Planning Manajemen

Pengertian Planning Manajemen dan Fungsinya

Donabisnis.com – Planning manajemen adalah. Planning manajemen adalah menetapkan atau menentukan suatu cara bertindak sebelum tindakan itu diaplikasikan atau dilaksanakan. Dengan kata lain, dalam perencanaan setiap orang diharuskan untuk berpikir terlebih dahulu.

Memikirkan sesuatu terlebih dahulu mengenai apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya, dan siapa yang melakukannya serta yang bertanggung jawab atas semua tindakan yang dilakukan tersebut.

Adapun pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan mengenai planning manajemen secara lengkap. Mulai dari pengertian, fungsi, unsur, jenis, manfaat, tujuan, contoh, dan lain sebagianya.

Pengertian Planning Manajemen

Ada beberapa pengertian planning manajemen, yakni secara umum dan menurut para ahli. Selengkapnya bisa disimak di bawah ini.

Pengertian Planning Manajemen Secara Umum

Secara umum, pengertian rencana adalah suatu sistem memilih hal-hal yang menghendaki dicapai (tujuan) di masa depan dan juga memilih beraneka tahapan yang dibutuhkan untuk mencapai obyek tersebut.

Perencanaan (planning manajemen) dapat juga didefinisikan sebagai suatu aktivitas yang terkoordinasi untuk mencapai obyek tertentu dalam kurun kala tertentu. Dengan begitu, di dalam rencana akan terkandung aktivitas pengujian sebagian arah pencapaian, mengupas ketidakpastian, mengukur kapasitas, memilih arah pencapaian, dan juga memilih langkah untuk mencapainya.

Sederhananya, rencana adalah sistem berpikir secara logis dan pengambilan ketetapan rasional sebelum jalankan suatu tindakan. Ini dapat menopang kita memproyeksikan masa depan dan memutuskan langkah untuk menghadapi situasi yang akan dihadapi di masa depan.

Perencanaan merupakan tidak benar satu fungsi berasal dari manajemen yang paling perlu di mana di dalamnya terkandung aktivitas mendefinisikan obyek organisasi, membawa dampak strategi, dan juga mengembangkan rencana kerja organisasi. Perencanaan adalah langkah awal dalam aktivitas suatu organisasi terkait dengan pencapaian obyek organisasi tersebut.

Pengertian Planning Manajemen Menurut Para Ahli

Di bawah ini ada beberapa pengertian planning manajemen menurut pendapat para ahli.

1. Steiner

“Steiner menjelaskan bahwa pengertian perencanaan adalah suatu proses memulai dengan berbagai sasaran, kebijakan, batasan strategi, dan juga rencana yang terperinci untuk mencapai nya.

Mencapai organisasi untuk menerapkan berbagai keputusan, dan termasuk tinjauan kinerja serta umpan balik terhadap pengenalan siklus perencanaan baru.”

2. Douglas

Douglas menjelaskan bahwa pengertian perencanaan adalah suatu proses yang berkelanjutan atau continue dari pengkajian, membuat tujuan dan sasaran, mengimplementasikan, serta mengevaluasi atau mengontrol nya.

3. Alder

Alder (dalam Rustiadi 2008:339) menjelaskan bahwa pengertian perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan apa yang akan dicapai di masa depan dan menetapkan semua tahapan yang diperlukan untuk mencapai nya.

4. Becker

Becker (dalam Rustiadi 2008:339) menjelaskan bahwa pengertian perencanaan adalah suatu cara yang rasional atau masuk akal untuk mempersiapkan masa yang akan datang.

5. Erly Suandy

Erly Suandy (2001:2) menjelaskan bahwa pengertian perencanaan adalah suatu proses dalam menentukan setiap tujuan organisasi dan selanjutnya menyajikan dengan jelas berbagai strategi, taktik, dan operasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dari organisasi secara menyeluruh.

Fungsi Planning Manajemen

Di bawah ini adalah beberapa fungsi dari perencanaan alias planning manajemen.

  • Suatu rencana yang baik akan bisa mendorong tercapainya obyek berasal dari organisasi. Misalnya layaknya tercapainya laba yang di inginkan atau menurunkan biaya yang dikeluarkan organisasi.
  • Untuk hadapi dan meminimalisir pengaruh yang ditimbulkan berasal dari ketidakpastian di masa yang akan datang.
  • Untuk mengaharahkan di dalam pelaksanaan beragam kesibukan supaya tertib dan tertib menuju obyek yang udah ditentukan sebelumnya.
  • Untuk memilih dan memilih prioritas berasal dari beberapa macam alternative atau pilihan yang ada.
  • Sebagai alat yang digunakan untuk jalankan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kesibukan organisasi.

Unsur Planning Manajemen

Berikut adalah unsur planning manajemen.

1. Falsafah

Falsafah adalah kepribadian, jiwa, pandangan hidup, dan dasar suatu organisasi dalam mencapai tujuan tertentu.

2. Kebijakan

Kebijakan adalah suatu pengakuan umum yang menambahkan suatu pedoman atau saluran anggapan dan tindakan dalam setiap pengambilan keputusan. Kebijaksanaan lebih cenderung terhadap pemecahan suatu permasalahan yang bakal menambahkan keleluasaan gerak dan inisiatif dengan berbagai batasan tertentu. Dengan begitu manajer bakal mampu mendelegasikan dan mengendalikan para bawahannya.

3. Tujuan (Objectives, Goals, Purpose, Target)

Tujuan adalah suatu hal yang bakal dicapai oleh organisasi. Pada kebanyakan terkandung 3 dasar tujuan berasal dari organisasi, yakni tujuan sosial, tujuan finansial, dan tujuan barang. Jika dikelompokkan menjadi 2 macam, maka terdiri berasal dari tujuan komersial dan tujuan ideal.

4. Strategi

Strategi adalah suatu konsep yang menyeluruh, yang menggabungkan seluruh aspek atau bagian organisasi dalam mencapai tujuan komprehensif dengan Mengenakan seluruh sumber kekuatan yang ada.

5. Prosedur

Prosedur adalah suatu urutan mengenai urutan tindakan yang harus dilakukan atau dilakukan sehingga mampu dilakukan secara teratur dan terkendali, tanpa harus membutuhkan suatu anggapan yang mendalam.

6. Program

Program adalah total berasal dari kebijakan, prosedur, tujuan, dan berbagai aturan yang kompleks. Terkadang suatu program dilengkapi dengan dana yang diperlukan. Program meliputi berbagai cara yang harus ditempuh, sumber kekuatan yang dipakai, dan tindakan lainnya untuk poses pelaksanaan mencapai tujuan. Suatu program utama terdiri berasal dari sebagian program turunannya atau sub program. Berbagai sub program selanjutnya diatur sementara koordinasi dan pelaksanaannya untuk menunjang program utama.

7. Aturan atau Peraturan

Aturan atau aturan adalah suatu wujud rencana yang paling sederhana. Aturan adalah suatu tindakan yang tertentu yang harus dilakukan atau dilakukan atau yang harus ditinggalkan terhadap keadaan tertentu. Aturan mampu sebagai bagian atau bukan bagian berasal dari prosedur. Misalnya layaknya aturan yang mengharuskan Mengenakan helm selama bekerja, aturan dilarang merokok dalam suatu ruangan tertentu.

8. Jadwal

Jadwal adalah daftar kala dimulainya dan selesainya suatu pekerjaan tertentu. Pada kebanyakan suatu pekerjaan bakal dipecah menjadi sebagian bagian yang lebih tertentu lagi.

9. Anggaran

Anggaran adalah keliru satu wujud berasal dari konsep kegiatan, yang dinyatakan dalam wujud angka atau kuantitatif. Anggaran juga mampu sebagai alat control dalam pelaksanaan kegiatan, tapi dalam penyusunan anggaran merupakan kesibukan berasal dari perencanaan.

Jenis Planning Manajemen

Pada kebanyakan perencanaan ini dikelompokkan menjadi 3 macam yakni sebagai berikut.

1. Perencanaan Berdasarkan Jangka Waktu

  • Perencanaan jangka panjang (short range planning), adalah suatu konsep yang dibuat dan terhitung berlaku jangka kala sepanjang kurang berasal dari 1 tahun.
  • Perencanaan jangka menengah (medium range planning), adalah suatu konsep yang dibuat dan terhitung berlaku didalam jangka kala sepanjang 5-7 tahun.
  • Perencanaan jangka panjang (long range planning), adalah suatu konsep yang dibuat dan berlaku didalam jangka kala sepanjang 10-25 tahun.

2. Perencanaan Berdasarkan area Lingkup

  • Perencanaan terintegrasi (integrated planning), adalah suatu konsep yang didalamnya menjelaskan secara menyeluruh, detail, dan sifatnya terpadu.
  • Perencanaan taktis (tactical planning), adalah suatu konsep yang didalamnya memuat uraian berkenaan beraneka kebijakan jangka pendek, dan enteng sesuai kegiatannya sepanjang tujuannya sama.
  • Perencanaan strategis (strategic planning), adalah suatu konsep yang di dalamnya memuat uraian berkenaan kebijakan jangka panjang dan kala pelaksanaan yang panjang atau lama. Pada kebanyakan perencanaan model ini benar-benar sulit untuk diubah.

3. Perencanaan Berdasarkan Tingkatan

  • Perencanaan harian (day to day planning), adalah suatu konsep yang didalamnya berisikan beraneka aktivitas harian yang sifatnya rutin.
  • Perencanaan operasional (operational planning), adalah konsep yang hanya focus kepada pedoman atau wejangan pelaksanaan beraneka macam program organisasi.
  • Perencanaan induk (master planning), adalah suatu konsep yang hanya focus kepada kebijakan organisasi yang didalamnya berisikan tujuan jangka panjang dan ruang lingkup nya luas.

Manfaat Planning Manajemen

Perencanaan bermanfaat sebagai:

  • Standar pelaksanaan dan pengawasan,
  • Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
  • Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
  • Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
  • Menunjang manajer sesuaikan diri bersama dengan pergantian lingkungan,
  • Alat memudahkan dalam berkoordinasi bersama dengan pihak terkait, dan
  • Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.

Tujuan Planning Manajemen

Tentunya semua organisasi membawa tujuan cuma saja tujuan setiap organisasi berbeda-beda dan tentunya perencanaan yang dilaksanakan berbeda-beda pula.

Namun pada biasanya tujuan perencanaan didalam suatu organisasi adalah untuk:

  • Menentukan suatu standar tertentu yang harus dipakai didalam melaksanakan semua pekerjaan supaya akan memudahkan didalam pengawasan.
  • Menghindari atau meminimalkan terjadinya tumpang tindih dan juga pemborosan didalam melaksanakan beragam pekerjaan.
  • Memberikan suatu saran kepada para administrator atau non-administrator supaya mampu bekerja cocok bersama dengan apa yang sudah direncanakan.
  • Mengantisipasi dan juga beradaptasi dari semua pergantian yang bisa saja akan terjadi.

Prinsip POAC dalam Manajemen

Secara umum, dunia manajemen memanfaatkan komitmen POAC. atau Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh organisasi dewasa ini untuk memajukan dan mengelola organisasi mereka. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai masing-masing point tsb:

1. Planning

Planning meliputi pengaturan target dan mencari cara bagaimana untuk mencapai target tersebut. Planning udah dipertimbangkan sebagai kegunaan utama manajemen dan meliputi segala suatu hal yang manajer kerjakan. Di dalam planning, manajer menyimak era depan, menjelaskan “Ini adalah apa yang inginkan kami mencapai dan bagaimana kami akan melakukannya”.

Membuat ketetapan umumnya menjadi bagian berasal dari perencanaan dikarenakan setiap pilihan dibikin berdasarkan sistem penyelesaian setiap rencana. Planning penting dikarenakan banyak berperan dalam menggerakan kegunaan manajemen yang lain. Contohnya, setiap manajer harus mengakibatkan rancangan pekerjaan yang efektif di dalam kepegawaian organisasi.

Dalam perencanaan, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART :

  • Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun area lingkupnya. Tidak terlampau melebar dan terlampau idealis.
  • Measurable artinya program kerja atau rancangan harus sanggup diukur tingkat keberhasilannya.
  • Achievable artinya sanggup dicapai. Jadi bukan anggan-angan.
  • Realistic artinya cocok bersama kapabilitas dan sumber energi yang ada. Tidak terlampau enteng dan tidak terlampau sulit. Tapi selamanya ada tantangan.
  • Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga enteng dinilai dan dievaluasi.

2. Organizing

Organizing adalah sistem dalam menegaskan keperluan manusia dan fisik setiap sumber energi ada untuk menggerakkan rancangan dan mencapai target yang terjalin bersama organisasi. Organizing termasuk meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap tugas yang spesifik, dan memilih siapa yang mempunyai hak untuk mengerjakan beberapa tugas.

Aspek utama lain berasal dari organizing adalah pengelompokan aktivitas ke departemen atau beberapa subdivisi lainnya. Misalnya kepegawaian, untuk menegaskan bahwa sumber energi manusia diperlukan untuk mencapai target organisasi. Memekerjakan orang untuk pekerjaan merupakan aktifitas kepegawaian yang khas. Kepegawaian adalah suatu aktifitas utama yang sering kadang diklasifikasikan sebagai kegunaan yang terpisah berasal dari organizing.

Agar target tercapai maka diperlukan pengorganisasian. Dalam organisasi umumnya diwujudkan dalam wujud bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan umumnya mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description).

Semakin tinggi suatu jabatan umumnya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya termasuk semakin besar penghasilannya. Dengan bagian tugas selanjutnya maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, enteng sama dijinjing. Disinilah keliru satu komitmen berasal dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas cocok bersama keahliannya masing-masing.

3. Actuating

Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang artinya sekiranya tidak diikuti bersama pelaksanaan kerja. Untuk itu maka diperlukan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber energi manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus bersamaan bersama rancangan kerja yang udah disusun. Kecuali sesungguhnya ada hal-hal spesifik agar harus ditunaikan penyesuian.

Setiap SDM harus bekerja cocok bersama tugas, kegunaan dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang udah ditetapkan.

4. Controlling

Agar pekerjaan berjalan cocok bersama visi, misi, keputusan dan program kerja maka diperlukan pengontrolan. Baik dalam wujud supervisi, pengawasan, inspeksi sampai audit. Kata-kata selanjutnya sesungguhnya mempunyai makna yang berbeda, tapi yang paling penting adalah bagaimana sejak dini sanggup diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam step perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga bersama perihal selanjutnya sanggup segera ditunaikan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian cocok bersama situasi, kondisi dan pertumbuhan zaman.

Syarat Perencanaan Berjalan dengan Baik

Ada beberapa syarat agar planning manajemen bisa berjalan dengan baik, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Dilandasi Partisipasi

Ada baiknya, kalau dalam membuat suatu konsep dilandasi dengan unsur partisipasi. Karena dengan terdapatnya suatu partisipasi berasal dari tiap tiap pihak yang tersedia di dalam organisasi, dapat diperoleh bermacam masukan yang benar-benar berfungsi dalam pembuatan konsep itu sendiri.

Dengan terdapatnya partisipasi, sebenarnya organisasi dapat meraih keuntungan double. Karena tak hanya konsep jadi lebih baik atau sempurna, terhitung dapat mengakibatkan terdapatnya suatu gairah bekerja dan juga stimulus kerja berasal dari tiap tiap karyawan.

Hal berikut timbul gara-gara para karyawan mulai diikutsertakan dalam pembuatan konsep atau mereka mulai lebih dihargai.

2. Rencana Harus Luwes atau Fleksibel

Sebetulnya, konsep yang baik adalah yang udah mendasarkan pada penelitian yang udah dikerjakan sebelumnya secara mendalam. Tentunya sesudah mempertimbangkan bermacam kemungkinan yang ada.

Tapi dalam realisasi nya, meskipun konsep udah dibuat dengan baik, kerap ditinjau kembali. Hal berikut gara-gara dalam praktiknya, kerap terlihat bermacam hal yang tidak terduga sebelumnya dan sukar untuk diperhitungkan.

Misalnya layaknya terdapatnya resesi ekonomi yang dapat berakibat pada perubahan harga barang, perubahan keputusan pemerintah, dan lain sebagainya. Oleh gara-gara itu, konsep yang dibuat haruslah bersifat fleksibel.

Artinya tiap tiap sementara dapat dievaluasi cocok dengan pertumbuhan organisasi atau keadaan dan keadaan yang berjalan pada sementara itu.

Tapi hal ini bukan berarti bahwa suatu konsep yang udah dibuat, dapat diubah seenaknya atau sesuka hati.

3. Berdasarkan Pada Alternatif

Supaya dapat memilih dan menetapkan konsep yang baik, maka sebaiknya sebelum akan membuat atau menetapkan rencana, perlu ditentukan terlebih dahulu alternative berasal dari perencanaan.

Dengan terdapatnya suatu alternative perencanaan, yakni dengan mempertimbangkan untuk dan terhitung ruginya berasal dari tiap tiap alternative, maka dapat kiranya menetapkan suatu alternative konsep yang terbaik.

4. Harus Realistis

Sama halnya dengan obyek suatu organisasi, rencana haruslah bersifat realistis. Jika konsep yang dibuat tidak realistis, kemungkinan hanya dapat terlihat baik di kertas saja, tapi dalam praktiknya tidaklah baik.

Rencana yang tidak realistis ini kemungkinan berjalan gara-gara yang membuat atau menetapkan konsep tidak menyaksikan terdapatnya kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan bermacam batasan yang dimiliki oleh organisasi.

Misalnya layaknya keterbatasan dalam bidang teknologi, keterbatasan tenaga kerja, keterbatasan dana, dan lain sebagainya.

5. Perencanaan Harus Ekonomis

Melihat berasal dari bermacam syarat yang udah disebutkan, terlebih pada keterbatasan organisasi, konsep perlu pula mempertimbangkan faktor ekonomis dalam pembuatan nya.

Jika dalam pembuatan nya tidak menyimak faktor ekonomis, maka dalam pelaksanaannya nanti dapat berjalan terdapatnya suatu pemborosan. Baik itu pemborosan tenaga kerja, waktu, dan lain sebagainya.

Tentunya hal berikut dapat berdampak pada keuntungan yang diperoleh oleh organisasi. Oleh gara-gara itu faktor ekonomis ini perlu benar-benar diperhatikan dalam membuat rencana.

Disamping beberapa syarat yang udah dijelaskan tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan perencanaan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Harus terdapatnya suatu koordinasi.
  • Harus menghindari pada under atau over planning.
  • Harus bersifat dinamis.
  • Harus dapat mendayagunakan seluruh layanan yang tersedia di dalam organisasi.
  • Harus dapat dijadikan sebagai landasan bagi tiap tiap fungsi manajemen lainnya.

Cara Menyusun Perencanaan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menyusun planning manajemen, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Merumuskan dan Menetapkan Tujuan

Penetapan obyek ini perlu didasarkan terhadap falsafah dan misi yang dimiliki oleh organisasi. Perumusan dari obyek ini terbujuk oleh beragam nilai yang diatur oleh para eksekutif dan beragam nilai atau tanggungjawab sosial terhadap selagi itu.

2. Melakukan Analisis Kesempatan

Organisasi perlu melakukan suatu analisis atau pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Lingkungan yang selalu berubah-ubah ini bakal selalu menambahkan kesempatan dan ancaman apakah bakal dimanfaatkan atau dihadapi atau dihindari.

3. Melakukan Analisis Sumber Daya

Selain faktor lingkungan yang perlu dianalisis, organisasi terhitung perlu melakukan analisis terhadap sumber daya yang dimiliki. Dari analisis selanjutnya sanggup diketahui kebolehan dan/atau kelemahan dari organisasi yang sanggup dimanfaatkan atau diatasi. Sumber daya selanjutnya sanggup berbentuk sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya layaknya fasilitas, dana, fisik dan lain sebagainya.

4. Identifikasi dan Pengembangan Alternatif

Dalam hubungannya dengan pengambilan suatu keputusan, maka langkah sesudah itu yang perlu disita adalah mengembangkan beragam alternative/pilihan dari beragam sumber daya dan data yang dimiliki oleh organisasi. Dari beragam macam alternative selanjutnya sanggup dipilih yang terbaik.

5. Implementasi Strategi

Kemudian ditunaikan suatu perincian ke di dalam bentuk beragam program dan anggaran yang lebih terperinci atau cermat agar bakal lebih ringan untuk diaplikasikan.

6. Pelaksanaan Keputusan

Rencana yang telah disusun tidak mempunyai makna kecuali tidak atau belum diaplikasikan. Kemudian pelaksanaan rencana butuh suatu pengendalian dan pengawasan, sejauh mana penerapan raih hasil layaknya yang telah ditetapkan sebelumnya.

Akhir Kata

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian planning manajemen. Mulai dari pengertian, fungsi, unsur, jenis, manfaat, tujuan, prinsip POAC, syarat, cara menyusun, dan lainnya.

Tinggalkan komentar