Pengertian Stakeholder

Pengertian dan Macam-macam Stakeholder

Donabisnis.com – Pengertian stakeholder secara umum dan menurut para ahli. Stakeholder merupakan istilah yang kerap ktia dengar, khususnya saat bicara mengenai bisnis. Namun sebenarnya apa sih definisi atau arti dari stakeholder?

Pemahaman mengenai stakeholder ini memang hal yang penting bagi semua orang yang terlibat dalam perusahaan atau bisnis. Bagi yang masih penasaran mengenai pengertian stakeholder, di kesempatan ini kami akan menjelaskannya.

Kami akan membahas mengenai pengertian, macam, jenis, tujuan, manfaat, klasifikasi, peran, arti, definisi, contoh, dan lainnya tentang stakeholder. Simak selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Stakeholder

Ada beberapa pengertian stakeholder, secara umum dan menurut pendapat para ahli. Selengkapnya bisa disimak di bawah berikut ini.

Pengertian Stakeholder Secara Umum

Pengertian Stakeholder adalah semua pihak di dalam masyarakat, baik itu individu, komunitas atau kelompok masyarakat, yang memiliki hubungan dan kepentingan terhadap sebuah organisasi/perusahaan dan isu/permasalahan yang sedang diangkat. Dalam terjemahan bahasa Indonesia, arti stakeholder adalah pemangku kepentingan atau pihak yang berkepentingan.

Stakeholder adalah bagian penting dari sebuah organisasi yang memiliki peran secara aktif maupun pasif untuk mengembangkan tujuannya. Stakeholder dapat dijumpai dimanapun, terutama dalam kegiatan bisnis sehingga setiap perusahaan tidak lepas dari keberadaan tokoh penting tersebut.

Keberadaan stakeholder dalam kegiatan bisnis akan diperlukan untuk membantu mengembangkan tujuan dari perusahaan tersebut. Namun, tidak semua stakeholder akan memberikan pengaruh positif terhadap perusahaan (baca: pengertian perusahaan).

Stakeholder dalam bisnis atau perusahaan meliputi pemegang saham, karyawan, staff, pegawai, suplier, distributor maupun konsumen. Bahkan, saingan perusahaan juga dapat disebut sebagai stakeholder karena akan mempengaruhi kestabilan perusahaan.

Pengertian Stakeholder Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian stakeholder menurut pendapat para ahli.

1. Freeman

Menurut Freeman, pengertian Stakeholders adalah suatu kelompok masyarakat ataupun individu yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pencapaian tujuan tertentu dari organisasi.

2. Biset

Menurut Biset, pengertian stakeholder adalah orang/ individu atau kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan atau perhatian pada permasalahan tertentu.

3. Wibisono

Menurut Wibisono, pengertian stakeholder adalah seseorang maupun kelompok yang punya kepentingan secara langsung/ tidak langsung bisa mempengaruhi atau dipengaruhi atas aktivitas dan eksistensi perusahaan.

4. ISO 26000 SR

Menurut ISO 26000 SR, pengertian stakeholder adalah individu atau kelompok yang memiliki kepentingan terhadap keputusan serta aktivitas organisasi.

5. AA1000 SES

Menurut AA1000 SES, definisi stakeholder adalah kelompok yang dapat mempengaruhi dan/atau terpengaruh oleh aktivitas, produk atau layanan, serta kinerja suatu organisasi.

Fungsi Stakeholder

Stakeholder memiliki fungsi secara umum antara lain sebagai berikut.

1. Membuat Keputusan

Stakeholder bisa mengadakan rapat yang menyertakan eksekutif perusahaan, seperti direktur pemegang saham, dan orang lain yang memiliki wewenang penting. Mereka memiliki hak untuk membuat keputusan atau mengusulkan ide bagi perusahaan.

Selain itu, kelompok stakeholder juga memiliki fungsi untuk berwenang menunjuk dan memecat CEO apabila benar-benar diperlukan.

2. Manajemen Langsung

Beberapa stakeholder juga terlibat langsung dalam manajemen perusahaan. Stakeholder dapat menduduki departemen-departemen tertentu dalam perusahaan, seperti HRD, R&D, dan lain-lain untuk mengatur bisnis dan menjamin kesuksesannya secara langsung.

Biasanya, bisnis swasta dan perusahaan terbuka akan menyediakan posisi bagi investor besar untuk berpartisipasi langsung dalam operasi bisnis pada level manajerial.

3. Pendukung Keuangan

Salah satu fungsi lain stakeholder adalah sebagai investor perusahaan. Maka dari itu stakeholder bisa memutuskan untuk menambah atau emngurangi investasi pada suatu perusahaan dengan menimbang kondisi finansial perusahaan tersebut.

Jadi, sebetulnya sebuah perusahaa sangat bergantung dan wajib membangun hubungan yang baik dengan para stakeholder.

4. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Perusahaan perlu menyeimbangkan hubungan antara bisnis dan stakeholder. Perusahaan harus memiliki corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan.

Tanggung jawab sosial dapat dilakukan kepada karyawan, konsumen, pemasok, pemegang saham, maupun lingkungan atau komunitas tertentu. Para stakeholder ini bisa membuat keputusan berdasarkan hasil dari strategi CSR yang dilakukan sebuah perusahaan.

Klasifikasi Stakeholder

Secara umum, Stakeholder dapat dikelompokkan berdasarkan kekuatan, posisi, dan pengaruhnya. Adapun klasifikasi stakeholder adalah sebagai berikut:

1. Stakeholder Utama (Primer)

Klasifikasi stakeholder pertama adalah stakheolder primer. Mereka berhubungan langsung dengan pembuat kebijakan, program, dan proyek. Mereka adalah penentu utama dalam pengambilan keputusan.

Beberapa contoh stakeholder primer yaitu:

  • Masyarakat dan Tokoh Masyarakat; masyarakat adalah mereka yang akan terkena dampak dan mendapat manfaat dari suatu kebijakan, proyek, dan program. Sedangkan tokoh masyarakat adalah anggota masyarakat yang dianggap dapat menjadi aspirasi masyarakat.
  • Manajer Publik; lembaga publik yang punya tanggung jawab dalam mengambil keputusan dan implementasinya.

2. Stakeholder Pendukung (Sekunder)

Stakeholder sekunder adalah pihak yang tidak berkaitan langsung terhadap suatu kebijakan, program, dan proyek. Namun stakeholder sekunder punya keprihatinan dan kepedulian sehingga ikut menyuarakan pendapat yang bisa mempengaruhi sikap stakeholder utama dan keputusan legal pemerintah.

Beberapa contoh stakeholder sekunder yaitu:

  • Lembaga pemerintah dalam wilayah tertentu namun tidak punya tanggungjawab langsung
  • Lembaga pemerintah yang berhubungan dengan permasalahan, namun tidak punya wewenang langsung dalam mengambil keputusan
  • Lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat yang bergerak di bidang yang berhubungan dengan dampak, rencana, atau manfaat yang akan muncul
  • Perguruan Tinggi, yaitu kelompok akademis yang berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan pemerintah
  • Pengusaha atau Badan Usaha (baca: pengertian badan usaha) yang berhubungan dengan permasalahan

3. Stakeholder Kunci

Selanjutnya ada stakeholder kunci yang merupakan unsur eksekutif berdasarkan levelnya (legislatif dan instansi) yang berweanng secara legal untuk mengambil keputusa. Contoh dari stakeholder kunci di daerah kabupaten adalah sebagai berikut.

  • Pemerintah Kabupaten
  • DPR Kabupaten
  • Dinas yang membawahi langsung proyek yang bersangkutan

Sedangkan pada dunia bisnis pembagian kelompok Stakeholder dapat dibagi menjadi dua, yaitu Internal Stakeholder dan External Stakeholder. Pihak-pihak yang termasuk di dalamnya dapat dilihat dalam tabel berikut:

Stakeholder InternalStakeholder Eksternal
Pemegang SahamKonsumen
Manajemen dan Top ExcecutivePenyalur
PegawaiPemasok
Keluarga PegawaiBank
Pemerintah
Pesaing
Komunitas
Pers

Peran Stakeholder

Stakeholder dalam kegiatan bisnis memiliki peran yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing, namun memiliki tujuan yang sama yaitu mengembangkan suatu perusahaan dalam kegiatan bisnis. Adapun beberapa peran stakeholder adalah sebagai berikut:

1. Pemegang Saham

Pemegang saham memiliki peran sebagai investor yang menyediakan modal untuk operasional perusahaan. Pemegang saham juga berfungsi menjadi pengawas perusahaan untuk mengamati kinerja pegawai dan kondisi finansial bisnis.

2. Pegawai

Kinerja perusahaan akan sangat bergantung pada kinerja sumber daya manusia di dalamnya. Pegawai memiliki peran yang cukup penting dalam bisnis dimana mereka merupakan orang yang berkaitan secara langsung dengan proses produksi.

Kondisi yang nyaman dan harmonis diantara para pegawai akan menghasilkan kerjasama yang baik dengan mengesampingkan kepentingan masing-masing.

3. Suplier

Suplier atau pemasok berperan menyediakan bahan baku yang akan digunakan untuk produksi. Bila terjadi keterlambatan dalam penyediaan bahan baku maka akan mengganggu jalannya proses produksi yang akan berdampak pada proses pemasaran dan distribusi.

4. Konsumen

Konsumen berperan sebagai pengguna dan pengamat hasil produk dari suatu perusahaan. Laris tidaknya barang yang dipasarkan sangat tergantung pada selera masyarakat sehingga saran konsumen sangat penting untuk kemajuan perusahaan.

5. Bank (Creditor)

Bank atau lembaga keuangan akan memberikan pinjaman kepada pengusaha. Pada umumnya kreditor atau bank memberikan pinjaman dengan syarat tertentu yang akan dikembalikan sesuai tenggat waktu yang disepakati beserta hasil yang didapat.

6. Konsumen

Perusahaan hanya bisa berjalan jika memiliki konsumen yang tertarget sebagai pengguna produk atau jasa yang dijual. Untuk mendapatkan konsumen maka perusahaan harus menyediakan produk terbaik dengan harga wajar.

7. Pesaing (Competitor)

Persaingan atau competitor tentu saja akan terjadi dalam sebuah bisnis. Pesaing bisa perusahaan yang memiliki produk atau jasa yang sama dengan perusahaan Anda. Misalnya sama-sama produk elektronik, kecantikan, dan sebagainya.

8. Pemerintah

Pihak yang memiliki wewenang dan kuasa dalam mengeluarkan perijinan usahah. Masyarakat yang masih kental dengan kegiatan KKN mungkin saja akan menggagalkan atau memudahkan rencana yang disusun oleh perusahaan.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian stakeholder yaitu orang atau kelompok yang berperan dalam maju tidaknya suatu perusahaan. Stakeholder utama yang harus diperhatikan yaitu konsumen yang berperan sebagai pengguna barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan.

Strategi Pendekatan Stakeholder

Berikut adalah tabel yang membahas mengenai strategi pendekatan stakeholder.

StakeholderStrategi
Promotor– Koordinasi dan konsultasi;
– Melibatkan promotor dalam pengambilan keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi;
– Meningkatkan motivasi dan kompetensi.
Laten– Menjaga koordinasi dan komunikasi;
– Menunjukkan upaya yang dilakukan memiliki efek positif terhadap isu yang menjadi perhatiannya.
Defender– Melaksanakan koordinasi;
– Sebagai unsur kolaborasi untuk proyek perubahan.
Apateties– Pemberitahuan adanya proyek perubahan;
– Permintaan dukungan proyek perubahan.

Contoh Stakeholder

Pelanggaran Etika Bisnis oleh PT Donabisnis

Segmentasi PT Donabisnis pun tepat dalam mengeluarkan produk biskiut coklat berlapiskan susu ini. Namun biskuit yang dikeluarkan PT Donabisnis merupakan biskuit favorit anak-anak mengandung bahan melamin. Dalam kasusnya, produk tersebut sengaja menambahkan zat melamin padahal bila dilihat dari segi kesehatan manusia, zat tersebut dapat menimbulkan kanker hati dan lambung. BPOM dan dinas kesehatan mengatakan bahwa produk tersebut mengandung melamin dan tidak layak untuk dikonsumsi karna berbahaya bagi kesehatan maka harus ditarik dari peredarannya. Pembersihan nama produk tersebut pun sebagai biskuit berbahaya cukup menguras tenaga bagi public relation PT. Donabisnis.

Akhir Kata

Demikian pembahasan mengenai stakeholder. Mulai dari pengertian, macam-macam, jenis, klasifikasi, fungsi, tujuan, manfaat, peran, straetgi, arti, definisi, contoh, dan lain sebagainya.