Persediaan Adalah

Pengertian Persediaan atau Inventory Lengkap

Donabisnis.com – Pengertian persediaan, manfaat, dan konsepnya lengkap. Persediaan disebut juga dengan inventory, merupakan salah satu bahan atau barang yang disimpan dan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu. Persediaan harus tepat, tidak boleh kurang atau lebih.

Apabila persediaan lebih (overstock), maka akibatnya akan timbul dana menganggur yang besar. Selain itu juga mengakibatkan risiko kerusakan barang yang lebih besar dan biaya penyimpanan yang tinggi.

Untuk lebih jelasnya mengenai persediaan, simak pembahasan di bawah ini. Kami akan menjelaskan tentang pengertian, konsep, fungsi, tujuan, cara menentukan stok, jenis, sistem pencatatan, metode penentuan, hingga dasar penilaian persediaan.

Pengertian Persediaan

Pengertian persediaan terbagi menjadi dua, yakni secara umum dan menurut pendapat ahli. Untuk lebih jelasnya silahkan simak pembahasan di bawah ni.

Pengertian Persediaan Secara Umum

Persediaan adalah publikasi aset yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam operasi komersial normal, atau barang yang harus digunakan atau dikonsumsi untuk barang. Dapat disimpulkan bahwa inventaris (inventaris), aset perusahaan yang menempati posisi yang agak penting di perusahaan, baik perusahaan komersial dan perusahaan industri (manufaktur), terutama perusahaan yang didedikasikan untuk konstruksi, hampir 50% Dana perusahaan akan tertanam dalam inventaris, untuk mengetahui cara membeli bahan konstruksi.

Berdasarkan makna sebelumnya, perusahaan jasa tidak memiliki inventaris, perusahaan komersial hanya memiliki persediaan barang, industri ini memiliki 3 jenis inventaris, yaitu, persediaan bahan baku, inventarisasi barang dalam proses dan inventaris Produk jadi (siap dijual). Dalam laporan keuangan, inventaris ini sangat penting karena pendapatan/pendapatan dan neraca tidak akan diorganisir tanpa mengetahui nilai inventaris. Kesalahan dalam penilaian inventaris akan segera menjadi kesalahan dalam laporan laba rugi/pendapatan.

Inventaris ini adalah bagian utama dari neraca dan biasanya merupakan estimasi yang nilainya cukup besar yang melibatkan modal kerja yang sangat besar. Tanpa tawaran barang, perusahaan akan menghadapi risiko yang pada saat yang sama tidak dapat memenuhi keinginan pelanggannya. Tentu saja, kenyataan ini dapat memiliki efek buruk di perusahaan karena perusahaan secara tidak langsung kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang harus diperoleh.

Pengertian Persediaan Menurut Para Ahli

Adapun untuk pengertian persediaan menurut pendapat para ahli bisa disimak pada pembahasan berikut ini.

1. Warren

Persediaan yaitu berbagai barang dagang yang dapat disimpan untuk kemudian dijual dalam operasi bisnis perusahaan dan dapat digunakan dalam proses produksi atau dapat digunakan untuk tujuan tertentu.

2. Ristono

Persediaan yakni beberapa barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada masa atau periode yang akan datang.

3. Kieso dkk

Persediaan ialah semua pos-pos aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan digunakan atau dikonsumsi dalam membuat barang yang akan dijual.

4. Herjanto

Persediaan merupakan suatu bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk digunakan dalam proses produksi atau perakitan, untuk dijual kembali, atau untuk suku cadang dari suatu peralatan atau mesin.

5. Alexandri

Persediaan adalah sebuah aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam proses produksi.

6. Nasution dan Prasetyawan

Persediaan sebagai idle resources atau sumber daya menganggur yang menunggu proses lebih lanjut.

7. Sofyan Assauri

Persediaan yaitu segala aktiva lancar yang meliputi barang-barang yang merupakan milik perusahaan dengan sebuah maksud supaya dijual dalam suatu periode usaha normal ataupun persediaan barang-barang yang masih dalam pekerjaan sebuah proses prosuksi maupun persediaan bahan baku yang juga menunggu penggunaannya di dalam suatu proses produksi.

8. Munandar

Persediaan yakni salah satu jenis persediaan barang-barang atau bahan-bahan yang menjadi sebuah objek usaha pokok perusahaan.

9. Prawirosentono

Persediaan ialah sebuah simpanan bahan baku dan barang setengah jadi untuk diproses menjadi barang jadi yang mempunyai nilai tambah lebih besar secara ekonomis untuk dijual ke konsumen.

10. Zaki Badridwan

Persediaan merupakan serangkaian istilah dari persediaan barang yang dipakai agar menunjukkan barang-barang yang dimiliki supaya dijual kembali atau juga digunakan untuk bisa memproduksi barang-barang yang akan dijual.

11. John J Wild dkk

Persediaan adalah salah satu barang yang dijual di dalam aktivitas operasi normal perusahaan.

12. Kusuma

Persediaan sebagai barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada periode mendatang.

13. Schroeder

Persediaan yaitu beberapa stok bahan yang digunakan untuk memudahkan produksi atau untuk memuaskan permintaan pelanggan.

14. Johns dan Harding

Persediaan yakni segala kepurusan investasi yang penting sehingga perlu kehati-hatian.

15. Rangkuti

Persediaan ialah semua aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu, atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi.

Jenis-jenis Persediaan

Barang persediaan milik perusahaan terbagi menjadi dua jenis, yakni barang dalam proses dan barang jadi. Pembahasan selengkapnya bisa dilihat di bawah berikut ini.

1. Barang dalam Proses

Barang dalam proses membutuhkan proses produksi untuk menjadi produk jadi, sehingga inventaris ini sangat dipengaruhi oleh durasi produksi yang merupakan waktu pembuatan. Sebab ketika bahan baku ada, proses produksi akan dimulai untuk menciptakan barang jadi.

Tagihan inventaris dapat ditingkatkan dengan memperpendek durasi produksi. Untuk mempersingkat waktu produksi dengan cara adalah untuk meningkatkan teknik rekayasa, sehingga proses pemrosesan dapat mempercepat. Caranya adalah membeli bahan-bahan dan tidak melakukannya sendiri.

2. Barang Jadi

Barang jadi merupakan bentuk akhir dari proses produksi, yang kemudian bisa dijual. Dalam pasokan inventaris kecil, barang sebenarnya adlaah masalah koordinasi produksi dan penjualan. Manajer keuangan bisa merangsang peningkatan penjualan dengan mengubah persyaratan kredit atau memberikan kredit risiko kecil (risiko marjinal).

Tetapi tidak masalah jika barang tersebut dicatat sebagai inventaris atau sebagai pengumpulan perdagangan, manajer keuangan harus tetap membiayainya. Bahkan, perusahaan lebih suka menjualnya (dan terdaftar sebagai komersial), karena itu akan mengarah pada realisasi tunai dan potensi keuntungan dapat menutup risiko tambahan piutang penagihan.

Perusahaan bisa menginterpretasikan deskripsi dalam proses akuntansi persediaan dan inventaris memerlukan penilanan. Pasalnya persediaan merupakan bagian dari biaya yang akan digunakan dengan pendapatan dan akan menghasilkan pendapatan dan penyajian laporan arus kas.

Dengan mengamati fitur-fitur dasar inventaris, bersama kegiatan dan tujuan perusahaan dan konsep dasar akuntansi, persediaan adalah nilai masuk. Metode ini salah dengan konsep evaluasi inventaris yang akan menjadi dasar untuk presentasi di neraca.

Penekanan pada pembahasan tujuan teori akuntansi inventaris adalah untuk menentukan pedoman alternatif untuk mengevaluasi prosedur yang dapat memberikan evaluasi yang lebih baik dan memberikan informasi yang lebih baik tentang arus kas perusahaan di masa depan. Beberapa pengukuran dasar inventaris dalam hal tingkat interpretasi dan revaluasi untuk pembuat keputusan investasi.

Klasifikasi Persediaan

Klasifikasi pasokan dapat dibagi menjadi dua, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Menurut PSAK No.14 (2007)

Istilah inventaris dalam akuntansi dimaksudkan untuk mendeklarasikan serangkaian aset berwujud yang memenuhi kriteria (PSAK: Deklarasi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia No. 14) yang menyatakan bahwa persediaan aktif:

  • Tersedia untuk dijual dalam kegiatan komersial normal.
  • Dalam proses produksi dan atau bepergian atau
  • Dalam bentuk bahan (atau peralatan) untuk digunakan dalam proses produksi.

2. Menurut Jenis Perusahaan

Persediaan barang diklasifikasikan menurut tipe perusahaan. Dalam produk perusahaan merchandise komersial adalah aset berbentuk siap jual yang paling efektif untuk operasi komerslnya.

Dengan mempertimbangkan di perusahaan manufaktur, barang inventaris bisa diklasifikasikan sebagai berikut: inventaris bahan baku, barang dalam proses, dan produk jadi. Ada beberapa klasifikasi inventaris antara perusahaan komersial dan perusahaan manufaktur, mereka disebabkan oleh fakta bahwa fungsi kedua perusahaan memang berbeda.

Fungsi perusahaan komersial adalah untuk menjual barang yang diperoleh dalam bentuk penyelesaian. Dengan kata lain, tidak ada proses pemrosesan jika ada pemrosesan, pemrosesan terbatas pada kemasan atau pemberian kontainer sehingga barang lebih menarik untuk selera konsumen. Sedangkan fungsi perusahaan manufaktur adalah memproses bahan baku dalam produk jadi.

Tujuan Persediaan

Persediaan juga memiliki tujuan di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Menghilangkan risiko keterlambatan dalam kedatangan barang.
  • Untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan.
  • Pertahankan keberlanjutan produksi atau pertahankan perusahaan non-pengalaman yang kehabisan inventaris yang menghasilkan penghentian proses produksi.
  • Menyediakan pelanggan, serta konsumen dengan ketersediaan barang yang diperlukan.

Manfaat Persediaan

Dengan adanya persediaan, perusahaan bisa mendapatkan manfaat-manfaat sebagai berikut.

  • Hilangkan risiko keterlambatan dalam kedatangan barang atau bahan yang dibutuhkan oleh Perusahaan.
  • Hilangkan risiko material yang dipesan atau tidak bagus, sehingga harus dikembalikan.
  • Mengantisipasi bahwa bahan-bahan yang diproduksi secara musiman sehingga dapat digunakan jika bahannya tidak ada di pasar.
  • Pertahankan kegiatan operasional perusahaan atau menjamin aliran produksi lunak.
  • Mencapai penggunaan mesin yang optimal.
  • Memberi pelanggan sebaik mungkin untuk keinginan klien untuk dipenuhi dengan memberikan jaminan ketersediaan barang.
  • Membuat akuisisi atau produksi tidak perlu setuju dengan penggunaan atau penjualannya.

Konsep Persediaan

Terdapat 4 konsep persediaan. Seluruh konsep beserta penjelasan lengkapnya bisa disimak di bawah ini.

1. Historical Cost

Inventaris diukur berdasarkan pembayaran yang dilakukan di masa lalu atau harus dilakukan di masa depan untuk mendapatkan barang atau jasa. Oleh karena itu, jika pembayaran dilakukan di masa depan, harga pasokan harus didiskon untuk mendapatkan biaya sekarang. Menurut konsep biaya produksi ini yang terdiri dari biaya langsung: bahan, daya langsung dan bop, sedangkan tenaga kerja yang tersedia atau idle dapat diperhitungkan sebagai COG, tergantung pada kebijakan manajemen.

Keuntungan dari konsep ini:

  • Inventarisasi bahan baku dan barang dagangan mencerminkan harga riil.
  • Dalam kondisi alasan, konsep ini adalah alternatif yang layak yaitu nilai bersih yang dapat direalisasikan sebagai alat prediksi.
  • Nilai inventaris tidak terpengaruh oleh bias kebijakan manajemen.
  • Evaluasi dengan biaya memungkinkan tanggung jawab uang tunai dan sumber lain untuk mendapatkan inventaris (bukti lintas).

Kelemahan konsep ini:

  • Untuk inventaris barang yang cepat dan agregat, nilai barang tidak dapat disesuaikan.
  • Jika ada harga yang sulit dibandingkan.
  • Jumlah elemen biaya bersama dan metode alokasi menyulitkan evaluasi persediaan.
  • Pencocokan antara laba dengan biaya masa lalu yang lalu tidak benar.

2. Current Replacement Cost

Current replacement cost merupakan konsep untuk mengurangi kelemahan biaya historis, banyak prinsip akuntansi menyarankan menggunakan metode ini untuk mengukur inventaris dengan keuntungan sebagai berikut.

  • CRC memungkinkan kebetulan antara nilai entri saat ini dengan pendapatan saat ini untuk hasil operasi saat ini.
  • CRC memungkinkan identifikasi eksploitasi laba dan kerugian.
  • CRC adalah nilai inventaris saat ini.
  • CRC memungkinkan laporan utilitas saat ini digunakan sebagai prediksi arus kas di masa depan.

3. Net Realizable Values Dikurangi Normal Markup

Dalam konsep ini, inventaris dievaluasi dengan konsep berkurangnya nilai realisasi oleh margin laba kotor normal, sehingga nilai inventaris adalah nilai akuisisi sesuai dengan konsep yang dapat dicapai.

Comwil:

Evaluasi dengan konsep comwil sebenarnya tidak konsisten, dan ini bukan penilaian inventaris dengan basis logis sesuai dengan teori akuntansi, tetapi lebih menekankan pada elemen konservatisme. Menurut konsep AICPA comwil adalah metode eklektik yang mencerminkan nilai output dalam hal-hal tertentu dan nilai entri di waktu lain. Definisi pasar di sini dapat menelan biaya dan dapat menggantikan apa yang lebih rendah, sementara sesuai dengan buletin AICPA no. 43 Selanjutnya, bahwa pasar terbatas pada nilai tertinggi (atap) dan terendah (lantai) adalah batas untuk nilai bersih yang tidak dapat dicapai, sehingga Comwil memungkinkan evaluasi yang sangat subyektif.

4. Standar Cost

Standar cost mencerminkan biaya produksi dalam harga saat ini dan kondisi teknologi serta formula yang didirikan setelah menggunakan perhitungan efisiensi standar yang diinginkan untuk menjadi biaya penggantian.

Biaya standar dapat diterima ketika disesuaikan secara teratur untuk mencerminkan kondisi saat ini, sehingga pada tanggal saldo biaya standar, itu layak sebagai perkiraan biaya berdasarkan salah satu metode evaluasi yang diakui.

Bulletin AICPA no. 43

Fungsi Persediaan

Persediaan memiliki beberapa fungsi, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Mendecouple atau memisahkan beberapa bagian dari proses produksi. Misalnya, jika penawaran perusahaan berfluktuasi, maka inventaris tambahan mungkin diperlukan untuk mengunduh proses produksi pemasok.
  • Perusahaan Mendecouple dari fluktuasi permintaan dan memberikan inventaris barang yang akan memberikan pilihan pelanggan. Jenis inventaris ini biasanya terjadi pada pedagang ritel.
  • Manfaatkan diskon untuk kuantitas, karena pembelian yang lebih besar dapat mengurangi biaya produksi atau produk pengiriman.
  • Menjaga pengaruh inflasi dan kenaikan harga.

Sistem Pencatatan Persediaan

Untuk menetapkan nilai persediaan pada akhir periode dan menetapkan biaya inventaris untuk suatu periode, sistem inventaris yang digunakan adalah:

1. Sistem Periodik

Pencatatan persediaan memiliki sistem periodik, yakni pada akhir periode dilakukan perhitungan fisik untuk menentukan jumlah persediaan akhir. Perhitungannya mencakup pengukuran dan penimbangan barang yang tersedia pada akhir periode, kemudian dikalikan dengan harga atau biaya. Perusahaan yang menerapkan sistem periodik biasanya memiliki berbagai karakteristik inventaris, tetapi nilainya relatif kecil.

Sebagai ilustrasi yakni jurnal kios di pusat kantor dan toko yang menjual berbagai jenis majalah, surat kabar, alat tulis, aksesoris untuk ponsel dan gantungan kunci. Jenis inventaris beragam, tetapi nilainya relatif kecil, sehingga tidak efisien jika Anda harus merekam setiap transaksi yang bernilai kecil, tetapi frekuensi transaksi tinggi. Namun, pada kenyataannya, pada saat ini, alasan dapat diabaikan oleh keberadaan teknologi komputer yang memfasilitasi pencatatan transaksi frekuensi tinggi, misalnya, seperti di toko ritel.

2. Sistem Permanen

Sistem permanen merupakan persediaan terus menerus dengan menerbitkan semua transaksi inventaris, baik pembelian dan penjualan. Sistem permanen kerap digunakan dalam inventaris karena bermanfaat untuk menentukan posisi inventaris pada saat yang sama sehingga perusahaan bisa menetapkan cadangan inventaris ketika mencapai jumlah tertentu. Misalnya, peralatan elektronik (mesin cuci, lemari es, microwave).

Perbedaan dalam penggunaan kedua metode ada di akun yang digunakan untuk mencatat pembelian inventaris. Dalam sistem perekaman berkala, pembelian inventaris dicatat dengan mendebit akun pembelian sehingga periode Kahir disesuaikan untuk mencatat biaya barang yang dijual dan mengecam nilai inventaris pada akhir periode.

Penentuan Kuantitas Persediaan

Untuk menentukan jumlah produk yang masih dikendalikan oleh perusahaan pada suatu waktu dapat ditentukan dalam beberapa cara, yaitu:

  • Opname: perhitungan barang di awal dan pada akhir periode yang dihitung, metode ini adalah ketentuan yang harus dilakukan oleh administrasi untuk menentukan jumlah persediaan akhir, sebagai persyaratan untuk mendapatkan pendapat yang tidak memenuhi syarat.
  • Gunakan metode perekaman abadi.
  • Gunakan metode gabungan antara metode perekaman abadi dengan stok opname.
  • Menggunakan metode evaluasi berdasarkan hubungan agregasi, yaitu metode penguatan bruto dan metode inventaris dilakukan.
  • Presentasi negara-negara pendapatan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu, konsep pendapatan (AICI) dan konsep pendapatan operasional (COCI) saat ini. Dari dua metode, metode presentasi yang berisi banyak kelemahan untuk penyajian inventaris adalah AICI, kita dapat melihat kelemahan ini.

1. Metode Periodik

Inventarisasi periodik adalah metode komponen dari biaya barang yang dijual (CGS). Perhitungan jumlah persediaan dibuat menggunakan stok gudang tergantung pada integritas data dan catatan perhitungan barang. Dengan cara ini, perhitungan pasokan yang dibebankan ke CGS kemungkinan berlebihan, karena hanya membandingkan dan menghitung jumlah barang yang dikurangi oleh inventaris akhir.

Jadi jika ada barang yang hilang, rusak, menguap, menurunnya kualitas, serta jika tidak terungkap, akan menyebabkan pernyataan hasil atau kurang informatif. Karena kerugian yang harus diperlukan sebagai hilangnya barang luar biasa, ketika menghitung aksi saham secara teratur itu tidak cukup sebagai dasar untuk membuat keputusan manajemen dengan cepat.

2. Metode Permanen

Dalam metode permanen ada kelemahan untuk menentukan nilai dan jumlah barang, karena dengan metode pencatatan terus-menerus berarti saldo persediaan dapat diketahui kapan saja, tetapi perlu untuk memperhitungkan jumlah produk tersebut cukup menghitung jumlah produk Tergantung pada catatan, itu akan menghasilkan nilai inventaris dari overesting, karena inventaris yang rusak, dan sebagainya. Oleh karena itu, yang paling tepat untuk menentukan jumlah inventaris adalah dengan menggunakan metode gabungan antara metode abadi dengan stok opname.

3. Metode Agregatif

Metode agregarif memiliki kesulitan sama seperti pada metode permanen. Dalam metode ini juga lebih tepat digunakan untuk menentukan jumlah dan nilai inventaris yang bergabung dengan stok opname.

Metode Penentuan Nilai Persediaan

Metode yang dapat kita gunakan. ES: 1. Metode FIFO 2. Metode LIFO 3. Metode Metodo Metode 4. Metode Identifikasi Khusus.

1. Metode FIFO

Dalam metode ini, pertama kali dianggap bahwa barang pertama dijual terlebih dahulu. Oleh karena itu, harga produk yang tersisa dalam inventaris kami adalah barang terbaru yang dibeli oleh pelanggan.

2. Metode LIFO

Metode ini adalah kebalikan dari metode pertama yang disebutkan di atas. Jadi pertama kali Anda menjual Justu adalah barang itu untuk yang terakhir kalinya. Dan item yang masih ada dalam inventaris kami adalah elemen yang dibeli untuk pertama kalinya.

3. Metode Rata-rata

Nilai inventarisasi produk dalam unit bisnis kami dihitung berdasarkan harga pembelian rata-rata. Dalam metode ini ada dua perhitungan yang berbeda.

  • Rata-rata tunggal, nilai rata-rata ditentukan oleh harga pembelian rata-rata barang di seluruh dunia.
  • Rata-rata tertimbang, rata-rata nalial per unit.

4. Metode Identifikasi Khusus

Dalam metode ini, elemen evaluasi sesuai dengan nilai masing-masing jenis produk. Oleh karena itu, dalam metode ini, setiap item harus jelas di mana asal dan harga diperoleh saat pembelian barang.

Dasar Penilaian Persediaan

Dasar penilaian persediaan terbagi menjadi dua, yakni output values dan input values. Berikut penjelasannya.

1. Output Values

Persediaan merupakan komponen yang timbul di berbagai tingkatan sistem produksi, umumnya memerlukan kegiatan ekonomis yang lumayan besar, maka dari itu dibutuhkan metode input values lebih tepat. Tetapi dalam kondisi pemilihan crucial event, yaitu memilih terhadap pas persediaan diserahkan kepada langganan (penentuan nilai jual), maka lebih tepat kecuali digunakan metode output values, dikarenakan perhitungkan nilai current persediaan kecuali dijual terhadap pas itu.

Untuk konsep output values ini tersedia 3 (tiga) konsep yang sanggup digunakan yaitu:

Konsep Discounted Money Receipt

Konsep ini mengutamakan persediaan yang sanggup dinilai dengan mendiskontokan arus kas dikemudian hari, dengan syarat sebagai berikut.

  • Nilai atau tingkat harga stabil dan tersedia kepastian yang tinggi.
  • Timing penerimaan kas yang diharapkan lumayan memberi tambahan kepastian.
Current Selling Price

Konsep ini mengutamakan nilai persediaan berdasarkan harga jual (pasar) supaya dibutuhkan harga yang fixed, dengan syarat sebagai berikut.

  • Adanya suatu pasar yang terpecahkan dengan harga yang stabil–tetap.
  • Tidak tersedia komponen biaya tambahan yang besar (material), jikalau biaya bunga atau diskonto dalam penerimaan hasil penjualan.
Net Realizable Values

Pada konsep net realizable values, perhitungan biaya yang dimbul dari penjualan seperti potongan harga penjualan wajib diperhitungkan dalam nilai penjualan bersih (Net Realizable Values). Maka konsep ini merupakan konsep current output values dikurangi dengan current values dari semua biaya tambahan, jikalau biaya penagihan, biaya penjualan.

Sprouse dan Moonitz menyatakan:

“Inventory yang siap jual dengan harga yang sudah diketahui dan biaya-biaya penjualan yang relative kecil atau biayanya sanggup diketahui secara langsung, maka inventory dinilai dengan Net Realizable Values”, mereka menyatakan bahwa konsep ini bukan merupakan penyimpangan prosedur penilaian yang umum melainkan wajib diakui “…….sejalan dengan tujuan akuntansi yang utama”.

Bulletin no. 43 menyatakan:

“Hanya dalam kondisi khususlah, inventory sanggup dinyatakan dengan nilai diatas cost”, dalam bulletin ini konsep biaya merupakan konsep basic utama bagi penilaian inventory. Jadi konsep Sprouse dan Moonitz sesuai dengan konsep current selling price diatas. Sedangkan konsep bulletin no. 43 disyaratkan :

  • Kemungkinan pemasaran secara segera harga yang di-quote.
  • Barang sanggup dipertukarkan (interchangeability of unit)
  • Biaya tambahan sanggup diperhitungkan
  • Adanya unsur ada masalah memilih penilaian biaya secara tepat.

2. Input Values

Persediaan yang diukur dengan input values merupakan pengukuran resources yang digunakan untuk mendapatkan persediaan dengan kondisi sesuai saat ini. Tujuannya adalah untuk persediaan yang tak wajib ada sistem memproses interpretasi nilai persediaan agar benar-benar jelas. Karena input values di sini menggambarkan arus kas yang sudah dikeluarkan sesungguhnya.

Sedangkan input values dari nilai resources yang digunakan dalam sistem produksi akan lebih merepotkan untuk memilih input valuesnya, dikarenakan ada sistem penilaian resources ke periode yang perihal dan pengalokasian resources ke dalam masing-masing departemen. Namun konsep ini sanggup dikurangi tingkat ada masalah penilaiannya dengan penerapan prosedur alokasi cost-nya, yang hasilnya akan segera menjadi investment decision model.

Dengan struktur akuntansi tradisional, selisih input dan output values merupakan gross profit atau gross margin, supaya semua metode yang menganut konsep input values artinya ada penangguhan pernyataan revenues dan net income keperiode kemudian. Penundaan ini sanggup dibenarkan jikalau masih tersedia kegiatan-kegiatan perusahaan yang wajib dilakukan untuk pelaksanaan penjualan atau dikarenakan output tidak verifiable.

Konsep input values terhadap dasarnya dinyatakan dengan historical biaya atau sanggup terhitung dengan current biaya atau standard cost. Current biaya di sini memanfaatkan konsep net realizable values dikurangi dengan normal gross margin dari net realizable values. COMWIL: merupakan metode penilaian masukan dikarenakan arti “market” terhadap dasarnya adalah konsep input values.

Akhir Kata

Demikian pembahasan singkat mengenai pengertian persediaan. Mulai dari pengertian, konsep, fungsi, tujuan, cara menentukan stok, jenis, sistem pencatatan, metode penentuan, hingga dasar penilaian persediaan.