Rasio Likuiditas

Pengertian dan Contoh Rasio Likuiditas

Donabisnis.com – Pengertian rasio likuiditas dan manfaatnya. Rasio likuiditas disebut juga dengan rasio modal kerja, merupakan sebuah teknik analisis rasio yang biasa digunakan untuk menganalisis laporan keuangan. Tujuannya ialah untuk membantu perusahaan mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancarnya.

Rasio ini sangat penting dipakai untuk menganalisis suatu laporan keuangan. Hal tersebut dikarenakan akan sangat berbahaya apabila sebuah perusahaan tidak likuid yang dapat menyebabkan kebangkrutan.

Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian dan definisi rasio likuiditas, Anda bisa menyimak artikel ini. Di sini kami juga akan menjelaskan manfaat, jenis, tujuan, faktor yang mempengaruhi, fungsi, klasifikasi, rumus, hingga contoh rasio likuiditas.

Pengertian Rasio Likuiditas

Terdapat dua jenis pengertian rasio likuiditas, yakni pengertian secara umum dan menurut pendapat para ahli. Selengkapnya bisa disimak di bawah ini.

Pengertian Rasio Likuiditas Secara Umum

Secara umum pengertian rasio likuiditas adalah proporsi yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mematuhi kewajiban atau membayar hutang jangka pendek. Hubungan ini dapat digunakan untuk mengukur bagaimana cairan adalah perusahaan. Jika perusahaan dapat mematuhi kewajibannya, itu berarti bahwa perusahaan itu cair, sedangkan jika perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya, itu berarti bahwa perusahaan adalah iLikuid.

Cara mengukur perusahaan adalah cair atau tidak, Anda dapat membandingkan komponen yang ada di neraca, yaitu, total aset lancar dengan total kepasifan (hutang jangka pendek). Pengukuran ini dapat dibuat untuk beberapa periode sehingga pengembangan likuiditas perusahaan terlihat dari waktu ke waktu.

Pengertian Rasio Likuiditas Menurut Para Ahli

Adapun pendapat para ahli mengenai definisi dan pengertian rasio likuiditas adalah sebagai berikut.

1. Kasmir

Kasmir (2012:130) menyebut Rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan.

2. Van Horne dan Wachowicz

Van Horne dan Wachowicz (2012:205) menyelaskan arti rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Rasio ini membandingkan kewajiban jangka pendek dengan sumber daya jangka pendek atau aktiva lancar yang tersedia untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tersebut.

3. Mamduh dan Halim

Mamduh M. Hanafi dan Halim (2014:37) menerangkan definisi rasio likuiditas adalah kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat besarnya aktiva lancar relative terhadap kewajiban lancarnya.

4. Harahap

Harahap (2010:301) menjabarkan pengertian dan penjelasan rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya.

Rasio ini bisa dihitung melalui sumber tentang modal kerja yaitu berbagai pos aktiva lancar dan hutang lancar.

Manfaat Rasio Likuiditas

Analisis laporan keuangan yang menggunakan perhitungan indeks likuiditas telah menguntungkan banyak dari banyak pihak yang memiliki minat dalam laporan keuangan.

Pihak yang memiliki minat mencakup pemilik perusahaan dan administrasi perusahaan. Untuk bagian internal, indeks likuiditas perusahaan berguna untuk menunjukkan dan mengevaluasi kinerjanya dalam pengelolaan perusahaan, terutama dalam hal likuiditas perusahaan.

Selain itu, eksterior perusahaan juga memiliki minat, seperti kreditor, investor, pemasok, dll. Bagi para pihak dari luar indeks likuiditas perusahaan, penting untuk mengevaluasi Perusahaan untuk membayar hutang kepada pihak ketiga.

Kapasitas pembayaran perusahaan akan memberikan jaminan bagi pihak yang berminat. Bagi kreditor, penting untuk mengevaluasi jika perusahaan akan diberikan pinjaman lain atau tidak. Untuk distributor, berguna untuk mengevaluasi jika perusahaan memiliki kemampuan membayar atau tidak.

Jika sebuah perusahaan memiliki kemampuan membayar, itu akan membuatnya lebih mudah untuk menentukan keputusan untuk menjual barang dengan kredit. Artinya, ada jaminan yang menunjukkan bahwa pinjaman yang diberikan kepada perusahaan akan dibayar tepat waktu.

Tetapi hubungan likuiditas bukan satu-satunya pertimbangan menyetujui pinjaman atau penjualan barang secara kredit.

Jenis Rasio Likuiditas

Adapun jenis-jenis atau klasifikasi rasio likuiditas yang perlu diketahui adalah sebagai berikut.

1. Current Ratio

Dalam hubungan ini, akan diketahui sejauh aset saat ini perusahaan dapat digunakan untuk menutupi kewajiban jangka pendek atau hutang lunak. Semakin besar perbandingan aset lancar dengan hutang lunak, itu berarti bahwa semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban utangnya tanpa masalah. Proporsi arus tinggi dapat mengindikasikan kelebihan uang tunai yang dapat berarti dua hal, yaitu, besarnya manfaat yang telah diperoleh atau hasil dari keberadaan keuangan perusahaan secara efektif untuk berinvestasi.

2. Quick Ratio

Indeks ini akan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar atau tanpa memperhitungkan inventaris karena inventaris akan memakan waktu lama untuk menjadi efektif dibandingkan dengan aset lain. Proporsi cepat ini terdiri dari piutang dan nilai-nilai. Jadi semakin besar proporsi, semakin baik posisi keuangan perusahaan akan. Jika hasilnya mencapai 1: 1 atau 100%, ini akan menghasilkan efek yang baik jika ada likuidasi karena perusahaan akan mudah membayar kewajibannya.

3. Cash Ratio

Hubungan ini digunakan untuk mengukur jumlah uang tunai yang tersedia untuk membayar liabilitas jangka pendek yang ditunjukkan dari ketersediaan uang tunai atau setara kas, misalnya, akun saat ini. Jika hasil rasio menunjukkan 1: 1 atau 100% atau lebih besar akan menjadi perbandingan tunai dengan hutang, itu akan lebih baik.

4. Cash Turnover Ratio

Hubungan ini akan menunjukkan nilai relatif antara nilai penjualan bersih untuk pekerjaan bersih. Modal kerja yang bersih adalah komponen lengkap dari aset lancar yang dikurangi dengan total utang tanpa masalah.

Hubungan ini dihitung dengan membagi nilai penjualan bersih dengan modal kerja. Hubungan ini menunjukkan jumlah penjualan untuk modal kerja perusahaan.

Tujuan Rasio Likuiditas

Tujuan dari penggunaan rasio likuidasi dalam melakukan analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut.

  • Untuk mengukur kapasitas perusahaan dalam pembayaran hutang yang harus dibayarkan ketika penagihan. Ini berarti kemampuan untuk membayar hutang yang saatnya untuk mengganti sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.
  • Untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban gratis menggunakan aset lancar pada umumnya. Ini berarti jumlah kewajiban yang bertambahnya usia kurang dari atau sama dengan 1 tahun, dibandingkan dengan jumlah aktivitas.
  • Untuk mengukur kemampuan Perusahaan untuk membayar kewajiban tanpa masalah tanpa memperhitungkan inventaris atau piutang.
  • Untuk mengukur dan juga membandingkan antara jumlah modal kerja Perusahaan dengan jumlah inventaris.
  • Untuk mengukur jumlah uang tunai yang tersedia untuk membayar hutang jangka pendek.
  • Sebagai alat perencana di masa depan, terutama yang terkait dengan uang tunai dan liabilitas.
  • Sebagai alat untuk menggambarkan kelemahan yang dimiliki oleh Perusahaan masing-masing komponen yang terkandung dalam aset lancar dan kewajiban saat ini.
  • Sebagai alat impian untuk bagian internal Perusahaan meningkatkan atau meningkatkan kinerjanya, dengan mengacu pada tingkat hubungan likuiditas saat ini.

Fungsi Rasio Likuiditas

Dari pengertian rasio likuiditas yang telah dipaparkan tersebut, bisa diambil kesimpulan fungsi-fungsi dari rasio likuiditas adalah sebagai berikut.

  • Untuk menilai dan mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini khususnya bermanfaat bagi kreditur atau pihak pemberi pinjaman.
  • Untuk mengetahui dan menganalisis aktiva lancar mana yang paling membantu perusahaan untuk memenuhi kewajiban sekaligus mengetahui utang lancar mana yang paling membenani perusahaan.
  • Untuk melihat dan membandingkan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu sehingga perusahaan mampu menentukan strategi serta langkah untuk meningkatkan rasio likuiditas.
  • Untuk merencanakan keuangan perusahaan di masa depan terutama yang berkaitan dengan kas dan utang perusahaan sehingga kas dan utang benar-benar efisien untuk perusahaan.
  • Sebagai inspirasi bagi manajemen perusahaan dalam mengambil kebijakan perusahaan di masa depan dengan memanfaatkan rasio likuiditas di tahun berjalan.

Faktor yang Mempengaruhi Rasio Likuiditas

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi likuiditas sebuah perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

1. Cost of External Financing

Biaya faktor pembiayaan eksternal terkait dengan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan jika perusahaan menggunakan di luar dana perusahaan, menggunakan ukuran ukuran perusahaan dan kesempatan untuk tumbuh untuk mengukur faktor-faktor ini.

Munawir (2001) menjelaskan bahwa biaya dana eksternal yang dihadapi perusahaan besar lebih rendah daripada usaha kecil.

Ini karena perusahaan besar dapat mencapai skala ekonomi, terutama jika dikaitkan dengan biaya tetap ketika membuat emisi sekuritas.

Pada perusahaan yang menghadapi keadaan kompleks informasi asimetris antara orang asing dan investor asing, perusahaan akan cenderung mengalami biaya besar pembiayaan eksternal.

Ini berlaku untuk perusahaan yang nilainya ditentukan sebagian besar oleh peluang pertumbuhan. Perusahaan juga akan menghadapi informasi asimetris yang besar.

2. Current and Future Investment Opportunities

Peluang investasi saat ini dan di masa depan adalah peluang investasi yang dihadapi perusahaan, baik sekarang maupun di masa depan.

Faktor ini dapat mempengaruhi manajemen untuk menentukan kebijakan likuiditasnya.

Terkait dengan peluang investasi saat ini dan di masa depan, manajemen ini akan mempertimbangkan, apakah lebih baik berinvestasi dalam bentuk aset tetap atau aset tanpa masalah.

3. Transaction Demand for Liquidity

Permintaan untuk transaksi likuiditas terkait dengan uang tunai yang dibutuhkan perusahaan untuk transaksi.

Faktor ini adalah faktor yang dipertimbangkan oleh manajemen untuk menentukan likuiditas perusahaan.

Tingkat kapasitas perusahaan untuk membayar semua kewajiban lunak disebut likuiditas seperti dijelaskan di atas.

Perusahaan yang memiliki kapasitas yang cukup untuk membayar tanggung jawab lunak disebut perusahaan cair. Sementara perusahaan yang mengalami kesulitan membayar kewajiban tanpa masalah disebut ilikuid.

Kapasitasnya dapat diukur dari kemampuan perusahaan untuk mendapatkan uang tunai atau kemampuan untuk mengubah aset non-moneter secara tunai.

Aspek likuiditas yang umumnya dikaitkan dengan 1 periode tahun atau, kadang-kadang, diidentifikasi dengan siklus operasi normal suatu perusahaan.

Siklus operasi normal adalah periode waktu yang mencakup awal kegiatan produksi, pembelian, penjualan ke kegiatan yang diidentifikasi dengan siklus operasi normal.

Ini umumnya digunakan di perusahaan yang siklus operasinya melebihi 1 periode buku.

4. Cash Flow Uncertainty

Arus kas ketidakpastian (ketidakpastian arus kas) dapat menentukan kebijakan administrator untuk menentukan tingkat likuiditas perusahaan.

Perusahaan yang memiliki tingkat arus kas yang tinggi dari ketidakpastian akan cenderung berinvestasi dalam aset likuid atau tanpa masalah dengan jumlah yang cukup besar.

Selain 4 faktor ini, ada juga beberapa faktor lain, yaitu, sebagai berikut.

  • Jenis perusahaan
  • Kebutuhan akan jumlah modal untuk melakukan kegiatan perusahaan.
  • Perubahan inventaris yang terkait dengan volume penjualan saat ini atau di masa depan. Ini bisa tentang investasi dalam inventaris ini.
  • Nilai saat ini atau nilai sebenarnya dari aset lancar. Kadang-kadang, ada kemungkinan bahwa sebuah perusahaan memiliki piutang keseimbangan yang besar, tetapi piutang panjang dan sulit dikenakan biaya. Oleh karena itu, nilai realisasi mungkin lebih kecil dari yang diinformasikan.

Rumus Rasio Likuiditas

Rumus rasio likuiditas dibagi berdasarkan jenis atau klasifikasinya. Adapun untuk lebih jelasnya rumus-rumus rasio likuiditas adalah sebagai berikut.

1. Rumus Current Ratio

Rasio Lancar = Aktiva Lancar (Current Ratio) / Utang Lancar (Current Liabilities) x 100%

2. Rumus Quick Ratio

Quick Ratio = Current Assets – Inventory / Current Liabilities x 100%

3. Rumus Cash Ratio

Cash Ratio = Cash or Cash Equivalent /Current Liabilities x 100%

4. Rumus Cash Turnover Ratio

Working Capital to Total Assets Ratio = Current Assets – Current Liabilities / Total Assets x 100%

Contoh Rasio Likuiditas

PT Hij memiliki aset Rp saat ini. 100 juta terdiri dari Rp. 30 juta uang tunai dan Rp. 20 juta dalam bentuk akun saat ini di bank. Sementara utang perusahaan saat ini adalah Rp. 70 juta. Apa hubungan uang tunai dari perusahaan PT HIJ?

Yang diketahui:

Kas dan Setara Kas = Rp. 50 juta diperoleh dari perhitungan (Rp. 30 juta + Rp. 20 juta)
Hutang saat ini = Rp. 70 juta
Hubungan yang Efektif =?

Menjawab

Hubungan Kas = (Kas + Setara Kas) / Utang Saat Ini
Hubungan dalam bentuk tunai = Rp. 50 juta / Rp. 70 juta = 0,71 kali

Jadi hubungan tunai PT. Hij adalah 0,71 kali

Akhir Kata

Demikian pembahasan singkat mengenai pengertian rasio likuiditas. Mulai dari pengertian, definisi, manfaat, jenis, tujuan, fungsi, faktor yang mempengaruhi, rumus, hingga contoh perhitungan secara lengkap.

Tinggalkan komentar