Kemasan Produk

Daftar Isi

Pengertian Kemasan Produk dan Manfaatnya

Donabisnis.com – Pengertian kemasan produk. Pada zaman dahulu kemasan produk (product packaging) terbuat dari bahan bambu yang digunakan untuk menyimpan benda cair. Namun seiring berjalannya waktu hal tersebut diubah.

Menjelang abad pertengahan, bahan yang digunakan untuk membuat kemasan produk lebih beragam, seperti kulit, kain, kaca, dan lain sebagainya. Hasilnya, kemasan produk pun jadi lebih variatif.

Namun sebenarnya apa sih kemasan produk itu? Apa manfaat, tujuan, fungsi, jenis, pengertian, hingga syaratnya? Untuk lebih jelasnya simak pembahasan di bawah ini.

Pengertian Kemasan Produk

Terdapat dua pengertian kemasan, yakni secara umum dan menurut pendapat para ahli. Selengkapnya bisa disimak di bawah berikut ini.

Pengertian Kemasan Produk Secara Umum

Packing atau kemasan adalah kemasan atau wadah yang berguna untuk mencegah atau meminimalkan kerusakan pada barang dagangan yang dibungkus. Pendapat lain juga menunjukkan bahwa, definisi wadah adalah proses pemberian wadah atau amplop dalam suatu produk. Selain itu, kemasan juga dapat diartikan sebagai sistem terstruktur untuk produk / barang yang akan disiapkan sehingga dapat didistribusikan, dijual, disimpan dan digunakan secara efektif.

Tujuan utama dari kemasan produk ini adalah untuk melindungi dan menghindari kerusakan pada apa yang dijual industri. Oleh karena itu, pengemasan juga bisa menjadi media informasi dan pemasaran yang baik dengan membuat desain kemasan yang kreatif, unik dan mudah digunakan agar lebih menarik dan mudah diingat.

Pengertian Kemasan Produk Menurut Para Ahli

Sedangkan menurut para ahli, kemasan produk memiliki pengertian-pengertian sebagai berikut.

1. Cahyorini dan Rusfian

Cahyorini dan Rusfian (2011) mengatakan definisi kemasan adalah kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang terdiri dari desain grafis, informasi produk dan struktur desain.

2. Danger

Danger (1992) menjelaskan yang dimaksud dengan kemasan adalah wadah atau pembungkus untuk menyiapkan barang agar siap diangkut, diedarkan, disimpan, dijual dan digunakan. Memiliki wadah atau pembungkus dapat membantu melindungi produk di dalamnya.

3. Kotler dan Armstrong

Kotler dan Armstrong (2012) menyebutkan pengertian kemasan adalah suatu bentuk kegiatan yang melibatkan perancangan dan produksi, sehingga pengemasan ini dapat bekerja dengan cara tertentu, agar produk di dalamnya dapat dilindungi.

4. Klimchuk dan Krasovec

Klimchuk dan Krasovec (2006) mengatakan pengertian kemasan / packaging adalah desain kreatif yang menghubungkan bentuk, struktur, material, warna, gambar, tipografi dan elemen desain dengan informasi, sehingga produk tersebut dapat dipasarkan.

5. Rodriguez

Rodriguez (2008) menyebutkan yang dimaksud dengan active packaging atau kemasan adalah suatu wadah yang mengubah keadaan produk pangan dengan penambahan senyawa aktif guna memperpanjang umur simpan bahan pangan kemasan dan juga meningkatkan keamanan dan menjaga kualitas.

6. Titik Wijayanto

Titik Wijayanto (2012) menjelaskan pengertian kemasan yaitu upaya yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk memberikan informasi kepada seluruh konsumen tentang produk yang dikandungnya.

7. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan definisi kemasan adalah pembungkus pelindung suatu barang / produk hasil kegiatan pengemasan.

8. Marlen

Marlen (2008) mengatakan kemasan produk adalah struktur yang telah direncanakan untuk mengemas bahan pangan baik dalam keadaan segar atau setelah mengalami pengolahan.

9. Walter Soroka

Walter Soroka (1996) mendefinisikan kemasan produk adalah suatu sistem yang terkoordinasi dengan baik meliputi perencanaan, transportasi, pendistribusian, penjualan, dan pemasaran suatu produk.

Kemasan juga berkaitan langsung dengan teknologi, seni, dan kebutuhan bisnis yang didasari oleh fungsi asalnya, yaitu sebagai suatu wadah, pelindung, kemudahan untuk konsumen, dan informasi produk.

Fungsi Kemasan Produk

Menurut Simamora, ada 2 (dua) fungsi pengemasan yang disediakan dalam suatu produk, yaitu fungsi perlindungan dan fungsi promosi, dengan penjelasan berikut:

1. Fungsi Perlindungan

Fungsi perlindungan berarti bahwa kemasan bertindak sebagai produk pelindung atau perlindungan dalam hal-hal yang dapat merusak produk, seperti iklim, proses distribusi dan lainnya. Kemasan yang melindungi produk akan dihindari dari kerusakan dan risiko kecacatan yang dapat membahayakan pembeli dan penjual.

2. Fungsi Promosi

Seperti disebutkan di atas, kemasan juga dapat berfungsi sebagai sarana promosi atau pemasaran. Ini dapat dilakukan dengan membuat kemasan yang menarik, baik dalam hal desain, warna, ukuran pada orang lain.

Selain fungsi pengemasan yang dijelaskan oleh Simamora, ada beberapa fungsi kemasan secara umum, yaitu:

3. Self Services

Kemasan menunjukkan karakteristik suatu produk yang dijual untuk setiap produk untuk memiliki kemasan yang berbeda.

4. Consumer Affluence

Kemasan yang menarik dapat memengaruhi konsumen untuk bersedia membayar lebih.

5. Brand Image

Kemasan adalah citra merek perusahaan sehingga dapat menjadi identitas perusahaan yang diakui oleh masyarakat.

6. Opportunity Innovation

Kemasan inovatif dapat memberikan manfaat bagi konsumen dan perusahaan yang menguntungkan.

Syarat Kemasan Produk

Terdapat lebih dari satu syarat kemasan produk yang kudu diperhatikan supaya, packaging berfaedah dengan baik, yakni sebagai berikut.

1. Tidak Toksik

Maksud dari tidak toksik di sini adalah bahan yang digunakan untuk sebabkan packaging tidak membahayakan kesehatan manusia secara langsung ataupun tidak langsung.

2. Cocok dengan Produk yang Dikemas

Packaging yang dipilih kudu cocok dengan produk yang dikemas, apabila kurang pas di dalam memilih bahan packaging, maka akan benar-benar merugigan.

Misalnya layaknya produk yang seharusnya dikemas dengan manfaatkan packaging transparan, akan tapi dikemas dengan manfaatkan packaging yang tidak transparan.

Dengan demikian jikalau konsumen inginkan sadar mengisi yang ada di dalamnya akan mengakibatkan kerusakan segel dan tentu saja perihal tersebut akan merugikan bagi produsen.

Atau produk yang seharusnya dikemas di dalam packaging kaleng, tapi dikemas dengan manfaatkan packaging yang terbuat dari plastik.

3. Sanitasi dan Syarat Kesehatan Terjamin

Selain bahan packaging kudu tidak toksik, bahan packaging terhitung tidak boleh digunakan jikalau diakui tidak sanggup mencukupi sanitasi atau beraneka syarat kesehatan.

Misalnya layaknya pemakaian karung sebagai packaging, akan tapi pemakaian karung untuk mengemas produk konsumsi tersebut tanpa mengalami pencucian atau pemasakan terutama dahulu.

Tentu saja perihal tersebut merupakan tindakan yang tidak dibenarkan.

4. Mampu Mencegah Pemalsuan

Dalam perihal ini kemasan produk berperan sebagai pengaman, yakni dengan cara sebabkan packaging yang khusus.

Dengan demikian akan ada masalah untuk dipalsukan dan apabila berlangsung pemalsuan dengan cara memakai kemasan yang udah digunakan, tentunya akan benar-benar enteng dikenali.

5. Kemudahan Membuka dan Menutup

Pada kebanyakan konsumen akan lebih memilih produk yang manfaatkan packaging yang enteng untuk dibuka, apabila layaknya tetra pack dibandingkan dengan packaging botol yang ada masalah dibuka dan butuh alat tertentu untuk membukanya.

6. Kemudahan dan Keamanan di dalam Mengeluarkan Isi

Kemudahan dan terhitung keamanan di dalam mengeluarkan mengisi yang terdapat di di dalam kemasan produk tentunya kudu untuk dipertimbangkan.

Sehingga mengisi yang terdapat di dalamnya sanggup disita dengan enteng dan aman.

Atau dengan kata lain mengisi yang terdapat di di dalam packaging tersebut tidak banyak tercecer, terbuang, atau bahkan tersisa di di dalam kemasan.

7. Kemudahan Pembuangan

Pada kebanyakan kemasan bekas merupakan sampah dan sebagai suatu masalah yang butuh cost yang sanggup dibilang memadai besar untuk mengatasinya.

Misalnya layaknya beraneka kemasan yang terbuat dari bahan plastik. Packaging yang terbuat dari bahan plastik tidak enteng dihancurkan oleh microba dan apabila dibakar akan sebabkan polusi udara.

Bahan packaging yang terbuat dari logam, kaca, dan bahan nabati tentunya tidak begitu menjadi masalah.

Hal tersebut gara-gara bahan – bahan tersebut lebih dari satu besar sanggup di daur lagi atau diproses kembali.

8. Ukuran, Bentuk, dan Berat

Ukuran packaging ini perihal erat dengan proses penanganan selanjutnya, baik di dalam penyimpanan, distribusi, atau sebagai alat yang sanggup menarik perhatian konsumen.

Pada kebanyakan packaging sesuai dengan fasilitas yang ada.

Misalnya layaknya alat yang digunakan untuk pengangkutan distribusinya adalah pesawat, maka tinggi dan lebar packaging tidak boleh melebihi ukuran pintu pesawat yang akan mengangkutnya.

Ada kalanya sebuah packaging di rancang sedemikian rupa agar bentuknya benar-benar indah dan menarik.

Terkadang packaging dibikin dengan bentuk untuk memberikan kesan bahwa mengisi yang ada di dalamnya lebih banyak dibandingkan dengan kemasan lainnya yang serupa.

Misalnya layaknya pemakain botol yang ramping lebih disarankan dibandingkan dengan botol yang pendek.

Selain itu bentuk packaging terhitung benar-benar berpengaruh pada efisiensi pemakaian ruang penyimpanan, cara penyimpanan, kekuatan tarik konsumen, cara pembuatan, dan bahan yang digunakan.

Sebagian besar produsen selamanya berupaya untuk mengurangi berat packaging yang dipakainya.

Hal tersebut gara-gara dengan berkurangnya berat bermakna kekuatan yang dipakai untuk transportasi akan menyusut juga.

Dengan demikian akan menurunkan harga menjual dari produk tersebut. Tentu saja perihal tersebut akan lebih menarik bagi konsumen, agar diinginkan sanggup untuk memenangkan persaingan.

9. Penampilan dan Pencetakan

Kemasan produk alangkah lebih baiknya jikalau membawa penampilan yang menarik apabila ditinjau dari semua segi, baik dari aspek bahan, estetika, ataupun dekorasi.

Dalam perihal ini tentunya produsen haru sadar dengan pas ke lokasi mana produk akan dipasarkan.

Hal tersebut gara-gara selera dari setiap masyarakat berlainan – beda.

Masalah di dalam pencetakan benar-benar erat kaitannya dengan dekorasi dan label yang digunakan.

Beberapa bahan packaging ada yang kudu mengalami pencetakan label dan tambahan dekorasi terutama dahulu.

Dengan demikian bahan packaging yang digunakan kudu membawa karakter enteng menerima percetakan dan hasilnya tidak enteng hilang atau luntur.

10. Biaya Rendah

Salah satu cara yang sanggup digunakan untuk mempertahankan produk yang dijual selamanya terjangkau oleh kekuatan membeli konsumen adalah dengan menurunkan cost packaging sampai batas packaging tersebut sanggup berfaedah dengan baik.

Hal tersebut memadai perlu gara-gara konsumen akan jalankan penentuan pada produk yang mirip dengan harga yang lebih terjangkau.

11. Syarat Khusus

Selain lebih dari satu syarat yang udah disebutkan sebelumnya, tetap terdapat lebih dari satu syarat tertentu yang kudu untuk diperhatikan.

Misalnya layaknya iklim tempat sasaran pemasaran apakah tropis, sub tropis, kelembabannya, dan lain sebagainya.

Jenis Kemasan Produk

Terdapat lebih dari satu klasifikasi atau jenis berasal dari kemasan produk, yakni sebagai berikut.

1. Kemasan Produk Berdasarkan Struktur Sistem

Klasifikasi berdasarkan struktur proses kemasan ini sanggup ditelusuri dengan langkah perhatikan kontak bahan kemasan dengan product yang dikemasnya.

Terdapat lebih dari satu jenis packaging berasal dari kelasifikasi ini, yakni sebagai berikut.

Packaging Primer

Adalah packaging yang secara segera bersentuhan dengan product yang dibungkusnya.

Packaging Sekunder

Adalah packaging yang tidak secara segera bersentuhan dengan product yang dibungkusnya, namun membungkus product yang sudah dikemas dengan memakai packaging primer.

Packaging Tarsies dan Kuarter

Adalah packaging yang digunakan untuk membungkus product yang sudah dikemas terhadap packaging primer dan sekunder.

Pada biasanya packaging jenis ini dipakai sebagai pelindung terhadap kala pengangkutan atau pengiriman.

2. Kemasan Produk Berdasarkan Frekuensi Pemakaian

Packaging berdasarkan frekuensi pemakaian ini sanggup ditelusuri dengan langkah perhatikan lebih dari satu kali suatu kemasan product sanggup dipakai.

Pada biasanya pemakaian packaging secara berulang kali sangat terkait terhadap bahan packaging apa yang digunakan.

Hal selanjutnya sebab terdapat lebih dari satu bahan yang sanggup dipakai lebih dari satu kali layaknya kaleng dan gelas, serta tersedia lebih dari satu bahan yang cuma sanggup dipakai satu kali saja layaknya kertas.

Terdapat lebih dari satu jenis packaging berasal dari kelasifikasi ini, yakni sebagai berikut.

Packaging Sekali Pakai (Disposable)

Adalah packaging yang cuma sanggup digunakan sekali saja. Atau dengan kata lain setelah dipakai segera dibuang.

Misalnya layaknya packaging yang terdapat terhadap permen, product instan, dan lain sebagainya.

Packaging yang sanggup Digunakan Berulang Kali (Multi Trip)

Adalah packaging yang sanggup digunakan berulang kali dan terhadap biasanya costumer tidak menyingkirkan packaging ini melainkan dikembalikan kembali terhadap agen penjual.

Nantinya packaging yang dikembalikan kepada agen penjual selanjutnya bakal dimanfaatkan kembali oleh pabrik.

Contohnya : galon wadah air minum, botol minuman terhadap Teh Botol Sosro, dan lain sebagainya.

Packaging yang Tidak Dibuang atau Dikembalikan (Semi Disposable)

Pada biasanya packaging jenis semi disposable ini bakal digunakan untuk kepentingan lain oleh konsumen.

Misalnya kaleng susu dipakai sebagai wadah gula, kaleng biskuit dipakai sebagai wadah kerupuk, dan lain sebagainya.

3. Kemasan Produk Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai

Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan product dibagi menjadi 2, yakni sebagai berikut.

Packaging Siap Pakai

Adalah packaging yang siap digunakan atau diisi dengan product dan bentuknya sudah prima sejak terlihat berasal dari pabrik. Misalnya layaknya botol, kaleng, dan lain sebagainya.

Packaging Siap Dirakit

Adalah packaging yang bentuknya belum prima atau memerlukan tahap perakitan sebelum diisi dengan produk. Misalnya layaknya wadah yang terbuat berasal dari kertas, foil, atau plastik.

4. Kemasan Produk Berdasarkan Sifat Kekakuan Bahan Kemasan Produk

Packaging berdasarkan sifat kemampuan bahan, sanggup dibedakan menjadi 3 yakni sebagai berikut.

Packaging Fleksibel

Adalah packaging yang sanggup dilenturkan tanpa terdapatnya kerusakan layaknya retak atau patah. Misalnya layaknya wadah yang terbuat berasal dari bahan plastik, kertas, dan aluminium foil.

Packaging Kaku

Adalah packaging yang membawa sifat keras, kaku, tidak sanggup dilenturkan, bakal patah kecuali dibengkokkan, dan relatif tebal kecuali dibandingkan dengan kemasan fleksibel.

Misalnya layaknya wadah yang terbuat berasal dari kayu, gelas, dan logam.

Packaging Semi Kaku atau Fleksibel

Adalah packaging yang membawa lebih dari satu sifat pada packaging fleksibel dan juga packaging kaku. Misalnya layaknya wadah botol yang terbuat berasal dari plastik.

5. Kemasan Produk Berdasarkan Sifat Perlindungan Terhadap Lingkungan

Packaging berdasarkan sifat sifat pemberian terhadap lingkungan, sanggup dibedakan menjadi 3 yakni sebagai berikut.

Packaging Hermetis

Adalah packaging yang secara prima tidak sanggup dilalui oleh gas, hawa atau uap air.

Dengan demikianlah selama tetap hermetis, maka wadah selanjutnya sanggup memelihara product berasal dari bakteri, kapang, ragi, dan debu.

Misalnya layaknya kaleng, botol gelas yang ditutup secara hermetis, dan lain sebagainya.

Packaging Tahan Cahaya

Adalah packaging yang membawa sifat tidak transparan atau tembus pandang. Misalnya layaknya packaging yang terbuat berasal dari bahan logam, kertas, dan foil.

Packaging dengan sifat tahan sinar ini sangat sesuai untuk dipakai terhadap bahan pangan yang punya kandungan lemak dan vitamin yang tinggi, serta makanan hasil fermentasi.

Packaging Tahan Suhu Tinggi

Adalah packaging yang membawa sifat tahan terhadap suhu yang tinggi.

Bisanya packaging ini digunakan untuk bahan yang memerlukan proses pemanasan, pasteurisasi, dan juga sterilisasi. Misalnya beraneka packaging yang terbuat berasal dari bahan logam dan kaca.

Tujuan Kemasan Produk

Semakin berkembangnya teknologi udah memicu kemasan product beralih tujuan.

Dahulu orang bicara “kemasan melindungi apa yang dijual”, sekarang orang bicara “kemasan menjual apa yang dilindungi”.

Berikut ini merupakan beberapa kegunaan atau tujuan dari packaging.

1. Fungsi Proteksi

Sebuah packaging harus mampu menambahkan perlindungan fisik terhadap product yang ada di dalamnya.

Perlindungan yang diberikan tersebut termasuk ketahanan terhadap benturan, tekanan, cuaca, bakteri, dan lain sebagainya.

Dalam perihal ini harus diperhatikan termasuk perihal bahan packaging yang digunakan.

Hal tersebut bergantung dari beraneka karakter product dan kapabilitas bahan packaging untuk melindungi product yang bakal dikemas.

Misalnya untuk product yang peka terhadap oksigen, maka mampu dipilih bahan packaging yang tidak mampu ditembus oleh oksigen, baik yang hampa hawa ataupun yang diberi gas pengisi.

2. Fungsi Pengelompokkan Penempatan dan Penyimpanan

Packaging yang ideal seharusnya mampu menjawab bagaimana sebuah product dikelompokkan atau ditempatkan.

Dalam perihal ini harus diperhitungkan juga, bagaimana sebuah packaging tersebut terhadap kala ditumpuk atau dibawa didalam jumlah yang banyak.

Apakah perihal tersebut efektif didalam manfaatkan ruang penyimpanan dan memungkinkan untuk ditumpuk atau tidak.

Yang dimaksud efektif didalam perihal ini adalah menambahkan perbandingan maksimal pada berat atau jumlah product yang disimpan bersama persatuan luas dari bangunan yang digunakan sebagai area penyimpanan.

Dengan demikian semakin tinggi penumpukkan yang mampu dilakukan, maka bakal semakin tinggi termasuk tingkat efisiennya.

Selain itu sebuah packaging termasuk harus mampu mengelompokkan isi product yang ada di dalamnya.

Misalnya untuk product sirup rasa melon kemasannya berwarna hijau sedang untuk sirup rasa leci kemasannya berwarna merah.

3. Fungsi Pemasaran

Dalam perihal ini packaging membawa manfaat sebagai alat komunikasi dan Info kepada para customer bersama lewat gambar dan termasuk postingan yang tercantum di packaging.

Dengan rencana dan termasuk perancangan packaging yang baik, menarik, dan wujud yang unik, maka perihal tersebut mampu meningkatkan nilai menjual dari product yang ada di dalamnya.

Packaging yang menarik dan unik bakal mampu mendongkrak pasar product yang dikemasnya.

Hal tersebut gara-gara packaging menyampaikan pesan paling akhir dan penentu ketentuan akhir konsumen.

Dengan demikian sebuah packaging harus mampu menyajikan Info product secara cermat dan kreatif.

Selain menambahkan Info perihal product yang ada di dalamnya, packaging termasuk berfungsi sebagai sarana iklan yang harus mampu menjual dirinya sendiri.

Dengan demikian penampilan desain harus dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menambahkan kesan product yang dikemas membawa kualitas yang baik.

4. Fungsi Simbolik

Dalam perihal ini kemasan berperan sebagai identitas produk, isyarat pengenal produk, dan isyarat pengenal bagi perusahaan yang memproduksinya.

Sebuah packaging harus mampu menyampaikan “pesan simbolik” dari sebuah produk, bersama demikian diperlukan hak paten bagi desain packaging tersebut.

Hak paten tersebut bersama obyek sehingga tidak mampu ditiru oleh product lain punya saingan dan sekaligus sebagai entry barrier bagi pesaing.

Packaging yang udah menyandang gelar sebagai isyarat pengenal produk, kemudian bakal membawa peran sebagai merk identity dari product yang dikemasnya.

Dengan demikian konsep pengemasan harus mampu termasuk semua sistem pemasaran.

Packaging termasuk mampu membawa kegunaan sebagai sarana komunikasi suatu citra / image tertentu.

Dari penampilan yang disuguhkan terhadap kemasan, harus mampu memicu orang mampu mengetahui rasa produk, walau tidak terkandung postingan pesan khusus terhadap kemasan.

Dalam perihal tersebut desain dari packaging secara total mengindikasikan secara simbolik suatu citra yang baik, enak, indah, dan citra lainnya cocok bersama obyek kemasan tersebut.

5. Fungsi Estetik

Dengan ada estetika terhadap packaging, maka bakal mampu menarik perhatian calon pembeli.

Dengan demikian, packaging harus perhatikan visualisasi desain, warna, dan termasuk postingan yang mempu menarik perhatian calon konsumen.

Banyak para pakar pemasaran yang mengatakan bahwa desain sebuah kemasan product berperan sebagai pesona produk.

Hal tersebut gara-gara packaging sebenarnya berada terhadap tingkat paling akhir suatu sistem rangkaian memproduksi yang tidak hanya untuk memikat mata saja, namun termasuk untuk memikat pemakaian.

Tips Membuat Kemasan Produk yang Menarik

Sejak paparan kemasan sebelumnya, menjelaskan bahwa kemasan ini memengaruhi tingkat penjualan suatu produk. Nah, berikut adalah beberapa tips untuk membuat wadah produk untuk menarik perhatian pelanggan potensial.

1. Melakukan Riset Pasar

Hal pertama adalah Anda harus melakukan riset pasar. Tidak hanya ketika Anda ingin membuat produk, desain kemasan juga harus dilakukan dengan investigasi untuk mendapatkan hasil maksimal. Anda harus tahu siapa klien Anda yang mungkin, apa yang Anda inginkan? Produk apa yang mereka butuhkan? Sampai, kekuatan pembelian pelanggannya. Dengan memiliki data ini, membuat kemasan dapat dilakukan secara efektif.

2. Desain Kemasan yang Unik

Poin penting dalam desain pengemasan mendesainnya dengan cara yang unik, inovatif dan berbeda dari produk lain. Kemasan unik sangat efektif dalam menarik minat publik dan keingintahuan. Misalnya, ketika ada kotak pengemasan di rak supermarket, kemudian melakukan kemasan bundar, sehingga konsumen dengan hati-hati dan ingin tahu tentang isinya di atasnya.

3. Desain Sesuai Target Pasar

Desain kemasan yang digunakan harus disesuaikan dengan target pasar. Misalnya, jika target pasar Anda adalah anak-anak dari 5 hingga 12 tahun, membuat desain pengepakan yang dapat ditambahkan ke gambar kartun yang anak-anak suka anak-anak atau kemasan seperti mainan. Juga, jika tujuannya adalah orang dewasa, desain juga harus disesuaikan.

4. Buat Wadah Berbagai Ukuran

Jika produk yang Anda jual adalah produk baru, coba buat wadah dengan berbagai ukuran, seperti kecil, sedang dan besar. Orang cenderung memilih kemasan terkecil untuk produk yang baru diluncurkan.

5. Sertakan Informasi Lengkap

Masukkan informasi produk dalam pengemasan secara detail. Misalnya, kemasan standar mencakup komposisi produk, jenis produk, metode penggunaan dan tanggal kedaluwarsa. Konsumen cenderung tidak tertarik pada produk dengan informasi minimal.

6. Buat Penilaian Pasar

Ketika kemasan produknya telah dirancang, maka itu adalah esai, bahwa kemasan memiliki penggemar yang tinggi. Dengan begitu, Anda mendapatkan informasi tentang apa yang pelanggan Anda inginkan desain kemasan.

Contoh Kemasan Produk

Hal yang diamati dahulu biasanya adalah tampilan luarnya, termasuk termasuk terhadap suatu produk. Banyak misal kemasan product yang unik, lebih-lebih tersedia yang ditiru produsen lain. Berikut adalah misal kemasan product yang termasuk kategori terikonik dan diingat masyarakat.

1. Kinder Joy

Pasti netizen paham dong, misal kemasan product jajanan anak yang ikonik dengan wujud butiran telur ini? Kinder Joy (Kinder Merendero) adalah product Italia, yang sudah dijual di lebih dari 100 negara, dari 2014 silam. Telur kinder joy kala “ditetaskan” oleh anak-anak, berisi dua butir coklat dengan krim putih dan sebuah mainan mungil. Pastinya, para orang tua sudah hafal betul harga dari sebutir telur buatan perusahaan Ferrero SpA ini. Menariknya lagi, terhadap kemasan kinder joy terlabeli “For Boy” dan “For Girls”, yang mampu dipilih cocok gender si anak. Lihat saja di toko/supermarket, jajanan berkemasan telur hanya satu ini merknya. Apalagi kinder joy biasa dipajang di etalase depan kasir. Pantaslah kinder joy jadi product jajanan sebagai satu misal kemasan product terikonik yang tetap diingat, lebih-lebih oleh anak-anak.

2. Yakult

Kemasan minuman fermentasi yakult jadi misal kemasan product terikonik berikutnya. Dikemas dengan botol berbentuk gelas plastik Polistirena resin (PS) berleher sempit, berukuran kecil dan semi kaku. Tutup botolnya berbentuk aluminium foil yang tidak resealable, manfaat menegaskan product dikonsumsi kala terbuka dan kurangi efek kontaminasi. Kemasan botolnya berukuran kecil (65 dan 100 ml) dibuat untuk meminimalisir kontaminasi dengan bakteri lain, yang mampu turunkan mutu bakteri probiotik terhadap yakult. Yakult jadi satu misal kemasan product yang ergonomis.

3. Kaleng Kerupuk

Netizen negara +62 tentu hafal dengan kaleng aluminium/seng kotak, yang biasanya berwarna biru atau merah, salah satu sisinya dilengkapi kaca/plastik bening dan tutup atasnya biasanya bulat. Di warung bakso, mie ayam, restoran “double U” dengan kata lain warteg dan sederet tempat tinggal makan tradisional lainnya, kaleng ini enteng ditemukan. Bentuknya jadi misal kemasan product yang ikonik, gara-gara khas negara +62 yang tak pernah terlupakan.

4. Cokelat Eyeglass

Kemasan terikonik selanjutnya adalah bungkus permen cokelat eyeglass. Ya, kemasannya terdiri dari dua lingkaran yang terhubung, layaknya kacamata. Kemasan yang didominasi oleh aluminium foil ini, menampakkan permen cokelat warna-warni di anggota depan yang berplastik bening. Cara terhubung kemasannya pun lumayan mudah, layaknya terhubung pill obat. Dari kemasannya yang unik nan ikonik, generasi 90-an hafal dengan permen murah berisi 14 butir ini. Cukup diingat sebagai satu misal kemasan product jajanan tempo doeloe yang termasuk mampu jadi topeng mainan.

5. Botol Coca-Cola

Contoh kemasan product selanjutnya adalah botol Coca-Cola. Ya, siapa yang tak kenal dengan soft drink dari Amerika ini? Menurut sejarahnya, th. 1915, di pasaran sudah banyak yang mengikuti product Coca-Cola. Baik dari rasa, lebih-lebih hingga botolnya. Di situlah orang-orang Coca-Cola sebabkan desain baru untuk memperbaharuinya. Desain kontur yang unik dan ikonik, resmi diproduksi terhadap tanggal 16 November 1915 oleh Root Glass Company. Desainer dari Terre Haute, Indiana. Botol dengan kaca bening yang lumayan tebal, dengan tulisan timbul yang mencantumkan brand “Coca-Cola”, di lehernya. Botol inilah yang jadi ikon Coca-Cola tetap diingat sebagai “botol yang mampu dikenali barang siapa meskipun di dalam suasana gelap”. Tetapi di th. 1957, The Coca-Cola Company mengeluarkan botol terbarunya. Berkontur Coca-Cola dengan logo khasnya yang tercetak di atas botol, dengan warna putih. Botol Coca-Cola jadi misal kemasan product yang ditiru atau sebagai tolak ukur sebagian softdrink lainnya.

6. Permen Karet Yosan

Contoh kemasan product unik dan diingat generasi 90’an selanjutnya adalah bungkus permen karet yosan. Permen karet yosan dibungkus oleh dua kemasan dengan kegunaan masing-masing. Kemasan luarnya, mencantumkan detail identitas product permen karet yosan, dengan warna kertas merah, hijau atau kuning. Sedangkan kemasan dalamnya, yang paling mutlak dan bagi anak generasi 90’an, tidak sedikit mereka yang menghimpun anggota ini. Kemasan di dalam permen karet yosan dari kertas transparan yang tertera huruf Y, O, S, A atau N. Tergantung keberuntungannya, dapat beroleh huruf apa dari sebutir permen karet yosan yang dibelinya. Menariknya lagi, huruf N terhadap kemasan permen karet yosan, terlalu susah ditemukan. Bahkan memborong dari salah satu warung pun belum tentu kami mendapat huruf N. Generasi 90’an termasuk giat di dalam menghimpun bungkus permen karet yosan untuk melengkapinya jadi Y-O-S-A-N. Hingga th. 2019, baru 4 orang di Indonesia Raya ini yang jadi penemu huruf N dan beroleh hadiah cocok yang tercantum di info terhadap bungkus yang dicari-cari tersebut. Jadi, tidak salah kan, jika permen karet yosan adalah satu misal kemasan product terikonik dan tetap teringat.

7. Cokelat Choyo-choyo Yosan

Kemasannya berbentuk cup plastik agar-agar, namun di dalam versi mini. Isinya cokelat dengan perpaduan rasa vanila, melon, strowberi dan jeruk. Sebanyak 20 cup cokelat choyo-choyo dipajang di dalam pack kertas dengan 20 lubang yang cocok ukuran cup dan biasa digantung di warung-warung. Cokelat ini termasuk dilengkapi dengan sendok mini untuk menikmatinya. Cokelat choyo-choyo yosan jadi satu misal kemasan product terikonik selanjutnya dan diingat, lebih-lebih oleh generasi 90’an.

8. Permen Sugus

Permen sugus edisi jadul, dililit dengan dua kemasan. Kemasan primernya dari kertas putih transparan yang melilit permen berbentuk kotak kecil. Kemasan sekunder inilah yang menjadikannya satu misal kemasan product ikonik dan diingat. Dibuat dari plastik warna-warni yang ke-2 ujungnya dipelintir, untuk mengencangkannya. Kabarnya, kemasan permen sugus mampu jadi uang mainan, atau yang ditiup pinggirnya berbunyi layaknya siulan. Saking terkenalnya permen sugus dengan kemasan ikoniknya, permen brand Lazery pun disapa dengan sugus. Bahkan, untuk kurangi dampak horor, tersedia orang menyebut hantu poc*ng dengan samaran permen sugus, gara-gara kemasannya yang mirip.

9. Kaleng Khong Guan

Contoh kemasan product terikonik selanjutnya adalah kaleng khong guan. Meski tersedia sebagian wujud kemasan, product biskuit khong guan lebih diingat dengan kaleng kotak merahnya. Gambar seorang ibu berambut pendek ikal dengan anak laki-laki dan perempuannya, sedang sarapan di meja makan tanpa sosok ayah, sukses jadi ikon yang diingat masyarakat. Meme pun bertebaran. Katanya, jika kaleng khong guan lebaran, justru berisi rengginang dan remahannya.

10. Kaleng Permen Pagoda dan Milton Pastilles

Meski produsen berbeda, namun mereka sama-sama bersensasi rasa semriwing dan jadi misal kemasan product terikonik. Kemasan ke-2 permen ini yakni kaleng bulat pipih yang dilengkapi tutupnya. Bedanya, jika tutup milton dibuka, segera didapat permen berbentuk segitiganya. Tapi jika tutup pagoda dibuka, si kaleng wadahnya masih tertutup lapisan lagi, dengan lubang kecilnya. Jaman dulu, berasa cool banget jika sukses mengeluarkan permen yang mungil hitam itu dari lubangnya.

Akhir Kata

Sekian pembahasan lengkap mengenai pengertian kemasan produk. Mulai dari menurut para ahli, secara umum, manfaat, tujuan, fungsi, contoh, jenis, klasifikasi, syarat, hingga tips membuat kemasan produk atau product packaging yang menarik.

Tinggalkan komentar