Aktiva Tetap Adalah

Pengertian Aktiva Tetap Adalah dan Jenisnya

Donabisnis.com – Aktiva tetap adalah. Aktiva tetap atau asset tetap merupakan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Sifat kekayaan ini permanen dan dipakai dalam kegiatan perusahaan dengan jagnka waktu panjang serta memiliki nilai yang cukup material.

Menurut sifatnya, aktiva tetap dibedakan menjadi dua, yakni aktiva tetap berwujud (tangible fixed assets) dan aktiva tetap tidak berwujud (intangible fixed assets). Adapun untuk aktiva tetap berwujud kerap disebut aktiva tetap saja.

Nah untuk lebih jelasnya memahami aktiva tetap, pada kesempatan ini kami akan menjelaskan definisinya. Mulai dari pengertian, karakteristik, perolehan dan pencatatan, contoh soal, pencatatan pengeluaran terhadap aktiva tetap, manfaat, jenis, tujuan, fungsi, dan lain sebagianya.

Pengertian Aktiva Tetap

Ada banyak definisi pengertian aktiva tetap adalah. Mulai dari menurut pendapat ahli hingga secara umum. Selengkapnya bisa disimak di bawah ini.

Pengertian Aktiva Tetap Secara Umum

Aktiva tetap adalah aktiva atau aset yang berwujud yang diperoleh dalam bentuk yang siap pakai, dibuat, atau dibangun dan siap digunakan atau memberikan manfaat dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.

Selain itu, aktiva tetap juga bisa diartikan sebagai aset atau aktiva siap pakai yang tidak dimaksudkan untuk diperjualbelikan oleh perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

Pengertian Aktiva Tetap Menurut Pendapat Para Ahli

Di bawah ini adalah beberapa daftar kumpulan pengertian aktiva tetap adalah menurut para ahli.

1. Warren

Warren, et all (2008, 440) mengatakan aktiva tetap adalah asset jangka panjang atau asset yang relative permanen, dimiliki dan dipakai oleh perusahaan serta tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai bagian dari kegiatan orperasional normal.

2. Rudianto

Rudianto (2009, 276) menyebutkan aktiva tetap adalah barang berwujud yang dimiliki oleh perusahaan yang sifatnya relative permanen dan dipakai dalam kegiatan normal perusahaan bukan untuk diperjualbelikan.

3. Reeve

Reeve dkk (2012, 2) menjelaskan aktiva tetap adalah asset yang bersifat jangka panjang atau secara relative mempunyai sifat permanen serta bisa dipakai dalam jangka panjang.

4. Baridwan

Baridwan (2008, 271) menjelaskan aktiva tetap adalah asset yang sifatnya relative permanen yang dipakai dalam kegiatan perusahaan yang normal. Istilah relative permanen ini menunjukan sifat dimana asset yang bersangkutan bisa dipakai dalam jangka waktu yang relative cukup lama.

5. Martani

Martani dkk (2012, 270) menyebutkan aktiva tetap adalah asset yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi dan penyediaa barang dan jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administrative dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari 1 periode.

6. Ikatan Alumni Indonesia

Ikatan Akuntan Indonesia (2012, 1) mendefinisikan aktiva tetap adalah asset yang dimiliki dan diperjualbelikan (baik dibuat sendiri atau diperoleh dari pembelian, pertukaran, dan sumbangan) yang nilainya relative tinggi dan manfaatnya lebih dari 1 periode akuntansi serta dipakai dalam kegiatan atau operasi perusahaan.

Jenis Aktiva Tetap

Ada berbagai jenis aktiva tetap di antaranya:

  • Tanah, digunakan sebagai area bangunan gedung, lapangan, parkir, halaman, dan lain sebagainya yang berguna untuk perusahaan.
  • Bangunan, digunakan sebagai tempat operasional perusahaan untuk menjalankan usahanya seperti kantor, pabrik, toko, atau rumah toko.
  • Mesin, alat-alat kerja yang mampu menunjang produktivitas perusahaan seperti mesin fotocopy, printer, dsb.
  • Kendaraan perusahaan seperti mobil, motor, dan truk yang digunakan sebagai fasilitas transportasi perusahaan.
  • Perlengkapan atau peralatan lainnya seperti meja, kursi, AC, dan furniture perusahaan yang lain.

Karakteristik Aktiva Tetap

Berikut merupakan beberapa karakteristik dari asset tetap:

  • Dipakai dalam kegiatan normal perusahaan. Hal tersebut berarti asset tersebut dimiliki untuk dipakai, tidak untuk dijual kembali atau sebagai suatu investasi.
  • Mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun atau 1 siklus operasi normal perusahaan.
  • Mempunyai nilai yang cukup material. Hal tersebut berarti nilai/ harga dari asset tersebut cukup tinggi. Misalnya seperti: bangunan, tanah, kendaraan, dan berbagai mesin produksi. Sedangkan untuk asset yang nilainya kecil, tapi mempunyai masa manfaat panjang, tidak bisa dikelompokan sebagai asset tetap. Misalnya seperti: kalkulator, gunting, pisau, penggaris. Dan lain sebagainya.

Sifat Aktiva Tetap

Meskipun semua aktiva memiliki beberapa ciri dasar yang umum, aktiva tetap memiliki ciri-ciri tambahan sebagai berikut :

  • Aktiva tetap merupakan barang-barang fisik yang dimiliki untuk memperlancar/ mempermudah produksi barang-barang lain atau untuk menyediakan jasa-jasa bagi perusahaan atau para pelanggannya dalam kegiatan normal perusahaan. Semua aktiva tetap memiliki usia terbatas, pada akhir usianya harus dibuang atau diganti. Nilai aktiva tetap berasal dari kemampuannya untuk mengesampingkan pihak lain dalam mendapatkan hak – hak yang sah atas penggunanya dan bukan dari pemaksaan dari suatu kontrak.
  • Aktiva tetap seluruhnya nonmoneter, manfaatnya diterima dari penggunaan atau penjualan jasa-jasa dan bukan dari pengubahannya menjadi sejumlah uang tertentu. Pada umumnya jasa yang diterima dari ativa tetap meliputi suatu periode yang lebih panjang dari satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan. Akan tetapi terdapat terkecualian. Misalnya suatu bangunan atau peralatan tidak klasifikasikan kembali sebagai aktiva lancar bilamana sisa manfaatnya kurang dari satu tahun. Dalam beberapa kasus seperti halnya,beberapa unsur memiliki usia asli yang lebih pendek dari pada satu siklus operasi perusahaan.
  • Unsur-unsur aktiva tetap mempunyai ciri umum dan memiliki beberapa tujuan pelaporan keuangan yang sama. Salah satu tujuan ini di dasarkan kepada keseragaman mereka dalam proses akuntansi. Aktiva tetap dimiliki untuk mendapatkan jasa-jasanya di masa mendatang .

Ciri-ciri Aktiva Tetap

Aset tetap tersebut bisa dilihat dari ciri-cirinya, seperti penjelasan dua tokoh berikut ini.

1. Soemarsono S.R

  • Aset dari segi nominal harganya tergolong lebih besar.
  • Manfaat benda tersebut umumnya lebih dari satu tahun sehingga memiliki waktu yang lebih panjang.
  • Aset tetap yang dimiliki oleh perusahaan tujuannya adalah sebagai simpanan dan bukan untuk dijual.
  • Aset digunakan untuk kegiatan perusahaan.

2. Jerry J. Weygandt

  • Aset digunakan untuk aktivitas perusahaan sebagai operasional.
  • Benda tersebut digunakan sebagai simpanan dan tidak untuk dijual pada pihak lainnya.
  • Aset bisa dilihat baik dari bentuk, ukurannya dengan jelas.
  • Dari ciri-ciri yang sudah dijelaskan oleh kedua tokoh tersebut memberikan kemudahan bagi Anda untuk lebih mengetahui manfaat aset tetap tersebut dalam perusahaan.

Cara Perolehan dan Pencatatan Aktiva Tetap

Harga perolehan dari suatu aktiva tetap ini meliputi seluruh biaya yang dikeluarkan atau terjadi untuk memperoleh aktiva tersebut, sehingga siap untuk digunakan dalam kegiatan normal perusahaan.

Yang termasuk kedalam harga perolehan yaitu sebagai berikut.

  • Harga beli aktiva yang bersangkutan ditambah dengan
  • Biaya angkut
  • Biaya pemasangan
  • Biaya asuransi saat pengangkutan
  • Biaya percobaan
  • Biaya komisi
  • Biaya balik nama
  • Dan lain sebagainya.

1. Membeli Tunai

Membeli secara tunai adalah langkah perolehan asset selamanya bersama langkah perusahaan mengeluarkan sejumlah duit tunai untuk beroleh asset tersebut.

Aktiva yang dicatat didalam akuntansi adalah sejumlah nilai kas yang telah dikeluarkan untuk beroleh aktiva tersebut.

Nilai kas yang dibayarkan berikut telah terhitung beraneka ongkos yang dikeluarkan untuk beroleh aktiva berikut dan dikurangi bersama potongan harga / potongan. Jurnal yang dibikin adalah sebagai berikut.

Aktiva TetapRp $$$
KasRp $$$

2. Membeli Kredit atau Angsuran

Aktiva yang dibeli bersama langkah kredit atau angsuran jangka panjang, mesti dicatat senilai harga tunainya.

Selisih pada harga tunai bersama kuantitas seluruh angsuran diperlakukan sebagai bunga. Dan dialokasikan secara seimbang sebagai beban bunga yang berjalan terhadap periode selama era kontrak pembelian.

Jurnal selagi pembelian.

Aktiva TetapRp $$$
Bunga yang DitangguhkanRp $$$
Utang AngsuranRp $$$

Jurnal selagi mengangsur.

Utang AngsuranRp $$$
Beban BungaRp $$$
Bunga yang DitangguhkanRp $$$
KasRp $$$

3. Pertukaran

Aktivitas pertukaran ini mampu berjalan atas aktiva yang sejenis ataupun yang tidak sejenis.

Pertukaran asset selamanya sejenis adalah pertukaran asset selamanya yang manfaat dan sifatnya sama, sekiranya seperti mesin bersama mesin.

Sedangkan pertukaran asset selamanya tidak sejenis adalah pertukaran asset selamanya yang manfaat dan sifatnya tidak sama, sekiranya seperti tanah bersama kendaraan.

Selisih nilai buku pada asset selamanya yang diserahkan bersama nilai lumrah yang digunakan sebagai dasar pencatatan mesti dianggap sebagai laba / rugi pertukaran. Berikut merupakan jurnal untuk mencatatnya.

Jurnal kala rugi.

Aktiva Tetap (Baru)Rp $$$
Akumulasi Penyusutan Aktiva TetapRp $$$
Rugi dari PertukaranRp $$$
Aktiva Tetap (Lama)Rp $$$
KasRp $$$

Jurnal kala laba.

Aktiva Tetap (Baru)Rp $$$
Akumulasi Penyusutan Aktiva TetapRp $$$
Untung dari PertukaranRp $$$
Aktiva Tetap (Lama)Rp $$$
KasRp $$$

4. Membuat Sendiri

Apabila suatu asset selamanya didapatkan bersama langkah membawa dampak sendiri, maka harga perolehannya mirip bersama seluruh ongkos yang dikeluarkan sampai bersama asset berikut siap untuk digunakan.

Dalam hal berikut berjalan kapitalisasi biaya. Kapitalisasi ongkos adalah seluruh ongkos bakal dicatat sebagai bagian berasal dari ongkos perolehan aktiva dan disusutkan selama era manfaat aktiva tersebut.

Selain itu terhitung berlaku rancangan conservatism didalam akuntasi. Yaitu kalau ongkos untuk membawa dampak sendiri aktiva lebih rendah dibandingkan bersama harga pasar, maka ada laba tidak boleh diakui.

Namun, kalau ongkos membawa dampak sendiri aktiva lebih tinggi dibandingkan bersama harga pasar, maka kerugian mesti dicatat dan aktiva berikut dilaporkan bersama nilai pasar yang tengah berlaku.

5. Menerbitkan Surat Berharga

Apabila perusahaan beroleh asset selamanya bersama langkah mengeluarkan surat punya nilai baik saham / obligasi, maka yang menjadi dasar pencatatannya adalah nilai pasar surat punya nilai kala dibeli.

Jika berjalan keadaan dimana nilai pasar tidak mampu diketahui mirip sekali, maka mesti dilaksanakan penilaian kembali atas aktiva berikut oleh pihak yan independen.

6. Diterima dari Hadiah atau Sumbangan

Apabila asset selamanya didapatkan sebagai hadiah, maka asset berikut bakal dicatat sebesar harga pasar atau harga wajar, disertai bersama mengkredit akun modal.

Dalam beroleh berasal dari hadiah atau donasi ini bisa saja dikeluarkan ongkos yang jauh lebih kecil berasal dari nilai aktiva yang diterima. Oleh sebab itu kalau dicatat sebesar ongkos yang dikeluarkan bakal membawa dampak kuantitas aktiva dan beban depresiasi terlalu kecil.

Berikut merupakan jurnal pencatatannya.

Aktiva TetapRp $$$
Modal DonasiRp $$$

7. Diterima dengan Sewa Guna Usaha

Pencatatan yang dilaksanakan bersama langkah perolehan berasal dari leasing ini terkait berasal dari jenis leasing yang diambil oleh perusahaan. Terdapat 2 langkah leasing menurut James Reeve dkk (2009,7), yakni sebagai berikut.

– Capital Lease

Asset yang didapatkan bersama memanfaatkan langkah ini dicatat sebagai asset selamanya didalam golongan tersendiri dan mesti diamortisasikan.

Kewajiban leasingnya terhitung dipisahkan berasal dari kewajiban lainnya. Pada kebanyakan langkah ini dilaksanakan kalau aktiva yang disewa lebih berasal dari 2 tahun.

– Operating Lease

Jika perusahaan menentukan memanfaatkan langkah ini, mka pencatatan angsuran setiap bulannya tidak dianggap sebagai asset tetap. Namun bakal dianggap sebagai ongkos sewa aktiva yang dianggap dan dicatat berdasarkan metode garis lurus selama era leasing.

Contoh Aktiva Tetap

Di bawah ini ada beberapa contoh aktiva tetap yang didasarkan pada jenis, macam, atau karakteristiknya.

1. Aktiva Lancar

Aktiva lancar merupakan jenis aktiva yang diharapkan bisa diuangkan dalam kurun waktu kurang dari satu siklus akuntansi. Terdiri atas:

  • Kas, yaitu segala aset yang ada di dalam kas perusahaan atau setara dengan kas yang disimpan dalam bank dan dapat diambil kapan pun.
  • Piutang dagang, yakni tagihan dari suatu badan usaha kepada debitur yang disebabkan oleh penjualan produk secara kredit.
  • Surat berharga, yaitu kepemilikan saham atau obligasi perusahaan lain yang bersifat sementara atau sewaktu-waktu dapat dijual kembali.
  • Piutang pendapatan, yakni penghasilan yang telah menjadi hak, tetapi belum diterima pembayaran.
  • Piutang wesel, ialah surat perintah penagihan kepada individu atau badan agar dapat melakukan pembayaran sesuai tanggal jatuh tempo.
  • Beban dibayar di muka, adalah beban yang dibayar di awal, tetapi belum menjadi kewajiban pada waktu yang bersangkutan.
  • Perlengkapan, yaitu perlengkapan yang digunakan dalam sebuah bisnis dan memiliki sifat habis pakai.
  • Persediaan barang dagang, yakni barang yang dibeli untuk dijual kembali.

2. Aktiva Tetap Berwujud

Aktiva tetap berwujud merupakan suatu aset yang dimiliki badan usaha yang masa pemakaiannya lebih dari satu tahun, bukan untuk dijual, dan dipakai untuk operasional. Jenis aktiva ini mengalami penyusutan setiap tahunnya sehingga harus dihitung dalam pembukuan. Contoh dari aktiva tetap adalah gedung, mesin, tanah, perlengkapan kantor dan toko, serta alat pengangkut.

3. Aktiva Tetap Tak Berwujud

Aktiva tetap tak berwujud ialah suatu hak istimewa milik perusahaan dan punya nilai, tetapi tak memiliki wujud fisik. Contoh dari aktiva ini, yaitu

  • Hak cipta, yakni hak tunggal yang diperoleh seseorang atau badan dari pemerintah akibat adanya hasil karya.
  • Hak paten, merupakan hak tunggal yang diberikan pemerintah kepada individu atau kelompok disebabkan adanya penemuan tertentu.
  • Good will, yaitu nilai lebih milik perusahaan karena keistimewaan tertentu.
  • Franchise, ialah hak istimewa yang diterima oleh individu atau badan dari pihak lain guna mengomersialkan teknik, produk, atau formula tertentu.
  • Hak sewa, yaitu hak untuk menggunakan aktiva tetap pihak lain dalam jangka waktu yang telah disepakati sebelumnya.

4. Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang merupakan suatu penanaman modal ke perusahaan lain dengan periode yang lama. Long term investment juga bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dan mengontrol perusahaan tempat modal tertanam. Jenis aktiva ini memerlukan kesabaran karena manfaat baru bisa dirasakan saat perusahaan sudah mengalami return of investment.

Terjadi Penyusutan Aktiva Tetap

Aset lainnya yang dibeli perusahaan seperti mesin-mesin produksi, kendaraan kantor semakin lama manfaat dari benda tersebut nilainya akan semakin berkurang seiring lamanya pemakaian.

Sayangnya hampir semua aset tetap itu mengalami penyusutan dari waktu ke waktu sehingga perusahaan akan lebih selektif memilih aset tersebut. Hanya tanah ataupun bangunan yang biasanya akan mengalami kenaikan atau pertambahan harga sehingga perusahaan akan mempertahankannya dalam waktu yang lama. Di dalam akuntansi sendiri terdapat beberapa metode penyusutan untuk menghitung penyusutan aset berdasarkan masa manfaatnya.

Dari penjabaran bentuk aset tetap di atas merupakan jenis aset tetap yang memiliki wujud selain itu ada aset tetap yang tidak memiliki wujud namun kehadirannya tidak bisa dipandang sebelah mata karena kedudukannya pun sangat penting untuk keberlangsungan bisnis perusahaan. Aset tetap tidak memiliki wujud ini berupa hak-hak yang dimiliki perusahaan dalam bisnisnya, seperti:

  • Franchise
  • Lisensi
  • Merek dagang
  • Hak cipta

Semua aset yang dimiliki oleh perusahaan harus dijaga dengan baik agar tidak diambil alih oleh pihak lain. Perusahaan akan mempertahankan aset tidak berwujud tersebut dalam waktu yang lama dan berusaha untuk membangun dan mengembangkannya agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, contohnya seperti merek dagang jika promosi dan publikasi yang semakin gencar di masyarakat berhasil maka di masa yang akan datang perusahaan tidak akan kesulitan jika akan membuat produk baru.

Merek dagang yang sudah dikenal masyarakat itu adalah kuncinya sehingga produk apapun yang ditawarkan perusahaan di pasar akan lebih mudah diterima oleh konsumen dibandingkan produk lainnya yang sejenis. Bahkan untuk konsumen yang sudah loyal tidak akan terlalu mempermasalahkan harga dari produk yang sudah dikenal dengan baik merek dagangnya.

Pencatatan dan Pengeluaran Terhadap Aset

Pengeluaran biaya yang berkaitan dengan pemilikan atau penggunaan Asset tetap bisa dicatat dengan menggunakan 2 cara, yaitu sebagai berikut:

1. Pengeluaran Modal

Dalam cara yang satu ini seluruh biaya yang dikeluarkan harus dikapitalisasikan pada Asset tetap atau dicatat sebagai penambahan Asset yang bersangkutan.

Hal tersebut dilakukan apabila pengeluaran biaya tersebut relative besar, dan bisa memenuhi 1 atau lebih beberapa kriteria berikut:

  • Memperpanjang masa ekonomis atau masa manfaat aktiva yang bersangkutan.
  • Menambah aktiva yang bersangkutan, namun tidak memperpanjang masa manfaat.
  • Meningkatkan kapasitas produksi.
  • Menungkatkan kualitas atau mutu jasa yang diberikan oleh aktiva yang bersangkutan.

Contoh:

Dikeluarkan biaya sebesar Rp. 15.000.000 untuk memperbaiki gedung.

Dinimta:

Buatlah jurnal, apabila dengan perbaikan tersebut

  • Menambah masa manfaat.
  • Hanya menambah nilai aktiva, namun tidak memperpanjang masa manfaat.

Jawab:

Apabila perbaikan akan memperpanjang masa manfaat, berarti akumulasi penyusutan yang sudah dicatat terlalu besar. Oleh karena itu biaya perbaikan yang dikeluarkan tersebut dicatat sebagai pengurangan akumulasi penyusutan yang sudah terjadi.

Akumulasi Penyusutan GedungRp 15.000.000
KasRp 15.000.000

Apabila biaya perbaikan yang dikeluarkan hanya akan menambah nilai asset, namun tidak akan memperpanjang masa manfaat, maka biaya tersebut akan dicatat di sisi debet asset tetap yang bersangkutan, sebagai penambah nilai asset.

GedungRp 15.000.000
KasRp 15.000.000

2. Pengeluaran Pendapatan

Dalam cara ini pengeluaran biaya yang terjadi diperlukan sebagai beban pada periode terjadinya.

Hal tersebut dilakukan apabila biaya yang dikeluarkan hanya memberikan masa manfaat dalam waktu 1 periode berjalan atau dalam jumlah yang relative kecil.

Contoh:

Dikeluarkan biaya pengecatan gedung sebesar Rp. 1.750.000

Diminta:

Buatlah jurnal atas transaksi tersebut

Jawab:

Biaya Pemeliharaan GedungRp 1.750.000
KasRp 1.750.000

Akhir Kata

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian aktiva tetap adalah. Mulai dari pengertian menurut para ahli, secara umum, jenis, karakteristik, sifat, ciri, macam, klasifikasi, tujuan, manfaat, cara perolehan, metode pencatatan, contoh, terjadi penyusutan, pencatatan dan pengeluaran, keuntungan, kerugian, dan lainnya.

Tinggalkan komentar