghadapi kebutuhan konsumen, seperti privasi data Anda. Saat mengembangkan sistem TI dan aplikasi e-commerce, tata kelola data yang terkait dengan peraturan harus dilakukan.

Akhir Kata

Sekian pembahasan mengenai e-commerce. Mulai dari sejarah, manfaat, tujuan, pengertian, jenis, model, klasifikasi, indikator, karakteristik, ciri-ciri, komponen, kelebihan, ancaman, standar teknologi, fungsi, manfaat, tujuan, hingga aplikasi e-commerce.

Tinggalkan komentar