Kemasan Produk

Daftar Isi

Pengertian Kemasan Produk dan Manfaatnya

Donabisnis.com – Pengertian kemasan produk. Pada zaman dahulu kemasan produk (product packaging) terbuat dari bahan bambu yang digunakan untuk menyimpan benda cair. Namun seiring berjalannya waktu hal tersebut diubah.

Menjelang abad pertengahan, bahan yang digunakan untuk membuat kemasan produk lebih beragam, seperti kulit, kain, kaca, dan lain sebagainya. Hasilnya, kemasan produk pun jadi lebih variatif.

Namun sebenarnya apa sih kemasan produk itu? Apa manfaat, tujuan, fungsi, jenis, pengertian, hingga syaratnya? Untuk lebih jelasnya simak pembahasan di bawah ini.

Pengertian Kemasan Produk

Terdapat dua pengertian kemasan, yakni secara umum dan menurut pendapat para ahli. Selengkapnya bisa disimak di bawah berikut ini.

Pengertian Kemasan Produk Secara Umum

Packing atau kemasan adalah kemasan atau wadah yang berguna untuk mencegah atau meminimalkan kerusakan pada barang dagangan yang dibungkus. Pendapat lain juga menunjukkan bahwa, definisi wadah adalah proses pemberian wadah atau amplop dalam suatu produk. Selain itu, kemasan juga dapat diartikan sebagai sistem terstruktur untuk produk / barang yang akan disiapkan sehingga dapat didistribusikan, dijual, disimpan dan digunakan secara efektif.

Tujuan utama dari kemasan produk ini adalah untuk melindungi dan menghindari kerusakan pada apa yang dijual industri. Oleh karena itu, pengemasan juga bisa menjadi media informasi dan pemasaran yang baik dengan membuat desain kemasan yang kreatif, unik dan mudah digunakan agar lebih menarik dan mudah diingat.

Pengertian Kemasan Produk Menurut Para Ahli

Sedangkan menurut para ahli, kemasan produk memiliki pengertian-pengertian sebagai berikut.

1. Cahyorini dan Rusfian

Cahyorini dan Rusfian (2011) mengatakan definisi kemasan adalah kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang terdiri dari desain grafis, informasi produk dan struktur desain.

2. Danger

Danger (1992) menjelaskan yang dimaksud dengan kemasan adalah wadah atau pembungkus untuk menyiapkan barang agar siap diangkut, diedarkan, disimpan, dijual dan digunakan. Memiliki wadah atau pembungkus dapat membantu melindungi produk di dalamnya.

3. Kotler dan Armstrong

Kotler dan Armstrong (2012) menyebutkan pengertian kemasan adalah suatu bentuk kegiatan yang melibatkan perancangan dan produksi, sehingga pengemasan ini dapat bekerja dengan cara tertentu, agar produk di dalamnya dapat dilindungi.

4. Klimchuk dan Krasovec

Klimchuk dan Krasovec (2006) mengatakan pengertian kemasan / packaging adalah desain kreatif yang menghubungkan bentuk, struktur, material, warna, gambar, tipografi dan elemen desain dengan informasi, sehingga produk tersebut dapat dipasarkan.

5. Rodriguez

Rodriguez (2008) menyebutkan yang dimaksud dengan active packaging atau kemasan adalah suatu wadah yang mengubah keadaan produk pangan dengan penambahan senyawa aktif guna memperpanjang umur simpan bahan pangan kemasan dan juga meningkatkan keamanan dan menjaga kualitas.

6. Titik Wijayanto

Titik Wijayanto (2012) menjelaskan pengertian kemasan yaitu upaya yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk memberikan informasi kepada seluruh konsumen tentang produk yang dikandungnya.

7. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan definisi kemasan adalah pembungkus pelindung suatu barang / produk hasil kegiatan pengemasan.

8. Marlen

Marlen (2008) mengatakan kemasan produk adalah struktur yang telah direncanakan untuk mengemas bahan pangan baik dalam keadaan segar atau setelah mengalami pengolahan.

9. Walter Soroka

Walter Soroka (1996) mendefinisikan kemasan produk adalah suatu sistem yang terkoordinasi dengan baik meliputi perencanaan, transportasi, pendistribusian, penjualan, dan pemasaran suatu produk.

Kemasan juga berkaitan langsung dengan teknologi, seni, dan kebutuhan bisnis yang didasari oleh fungsi asalnya, yaitu sebagai suatu wadah, pelindung, kemudahan untuk konsumen, dan informasi produk.

Fungsi Kemasan Produk

Menurut Simamora, ada 2 (dua) fungsi pengemasan yang disediakan dalam suatu produk, yaitu fungsi perlindungan dan fungsi promosi, dengan penjelasan berikut:

1. Fungsi Perlindungan

Kemasan produk berfungsi untuk melindungi produk dari hal-hal yang bisa merusaknya, seperti iklim, cuaca, proses distribusi, kecelakaan, dan lainnya. Kemasan yang melindungi produk akan dihindari dari kerusakan dan risiko kecacatan yang dapat membahayakan pembeli dan penjual.

2. Fungsi Promosi

Kemasan juga bisa menjadi sarana untuk mempromosikan produk, caranya dengan membuat kemasan yang menarik dalam hal desain, warna, kata-kata, dan memikat calon konsumen. Apabila tertarik dengan kemasan, konsumen pun akan membeli produk tersebut.

3. Self Services

Kegunaan kemasan berikutnya adalah self services. Kemasan dapat berguna untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan produk barang yang mereka beli, misalnya seperti produk minuman yang kemasannya memudahkan konsumen untuk meminumnya.

4. Consumer Affluence

Kemasan yang menarik dapat memengaruhi konsumen untuk bersedia membayar lebih. Hal ini dapat dikatakan fungsi kemasan sebagai consumer affluence.

5. Brand Image

Kemasan adalah citra merek perusahaan sehingga dapat menjadi identitas perusahaan yang diakui oleh masyarakat. Bila brand pada kemasan telah dikenal banyak orang, maka produk lain dari brand serupa juga akan dipercaya masyarakat.

6. Opportunity Innovation

Kemasan inovatif dapat memberikan manfaat bagi konsumen dan perusahaan yang menguntungkan. Salah satunya membuat produk berbrda dibandingkan pesaingnya.

Syarat Kemasan Produk

Terdapat lebih dari satu syarat kemasan produk yang kudu diperhatikan supaya, packaging berfaedah dengan baik, yakni sebagai berikut.

1. Tidak Toksik

Maksud dari tidak toksik di sini adalah bahan yang digunakan untuk sebabkan packaging tidak membahayakan kesehatan manusia secara langsung ataupun tidak langsung.

2. Cocok dengan Produk yang Dikemas

Kemasan produk harus cocok dengan produk, bila kurang pas maka kemasan akan merugikan produk. Misalnya produk buah yang seharusnya dibuat transparan agar konsumen bisa melihat kesegaran buah, malah tidak dibuat transparan.

Dengan demikian jikalau konsumen inginkan sadar mengisi yang ada di dalamnya akan mengakibatkan kerusakan segel dan tentu saja ini akan merugikan bagi produsen. Atau produk yang seharusnya dikemas di dalam kaleng, tapi dikemas dengan bahan plastik.

3. Sanitasi dan Syarat Kesehatan Terjamin

Selain bahan packaging yang tidak toksik, bahan packaging juga tidak boleh digunakan jikalau tidak memenuhi syarat sanitasi atau syarat kesehatan.

Misalnya pemakaian karung sebagai kemasan, akan tapi pemakaian karung untuk mengemas produk konsumsi tersebut tanpa mengalami pencucian atau pemasakan terutama dahulu. Tentu saja perihal tersebut merupakan tindakan yang tidak dibenarkan.

4. Mampu Mencegah Pemalsuan

Kemasan juga bermanfaat untuk menjadi pengaman dan mencegah pemalsuan. Apabila pihak tak bertanggung jawab ingin memalsukan produk, konsumen bisa dengan mudah mengenalinya lewat kemasan.

5. Kemudahan Membuka dan Menutup

Pada kebanyakan konsumen akan lebih memilih produk yang manfaatkan kemasan yang mudah untuk dibuka, misalnya minuman dalam kemasan plastik dibandingkan dengan botol kaca.

6. Kemudahan dan Keamanan Mengeluarkan Isi

Kemudahan dan keamanan di dalam mengeluarkan isi yang terdapat pada kemasan produk tentunya perlu dipertimbangkan. Sehingga isi yang terdapat di dalamnya bisa dibuka dengan mudah dan aman.

Atau dengan kata lain isi yang terdapat di dalam packaging tersebut tidak banyak tercecer, terbuang, atau bahkan tersisa di dalam kemasan.

7. Kemudahan Pembuangan

Kemasan bekas merupakan sampah dan kemudahan pembuangan sampah kemasan menjadi hal yang sangat penting di masa sekarang. Contohnya kemasan dari bahan plastik. Kemasan berbahan plastik tidak mudah dihancurkan oleh mikroba dan apabila dibakar akan menyebabkan polusi udara.

Bahan kemasan yang terbuat dari logam, kaca, dan bahan nabati tentunya tidak begitu menjadi masalah. Hal tersebut karena bahan-bahan tersebut lebih mudah didaur ulang atau diproses kembali.

8. Ukuran, Bentuk, dan Berat

Ukuran kemasan ini berkaitan dengan proses penanganan selanjutnya, baik di dalam penyimpanan, distribusi, atau cara untuk memikat konsumen agar mau membeli. Pada kebanyakan kemasan telah sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Misalnya alat yang digunakan untuk pengangkutan distribusinya adalah pesawat, maka tinggi dan lebar kemasan tidak boleh melebihi ukuran pintu pesawat yang akan mengangkutnya. Ada kalanya sebuah kemasan dirancang sedemikian rupa agar bentuknya benar-benar indah dan menarik.

Terkadang kemasan dibikin dengan bentuk untuk memberikan kesan bahwa isi yang ada di dalamnya lebih banyak dibandingkan tempatnya. Misalnya pemakain botol yang ramping lebih disarankan dibandingkan dengan botol yang pendek.

Selain itu bentuk kemasan juga berpengaruh pada efisiensi pemakaian ruang penyimpanan, cara penyimpanan, kekuatan tarik konsumen, cara pembuatan, dan bahan yang digunakan. Sebagian besar produsen akan berusaha untuk mengurangi berat kemasan yang dipakainya.

Hal tersebut karena dengan berkurangnya berat maka kekuatan yang dipakai untuk transportasi akan menyusut juga. Dengan demikian akan menurunkan harga jual dari produk tersebut. Tentu saja ini akan lebih menarik bagi konsumen, sekaligus dapat memenangkan persaingan.

9. Penampilan dan Pencetakan

Kemasan produk alangkah lebih baiknya jika membawa penampilan yang menarik apabila ditinjau dari semua segi, baik dari aspek bahan, estetika, ataupun hiasan. Dalam hal ini tentunya produsen haru sadar dengan lokasi mana produk akan dipasarkan.

Tentuya selera dari setiap masyarakat berbeda-beda. Masalah di dalam pencetakan benar-benar erat kaitannya dengan hiasan dan label yang digunakan dalam kemasan.

Beberapa bahan kemasan ada yang harus mengalami pencetakan label dan tambahan hiasan. Dengan demikian bahan kemasan yang digunakan harus membawa karakter mudah diterima percetakan dan hasilnya tidak mudah hilang.

10. Biaya Rendah

Salah satu cara yang sanggup digunakan untuk mempertahankan produk yang dijual selamanya terjangkau oleh kekuatan membeli konsumen adalah dengan menurunkan cost packaging sampai batas packaging. Maka dari itu sangat penting untuk membuat kemasan dibuat dengan biaya serendah-rendahnya.

11. Syarat Khusus

Terdapat banyak syarat tertentu yang harus untuk diperhatikan dalam membuat kemasan dan ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Misalnya cuaca tempat target pemasaran apakah tropis, sub tropis, kelembabannya, dan lain sebagainya.

Jenis Kemasan Produk

Terdapat lebih dari satu klasifikasi atau jenis berasal dari kemasan produk, yakni sebagai berikut.

1. Kemasan Produk Berdasarkan Struktur Sistem

Berdasarkan struktur sistemnya, kemasan diklasifikasikan ke dalam packaging primer dan sekuner. Berikut ulasan lengkapnya.

Packaging Primer

Packaging primer adalah packaging yang secara segera bersentuhan dengan produk yang dibungkusnya.

Packaging Sekunder

Packaging sekunder adalah packaging yang tidak secara segera bersentuhan dengan produk yang dibungkusnya, namun membungkus produl yang sudah dikemas dengan memakai packaging primer.

Packaging Tarsies dan Kuarter

Packacing tarsies dan kuarter adalah packaging yang digunakan untuk membungkus produk yang sudah dikemas terhadap packaging primer dan sekunder. Packaging jenis ini kerap dipakai sebagai pelindung terhadap risiko distribusi.

2. Kemasan Produk Berdasarkan Frekuensi Pemakaian

Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan bisa dikategorikan dalam sekali pakai atau bisa dipakai berkali-kali. Pemakaian kemasan yang berulang kali biasanya disesuaikan dengan produknya.

Adapun bahan kemasan yang bisa dipakai lebih dari satu kali seperti kaleng dan gelas, serta bahan yang cuma sanggup dipakai satu kali saja adalah kertas. Terdapat lebih dari satu jenis packaging berasal dari kelasifikasi ini, yakni sebagai berikut.

Packaging Sekali Pakai (Disposable)

Adalah packaging yang cuma sanggup digunakan sekali saja. Atau dengan kata lain setelah dipakai segera dibuang. Misalnya packaging yang terdapat terhadap permen, produk instan, dan lain sebagainya.

Packaging yang Digunakan Berulang Kali (Multi Trip)

Adalah packaging yang sanggup digunakan berulang kali. Biasanya costumer tidak menyingkirkan packaging ini melainkan dikembalikan ke agen penjual.

Nantinya packaging yang dikembalikan kepada agen penjual selanjutnya bakal didaur ulang oleh pabrik. Contohnya : galon wadah air minum, botol minuman Teh Botol Sosro, dan lain sebagainya.

Packaging yang Tidak Dibuang (Semi Disposable)

Packaging jenis semi-disposable ini bakal digunakan untuk kepentingan lain oleh konsumen, namun tidak dikembalikan ke agen penjual. Misalnya kaleng susu dipakai sebagai wadah gula, kaleng biskuit dipakai sebagai wadah kerupuk, dan lain sebagainya.

3. Kemasan Produk Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai

Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan produk dibagi menjadi dua macam, yakni sebagai berikut.

Packaging Siap Pakai

Packaging siap pakai adalah packaging yang siap digunakan atau diisi dengan produk dan bentuknya sudah jadi sejak dari pabrik. Misalnya botol, kaleng, dan lain sebagainya.

Packaging Siap Dirakit

Packaging siap dirakit adalah packaging yang bentuknya belum jadi atau memerlukan tahap perakitan sebelum diisi dengan produk. Misalnya wadah yang terbuat dari kertas, foil, atau plastik.

4. Kemasan Produk Berdasarkan Sifat Kekakuan Bahan Kemasan Produk

Packaging berdasarkan sifat kekakuan bahan kemasan produk, dapat dibedakan menjadi 3 yakni sebagai berikut.

Packaging Fleksibel

Packaging fleksibel adalah packaging yang bisa dilenturkan tanpa kerusakan retak, atau patah. Misalnya wadah yang terbuat berasal dari bahan plastik, kertas, dan aluminium foil.

Packaging Kaku

Packaging kaku adalah packaging yang membawa sifat keras, kaku, tidak sanggup dilenturkan, bakal patah apabila dibengkokkan, dan relatif tebal dibandingkan dengan kemasan fleksibel. Misalnya wadah yang terbuat berasal dari kayu, gelas, dan logam.

Packaging Semi Kaku atau Fleksibel

Packaging semi kaku adalah packaging yang membawa lebih dari satu sifat, merupakan gabungan dari packaging fleksibel dan kaku. Misalnya wadah botol yang terbuat berasal dari plastik.

5. Kemasan Produk Berdasarkan Sifat Perlindungan Terhadap Lingkungan

Packaging berdasarkan sifat perlindungan terhadap lingkungan, dapat dibedakan menjadi tiga yakni sebagai berikut.

Packaging Hermetis

Packaging hermetis adalah packaging yang tidak sanggup dilalui oleh gas, udara, atau uap air. Selama tetap hermetis, maka wadah bisa memelihara produk dari bakteri, kapang, ragi, dan debu. Misalnya kaleng, botol gelas yang ditutup secara hermetis, dan lain sebagainya.

Packaging Tahan Cahaya

Packaging tahan cahaya adalah packaging yang membawa sifat tidak transparan atau tembus pandang. Packaging ini sangat sesuai digunakan utuk bahan makanan yang mengandung lemak, vitamin, atau hasil fermentasi. Misalnya packaging yang terbuat dari bahan logam, kertas, dan foil.

Packaging Tahan Suhu Tinggi

Packaging tahan suhu tinggi adalah packaging yang membawa sifat tahan terhadap suhu yang tinggi. Bisanya packaging ini digunakan untuk bahan yang memerlukan proses pemanasan, pasteurisasi, dan juga sterilisasi. Misalnya packaging yang terbuat dari bahan logam dan kaca.

Tujuan Kemasan Produk

Semakin berkembangnya teknologi udah memicu kemasan produk beralih tujuan. Dahulu orang bicara ‘kemasan melindungi apa yang dijual’, sekarang orang bicara ‘kemasan menjual apa yang dilindungi’.

Berikut ini merupakan beberapa kegunaan atau tujuan dari packaging.

1. Fungsi Proteksi

Kemasan harus bisa melindungi isi yang ada di dalamnya dari apapun yang ada di luar. Perlindungan yang diberikan meliputi perlindungan terhadap benturan, tekanan, cuaca, bakteri, dan masih banyak lagi.

Harus diperhatikan juga bahan packaging yang digunakan. Ini tergantung dari karakter produk dan kapabilitas bahan packaging untuk melindungi produk yang bakal dikemas di dalamnya..

Misalnya untuk produk yang peka terhadap oksigen, maka mampu dipilih bahan packaging yang tidak mampu ditembus oleh oksigen, baik yang hampa udara ataupun yang diberi gas pengisi.

2. Fungsi Pengelompokkan Penempatan dan Penyimpanan

Packaging yang ideal seharusnya mampu menjawab bagaimana sebuah produk dikelompokkan atau ditempatkan. Harus diperhitungkan juga, bagaimana sebuah packaging tersebut bisa ditumpuk atau dibawa dalam jumlah yang banyak tanpa menimbulkan kerusakan.

Apakah efektif untuk manfaatkan ruang penyimpanan dan memungkinkan ditumpuk atau tidak. Efektif di sini maksudnya adalah mempertimbangkan berat dan ukuran packaging dibandingkan dengan ruang atau tempat pengiriman barnag.

Dengan demikian semakin tinggi penumpukkan yang mampu dilakukan, maka bakal semakin tinggi termasuk tingkat efisiennya. Selain itu sebuah packaging harus mampu mengelompokkan isi product yang ada di dalamnya. Misalnya untuk product sirup rasa melon kemasannya berwarna hijau sedang untuk sirup rasa leci kemasannya berwarna putih.

3. Fungsi Pemasaran

Packaging atau kemasan juga bermanfaat sebagai alat komunikasi dan informasi kepada konsume melalui gambar dan label yang ada di dalamnya. Dengan kemasan yang baik dan menarik, maka kemasan akan meningkatkan nilai jual dari produk yang ada di dalamnya.

Dengan demikian sebuah packaging harus mampu menyajikan informasi produk secara cermat dan kreatif. Selain menambahkan informasi produk yang ada di dalamnya, packaging juga berfungsi sebagai sarana iklan yang harus mampu menjadi penjual produk.

Dengan demikian penampilan desain harus dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menambahkan kesan produk yang dikemas membawa kualitas yang baik.

4. Fungsi Simbolik

Dalam perihal ini kemasan berperan sebagai identitas produk, tanda pengenal produk, dan tanda pengenal bagi perusahaan yang memproduksinya. Sebuah packaging harus mampu menyampaikan ‘pesan simbolik’ dari sebuah produk, sehingga diperlukan hak paten bagi desain packaging tersebut.

Hak paten tersebut membuat packaging tidak mampu ditiru oleh produk lain punya saingan dan sekaligus sebagai entry barrier bagi pesaing. Packaging yang udah menyandang gelar sebagai tanda pengenal produk, kemudian bakal membawa peran sebagai merk identity dari produk yang dikemasnya.

Dengan demikian konsep pengemasan harus mampu menjadi bagian dari sistem pemasaran. Packaging juga harus mampu membawa kegunaan sebagai sarana komunikasi suatu citra atau image tertentu.

Dari penampilan yang disuguhkan terhadap kemasan, harus mampu membuat orang untuk mengetahui rasa produk, walau tidak terkandung pesan khusus di kemasan. Maka desain packaging secara total mengindikasikan secara simbolik suatu citra yang baik, enak, indah, dan informatif.

5. Fungsi Estetik

Dengan adanya fungsi estetika dalam packaging, maka packaging mampu menarik perhatian calon pembeli. Dengan demikian, packaging harus perhatikan visualisasi desain, warna, dan termasuk postingan yang mempu menarik perhatian calon konsumen.

Banyak pakar pemasaran yang mengatakan desain sebuah kemasan produk berperan sebagai pesona produk. Hal tersebut karena packaging sebenarnya berada terhadap tingkat paling akhir suatu sistem rangkaian memproduksi yang tidak hanya untuk memikat mata saja, namun juga untuk memikat pemakaian.

Tips Membuat Kemasan Produk yang Menarik

Sejak paparan kemasan sebelumnya, menjelaskan bahwa kemasan ini memengaruhi tingkat penjualan suatu produk. Nah, berikut adalah beberapa tips untuk membuat wadah produk untuk menarik perhatian pelanggan potensial.

1. Melakukan Riset Pasar

Pertama kali untuk membuat kemasan yang menarik adalah dengan melakukan riset pasar. Desain kemasan dan label kemasan harus Anda lihat dengan investigasi terhadap produk sejenis maupun yang tak sejenis. Anda harus tahu klien Anda, apa yang mereka inginkan, produk apa yang mereka butuhkan, dan kekuatan pembelian mereka.

2. Desain Kemasan yang Unik

Poin penting dalam desain pengemasan yaitu mendesainnya dengan cara yang unik, inovatif, dan berbeda dari produk lain. Kemasan unik sangat efektif dalam menarik minat publik dan rasa penasaran mereka. Misalnya, ketika ada kotak pengemasan di rak supermarket, kemudian melakukan kemasan bundar, sehingga konsumen ingin tahu produk dan isinya.

3. Desain Sesuai Target Pasar

Kemasan juga harus disesuaikan dengan target pasar. Misalnya bila target pasar orang dewasa, sebaiknya buat kemasan yang informatif dan desain minimalis. Sedangkan jika targetnya anak-anak, gambar kartun adalah yang terbaik untuk disertakan.

4. Buat Wadah Berbagai Ukuran

Jika produk yang Anda jual adalah produk baru, coba buat wadah dengan berbagai ukuran, seperti kecil, sedang, dan besar. Orang cenderung memilih kemasan terkecil untuk produk yang baru diluncurkan.

5. Sertakan Informasi Lengkap

Sertakan pula informasi lengkap dalam kemasan. Misalnya komposisi produk, jenis produk, cara penyajian, tanggal kadaluarsa, dan sebagainya. Konsumen cenderung tidak tertarik pada produk dengan informasi yang tak lengkap.

6. Buat Penilaian Pasar

Ketika kemasan produknya telah dirancang, maka itu adalah tantangan bahwa kemasan harus memiliki penggemar yang tinggi. Dengan begitu, Anda mendapatkan informasi tentang apa yang pelanggan Anda inginkan desain kemasan.

Contoh Kemasan Produk

Hal yang diamati dahulu biasanya adalah tampilan luarnya, termasuk termasuk terhadap suatu produk. Banyak misal kemasan produk yang unik, lebih-lebih tersedia yang ditiru produsen lain. Berikut adalah misal kemasan produk yang termasuk kategori terikonik dan diingat masyarakat.

1. Kinder Joy

Jajanan anak Kinder Joy merupakan salah satu contoh kemasan yang paling ikonik. Kinder Joy (Kinder Merendero) adalah produk asal Italia, yang sudah dijual di lebih dari 100 negara. Kinder Joy saat dibuka oleh anak-anak, berisi dua butir coklat dengan krim putih dan sebuah mainan mungil. Menariknya lagi, kemasan Kinder Joy juga dilabeli ‘For Boy’ dan ‘For Girls’, yang mampu dipilih sesuai gender si anak. Apalagi Kinder Joy biasa dipajang di etalase depan kasir, tak heran Kinder Joy dengan desainnya yang unik menjadi salah satu jajanan paling diingat oleh anak-anak.

2. Yakult

Dikemas dengan botol berbentuk gelas plastik Polistirena resin (PS) berleher sempit, berukuran kecil, dan semi kaku, kemasan Yakult bisa dibayangkan siapa saja. Tutup botolnya berbentuk aluminium foil yang tidak resealable, kemasan seperti ini bermanfaat untuk mengurangi efek kontaminasi ketika produk dikonsumsi. Kemasan botolnya berukuran kecil (65 ml dan 100 ml) dibuat untuk meminimalisir kontaminasi dengan bakteri lain, sehingga mutunya tetap terjaga.

3. Kaleng Kerupuk

Semua orang tentu ingat kemasan kerupuk berbentuk kaleng aluminium/seng kotak, yang biasanya berwarna biru atau merah salah satu sisinya dilengkapi kaca/plastik bening dan tutup bulat di atasnya. Di warung bakso dan mie ayam, kaleng seperti itu sangat mudah ditemukan. Bentuknya jadi contoh kemasan produk yang ikonik dan tak akan pernah terlupakan, khususnya bagi masyarakat Indonesia.

4. Cokelat Eyeglass

Kemasan terikonik selanjutnya adalah bungkus permen cokelat Eyeglass. Kemasannya terdiri dari dua lingkaran yang terhubung, seperti kacamata. Packagingnya didominasi oleh aluminium foil, menampakkan permen cokelat warna-warni di balik balutan plastik bening. Cara membukanya juga mudah, seperti pil obat. Dari kemasannya yang unik nan ikonik, menjadikannya mudah diingat sebagai satu contoh kemasan jajanan di Indonesia.

5. Botol Coca-Cola

Contoh kemasan produk selanjutnya adalah Coca-Cola. Menurut sejarahnya, tahun 1915, di pasaran sudah banyak yang mengikuti produk Coca-Cola. Baik dari rasa, hingga botolnya. Di situlah Coca-Cola menciptakan desain baru. Desain kontur yang unik dan ikonik, resmi diciptakan oleh Root Glass Company. Botol dengan kaca bening yang lumayan tebal, dengan tulisan timbul yang mencantumkan brand Coca-Cola di lehernya. Botol inilah yang jadi ikon Coca-Cola tetap diingat. Tetapi di tahun 1957, The Coca-Cola Company mengeluarkan botol terbarunya. Berkontur Coca-Cola dengan logo khasnya yang tercetak di atas botol, dengan warna putih. Botol Coca-Cola jadi kemasan yang ditiru atau sebagai tolak ukur sebagian softdrink lainnya.

6. Permen Karet Yosan

Contoh kemasan produk unik selanjutnya adalah bungkus permen karet Yosan. Permen karet Yosan dibungkus oleh dua kemasan dengan kegunaan masing-masing. Kemasan luarnya, mencantumkan detail identitas produk permen karet Yosan, dengan warna kertas merah, hijau atau kuning. Sedangkan kemasan dalamnya untuk dikumpulkan dan ditukarkan dengan hadiah menarik. Kemasan di dalam permen karet Yosan dari kertas transparan yang tertera huruf Y, O, S, A atau N. Tergantung keberuntungannya, Anda bisa mendapat huruf apa dari sebutir permen karet Yosan yang dibeli. Menariknya lagi, huruf N di kemasan permen karet Yosan, terlalu susah ditemukan. Bahkan memborong dari salah satu warung pun belum tentu kami mendapat huruf N. Hingga tahun 2019 dikatakan baru 4 orang di Indonesia yang jadi penemu huruf N dan mendapat hadiah sesuai yang tercantum di informasi bungkus Yosan.

7. Cokelat Choyo-choyo Yosan

Kemasannya berbentuk cup plastik agar-agar, namun di dalam versi mini. Isinya cokelat dengan perpaduan rasa vanila, melon, strowberi dan jeruk. Sebanyak 20 cup cokelat choyo-choyo dipajang di dalam pack kertas dengan 20 lubang yang cocok ukuran cup dan biasa digantung di warung-warung. Cokelat ini termasuk dilengkapi dengan sendok mini untuk menikmatinya. Cokelat choyo-choyo yosan jadi satu misal kemasan produk terikonik selanjutnya dan selalu diingat.

8. Permen Sugus

Permen Sugus edisi jadul, dililit dengan dua kemasan. Kemasan primernya dari kertas putih transparan yang melilit permen berbentuk kotak kecil. Kemasan sekunder inilah yang menjadikannya satu misal kemasan produk ikonik dan diingat. Dibuat dari plastik warna-warni yang kedua ujungnya dipelintir, untuk mengencangkannya. Kabarnya, kemasan permen sugus mampu jadi uang mainan, atau yang ditiup pinggirnya berbunyi layaknya siulan. Saking terkenalnya permen Sugus dengan kemasan ikoniknya, permen brand Lazery pun disapa dengan Sugus. Bahkan, untuk kurangi dampak horor, tersedia orang menyebut hantu poc*ng dengan samaran permen Sugus, gara-gara kemasannya yang mirip.

9. Kaleng Khong Guan

Contoh kemasan product terikonik selanjutnya adalah kaleng Khong Guan. Meski tersedia sebagian wujud kemasan, product biskuit khong guan lebih diingat dengan kaleng kotak merahnya. Gambar seorang ibu berambut pendek ikal dengan anak laki-laki dan perempuannya, sedang sarapan di meja makan tanpa sosok ayah, sukses jadi ikon yang diingat masyarakat. Meme pun bertebaran. Katanya, jika kaleng Khong Guan lebaran, justru berisi rengginang dan remahannya.

10. Kaleng Permen Pagoda dan Milton Pastilles

Meski produsen berbeda, namun mereka sama-sama bersensasi rasa semriwing dan jadi misal kemasan product terikonik. Kemasan kedua permen ini yakni kaleng bulat pipih yang dilengkapi tutupnya. Bedanya, jika tutup milton dibuka, segera didapat permen berbentuk segitiganya. Tapi jika tutup pagoda dibuka, si kaleng wadahnya masih tertutup lapisan lagi, dengan lubang kecilnya. Jaman dulu, berasa cool banget jika sukses mengeluarkan permen yang mungil hitam itu dari lubangnya.

Akhir Kata

Sekian pembahasan lengkap mengenai pengertian kemasan produk. Mulai dari menurut para ahli, secara umum, manfaat, tujuan, fungsi, contoh, jenis, klasifikasi, syarat, hingga tips membuat kemasan produk atau product packaging yang menarik.