Pengertian Manajemen Kinerja

Pengertian Manajemen Kinerja dan Tujuannya

Donabisnis.com – Pengertian manajemen kinerja. Manusia adalah sumber daya terpenting dalam sebuah instansi atau organisasi. Dalam mengoperasikan organisasi, manusia atau SDM yang berperilaku dan berpemikiran berbeda akan mengakibatkan perbedaan pula dalam kinerjanya.

Maka dari itu diperlukan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan peninjauan terhadap kinerja karyawan yang biasa disebut dengan manajemen kinerja. Manajemen kinerja ini juga kerap disebut dengan performance management.

Untuk lebih mengetahui pengertian, definisi, klasifikasi, contoh, hingga tujuan manajemen kinerja, silahkan simak pembahasan lengkapnya di bawah berikut ini. Pertama-tama, mari simak pengertian performance manajemen atau manajemen kinerja terlebih dahulu.

Pengertian Manajemen Kinerja

Apa itu manajemen kinerja? Berdasarkan pemaparannya, ada dua jenis pengertian akan hal ini, yakni menurut umum dan menurut pendapat para ahli. Keduanya bisa disimak di bawah ini.

Pengertian Manajemen Kinerja Secara Umum

Manajemen terdiri dari dua kata, yakni manajemen dan kinerja. Untuk lebih lengkapnya mengenai pengertian manajemen kinerja bisa dilihat pembahasan berikut.

1. Manajemen

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi; atas kelompok manajer yang meliputi pejabat pimpinan tertinggi beserta pembantunya yang terdekat dalam perusahaan atau organisasinya; bahan kegiatan atau penelaahan yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian arus bahan di tiap tahap yang dilaluinya mulai dari penyuplai sampai ke tempat penyimpanannya dalam bentuk barang jadi; informasi kegiatan mengumpulkan data yang diperlukan para manajer dan pengambilan keputusan secara tepat dan cepat untuk menghindari kemelesetan waktu, salah investasi, dan terlewatnya kesempatan; kelas manajemen untuk mencapai tujuan pengajaran di kelas secara efektif dan efisien; kesehatan pengelolaan kesehatan dalam masyarakat; konsultatif sistem manajemen yang menganut kebiasaan meminta pertimbangan kepada bawahan sebelum mengambil putusan; krisis usaha mengatasi kegawatan dengan cara rasional, bersistem, dan berencana; lini kelompok karyawan yang langsung bertanggung jawab atas pencapaian sasaran perusahaan; nasional manajemen yang berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri; otoriter gaya manajemen yang kekuasaan pengawasan serta pengambilan putusannya ada pada tangan satu orang atau satu kelompok kecil saja; pemasaran manajemen dengan sistem berpegang pada hakikat saling berhubungan antara semua bidang fungsional sebagai dasar pengambilan putusan di bidang pemasaran; personalia manajemen yang menyangkut pengerahan dan seleksi karyawan, uraian tugas, pendidikan, pelatihan, dan pengembangannya, hubungan majikan dengan karyawannya, dan sebagainya; produksi pengurusan aspek kegiatan mengubah bahan baku menjadi bahan jadi; proyek telaah atau kumpulan pengetahuan tentang cara-cara memanajemeni proyek; risiko upaya untuk mengurangi dampak dari unsur ketidakpastian.

2. Kinerja

Sementara itu, kinerja menurut KBBI adalah sesuatu yang dicapai; prestasi yang diperlihatkan; kemampuan kerja (tentang peralatan). Berkinerja ialah memperlihatkan prestasi; berkemampuan (dengan menggunakan tenaga).

3. Manajemen Kinerja

Dari kedua pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian manajemen kinerja adalah manajemen perusahaan yang membantu manajer atau karyawan memantau dan mengevaluasi pekeraan karyawannya.

Sasaran manajemen kinerja adalah untuk menciptakan lingkungan di mana orang bisa melakukan yang terbaik dari kemampuan mereka untuk menghasilkan pekerjaan dengan kualitas terbaik secara paling efisien dan efektif.

Pengertian Manajemen Kinerja Menurut Pendapat Ahli

Adapun pendapat para ahli mengenai pengertian dan definisi manajemen kinerja bisa dilihat pada pembahasan berikut ini.

1. Bacal

Menurut pendapat Bacal (1999), pengertian manajemen kinerja adalah komunikasi yang berkesinambungan dan dilakukan dalam kemitraan antara seorang karyawan dan atasa langsungnya. Proses ini meliputi kegiatan membangun harapan yang jelas serta pemahaman mengenai pekerjaan yang akan dilakukan.

2. Amstrong

Menurut pendapat Amstrong (2004), performance management adalah pendekatan strategis dan terpadu untuk menyampaikan sukses berkelanjutan pada organisasi dengan memperbaiki kinerja karyawan yang bekerja di dalamnya serta dengan mengembangkan kemampuan tim dan kontributor individu.

3. Castello

Menurut pendapat Castello (1994), performance management adalah dasar dan kekuatan pendorong yang berada di belakang semua keputusan organisasi, usaha kerja, dan alokasi sumber daya.

4. Schwarz

Menurut pendapat Schwarz (1999), performance management adalah gaya manajemen berdasarkan komunikasi terbuka antara manajer dan pegawai menyangkut pencapaian tujuan memberikan umpan balik dari manajer kepada karyawan dan sebaliknya, demikian pula dengan penilaian kinerja.

5. Baird

Menurut pendapat Baird (1986), definisi manajemen kinerja adalah suatu proses kerja dari sekumpulan orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dimana proses kerja ini berlangsung secara berkelanjutan dan terus-menerus.

6. Irham Fahmi

Menurut pendapat Irham Fahmi (2014:128), Manajemen Kinerja adalah suatu ilmu yang memadukan seni di dalamnya untuk menerapkan suatu konsep manajemen yang memiliki tingkat fleksibilitas yang representatif dan aspiratif guna mewujudkan visi dan misi perusahaan dengan cara mempergunakan orang yang ada di organisasi tersebut secara maksimal.

7. Dessler

Menurut pendapat Dessler (2003:322), Manajemen Kinerja adalah Proses mengonsolidasikan penetapan tujuan, penilaian, dan pengembangan kinerja ke dalam satu sistem tunggal bersama, yang bertujuan memastikan kinerja karyawan mendukung tujuan strategis perusahaan.

8. Wibowo

Menurut pendapat Wibowo (2007:9), Manajemen kinerja merupakan gaya manajemen dalam mengelola sumber daya yang berorientasi pada kinerja yang melakukan proses komunikasi secara terbuka dan berkelanjutan dengan menciptakan visi bersama dan pendekatan strategis serta terpadu sebagai kekuatan pendorong untuk mencapai tujuan organisasi.

9. Simamora

Pengertian Kinerja menurut Simamora (2004:21), Kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.

10. Payaman J. Simanjuntak

Pengertian Kinerja menurut Payaman J. Simanjuntak (2011: 107), Kinerja adalah tingkat pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus dicapai atau tugas yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu.

11. Barry Cushway

Pengertian Kinerja menurut Barry Cushway (2002:1998), Kinerja adalah menilai bagaimana seseorang telah bekerja dibandingkan dengan target yang telah ditentukan.

12. Kreitner dan Angelo Kinicki

Kreitner dan Angelo Kinicki (2014:246), Manajemen Kinerja (performance management) adalah sistem perusahaan di mana manajer mengintegrasikan aktivitas penentuan tujuan, pengawasan dan evaluasi, penyediaan umpan balik dan pelatihan, dan penghargaan karyawan secara kontinu.

Syarat Manajemen Kinerja

Ada beberapa alat dan syarat dalam menjalankan performance management. Beberapa alat tersebut seperti Manajemen Mutu ISP, MalcolmBaldridge (MBNQA), Lean Six Sigma, Balanced Scorecard (BSC), Six Sigma, dan lain-lain.

Namun apa saja alat yang digunakan, penerapan manajemen kinerja harus memenuhi syarat-syarat berikut.

  • Perusahaan atau bisnis harus memiliki strategi yang jelas dalam upaya mewujudkan tujuannya, termasuk meraih profit dan meningkatkan brand awarness.
  • Perusahaan memiliki indikator kinerja utama (key perfomance indicator) yang terukur secara kuantitatif, memiliki target yang ingin dicapai, dan jelas batas waktunya.
  • Terdapat kontrak kinerja, ukuran-ukuran kinerja tersebut dituangkan dalam bentuk kesepakatan antara bawahan dan atasan.
  • Terdapat siklus manajemen kinerja yang baku dan dipatuhi seluruh elemen perusahaan, yaitu berupa perencanaan kinerja, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi.
  • Terdapat pemberian reward dan punishment yang sifatnya membangun dan konsisten di dalam perusahaan. Ini dapat diberikan berupa intensif atau sertifikasi penghargaan.
  • Adanya dedikasi kepemimpinan yang kuat di tingkat atas (top managers) sehingga perusahaan memiliki kinerja yang tinggi demi terwujudnya tujuan perusahaan.
  • Penerapan konsep manajemen berdasarkan kompetensi, “the right man in the right place” demi mencapai kinerja perusahaan yang lebih baik. Jangan sampai salah menempatkan SDM bukan pada tempatnya.

Tujuan dan Fungsi Manajemen Kinerja

Pada dasarnya manajemen kinera memmiliki tujuan untuk organisasi dan karyawan. Untuk lebih jelasnya simak tujuan atau fungsi manajemen kinerja berikut.

1. Tujuan Strategik

Tujuan manajemen kinerja yang pertama adalah untuk mengaitkan kegiatan karyawan dan perusahaan. Pelaksanaan strategi perlu mendefinisikan hasil yang akan diperoleh, perilaku, karakteristik pegawai yang dibutuhkan untuk melaksanakan strategi, mengembangkan pengukuran dan sistem feedback terhadap kinerja pegawai.

2. Tujuan Administratif

Manajemen kinerja memiliki fungsi untuk menggunakan informasi evaluasi sebagai kepentingan keperluan administratif, penggajian, promosi, pemberhentian pegawai, dan lainnya.

3. Tujuan Pengembangan

Fungsi atau tujuan manajemen kinerja berikutnya adalah untuk mengembangkan kapasitas pegawai yang berhasil di bidang kerjanya. Selain itu juga untuk memberikan training bagi yang berkinerja tidak baik maupun penempatan yang lebih cocok.

4. Tujuan Khusus

Selain ketiga tujuan di atas, manajemen kinerja juga memiliki tujuan khusus, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Memperoleh peningkatan kinerja suistainable
  • Meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan
  • Memungkinkan individu untuk mengembangkan kemampuan
  • Meningkatkan kepuasan kerja dan mencapai potensi pribadi yang bermanfaat bagi individu dan organisasi
  • Daya dongkrak untuk perubahan yang lebih berorientasi kinerja
  • Mengembangkan hubungan yang terbuka konstruktif antara individu dan organisasi dalam dialog yang berkesinambungan
  • Menyediakan kerangka kerja bagi kesepakatan sasaran kerja
  • Memfokuskan perhatian kepada atribut dan kompetensi yang diperlukan
  • Manajer dan karyawan membuat kesepakatan tentang rencana pengembangan
  • Menyediakan kriteria untuk melakukan pengukuran kinerja, Landasan bagi pemberian imbalan, Memberdayakan karyawan, Mempertahankan karyawan yang berkualitas, Mendukung inisiatif manajemen yang berkualitas secara keseluruhan, Mendemonstrasikan bagaimana individu menghargai karyawan.

Manfaat Manajemen Kinerja

Dari tujuan yang diejalaskan di atas, manajemen kinerja memiliki manfaat untuk mengelola kinerja karyawan atau sistem dan menyelaraskan tujuan mereka memfasilitasi penyampaian yang efektif dari tujuan strategis dan operasional.

Adapun beberapa pendukung berpendapat ada kolerasi yang jelas dan langsung antara penggunaan program maupun perangkat lunak manajemen kinerja serta peningkatan hasil bisnis dan organisasi.

Kemudian di sektor publik, efek dari sistem manajemen kinerja sudah berbeda dri positif ke negatif. Hal tersebut menunjukkan perbedaan dalam karakteristik sistem manajemen kinerja dan konteks di mana mereka diimplementasikan untuk memainkan peran penting bagi keberhasilan atua kegagalan manajemen kinerja.

Sementara untuk manajemen kinerja karyawan, menggunakan perangkat lunak yang terintegrasi dibanding sistem mencatatan berbasis spreadsheet dapat memberikan laba atas investasi yang signifikan. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut.

1. Keuntungan Finansial Langsung

  • Tingkatkan penjualan
  • Mengurangi biaya dalam organisasi
  • Menghentikan pembengkakan proyek
  • Menyesuaikan organisasi tepat di belakang tujuan CEO
  • Mengurangi waktu yang diperlukan untuk membuat perubahan strategis atau operasional dengan mengkomunikasikan perubahan tersebut melalui serangkaian tujuan baru

2. Tenaga Kerja Termotivasi

  • Mengoptimalkan rencana insentif untuk tujuan tertentu agar lebih berprestasi, bukan hanya bisnis seperti biasa
  • Meningkatkan keterlibatan karyawan karena semua orang memahami bagaimana mereka berkontribusi langsung pada sasaran tingkat tinggi organisasi
  • Menciptakan transparansi dalam pencapaian tujuan
  • Keyakinan tinggi dalam proses pembayaran bonus
  • Program pengembangan profesional lebih selaras secara langsung untuk mencapai tujuan tingkat bisnis

3. Meningkatkan Kontrol Manajemen

  • Fleksibel, tanggap terhadap kebutuhan manajemen
  • Menunjukkan hubungan data
  • Membantu mengaudit atau memenuhi persyaratan legislatif
  • Menyederhanakan komunikasi perencanaan skenario tujuan strategis
  • Menyediakan dokumentasi proses yang terdokumentasi dengan baik dan dikomunikasikan

Prinsip Manajemen Kinerja

Manajemen kinerja memiliki prinsip dasar yang harus ditaati oleh perusahaan atau organisasi, antara lain sebagai berikut.

  • Mendapatkan feedback (umpan balik)
  • Terjadinya komunikasi dua arah.
  • Bersifat konstan (berkelanjutan)
  • Ada persetujuan (konsensus) dan kerja sama
  • Terdapat perumusan tujuan.
  • Terdapat rasa kasihan.
  • Dirasa seperti bermain.
  • Tanggung jawab.
  • Pemberian pelayanan.
  • Menghargai kejujuran.

Siklus Manajemen Kinerja

Dalam manajemen kinerja ada suatu siklus yang baku dan dipatuhi untuk dikerjakan bersama, antara lain sebagai berikut.

1. Perencanaan Kinerja

Dalam perencanaan kinerja, ditetapkan indikator kinerja lengkap dengan strategi dan program kerja yang dibutuhkan. Tujuan perencanaan kinerja adalah untuk mencapai kinerja yang diinginkan.

2. Pelaksanaan

Organisasi bergerak sesuai rencana yang dibuat, bila ada perubahan akibat adanya perkembangan baru maka lakukan perubahan tersebut.

3. Evaluasi

Evaluasi merupakan siklus dalam siklus manajemen kinerja untuk menganalisis apakah realiasi kinerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Semua harus serba kuantitatif.

Konsep Manajemen Kinerja

Konsep manajemen kinera adalah meningkatnya kualitas sumber daya manusia akan termanifestasikan dalam kinerja SDM ketika melaksanakan tugas dan peran yang diembannya sesuai tuntutan organisasi.

Mak dari itu upaya mengelola dan mengembangkan kinerja individu dalam organisasi menjadi hal yang penting dalam membangun dan mengembangkan kemampuan organisasi untuk bisa berperan di dalam masyarakat.

Dalam hubungan ini, manajemen kinerja jadi faktor yang sangat strategis untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kinerja individu sesuai tuntutan perubahan, baik tuntutan internal organisasi, ataupun tuntutan dari faktor eksternal.

Dari pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan konsep manajemen kinerja merupakan suatu proses yang dapat mendorong pada pengembangan kinerja baik kinerja individu, tim, maupun organisasi.

Tujuannya adalah ke arah yang lebih baik dan berkualitas, melalui komunikasi yang berkesinambungan antar pimpinan dengan pegawai sejalan dengan apa yang diharapkan oleh organisasi.

Manajemen kinerja fokus pada upaya untuk menjadikan kinerja sebagai pusat petrhatian dalam meningkatkan serta mengembangkan kinerja individu dan team agar dapat memberi kontribusi yang makin meningkat bagi organoisasi sesuai tujuan organisasi.

Dengan demikian, maka manajemen kinerja dalam suatu organisasi menempati posisi penting untuk meningkatkan kinerja organiosasi yang akan sangat menentukan bagi keberlangsungan organisasi.

Akhir Kata

Demikian pembahasan lengkap mengenai manajemen kinerja. Mulai dari pengertian menurut para ahli, secara umum, jenis, tujuan, fungsi, syarat, contoh, cara melakukan, prinsip, dan lain sebagainya lengkap.