Analisis Fundamental Saham

Pengetian dan Contoh Analisis Fundamental Saham

Donabisnis.com – Contoh analisis fundamental saham. Dalam berinvestasi di sektor saham, ada dua jenis analisis yang sering digunakan yaitu analisis fundamental saham dan teknikal. Pada kesempatan ini, kami akan membahasn fokus pada analisis fundamental saham.

Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan sikap ketika berinvestasi saham. Sebab, seorang investor tidak boleh mengambil keputusan berdasarkan spekulasi atau tebak-tebakan saja. Itulah sebabnya analisis fundamental saham menjadi kewajiban.

Di kesempatan ini, kami akan memberikan beberapa pengertian dan contoh analisis fundamental saham. Untuk lebih lengkapnya silahkan simak pada pembahasan di bawah berikut ini.

Pengertian Analisis Fundamental Saham

Analisis fundamental adalah teknik asumsi saham yang menitikberatkan lebih dari satu faktor seperti, kinerja perusahaan yang bersangkutan, persaingan usaha, industri, sampai suasana ekonomi (makro dan mikro).

Intinya, melalui asumsi ini, dapat nampak menyadari apakah saham berasal dari sebuah perusahaan dinyatakan sehat atau tidak. Data-data berasal dari asumsi tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk membeli saham.

Umumnya, asumsi ini sebetulnya sering digunakan bagi para investor jangka panjang.

Contoh Analisis Fundamental Saham

Berikut ini adalah beberapa contoh analisis fundamental saham yang perlu diketahui pemula agar investasi menjadi untung.

1. Pilih Perusahaan Bagus dan Solid

Pertama adalah memilih perusahaan yang bagus dengan kinerja keuangan yang sudah terbukti serta memiliki prospek masa depan yang cerah. Singkatnya, katakan dalam diri Anda membutuhkan perusahaan yang bisa hidup 1.000 tahun lagi.

Warren Buffet, orang terkaya di dunia yang hidup dari investasi saham, pernah berkomentar beli perusahaan yang Anda mampu nyaman sepanjang 20 tahun, 30 tahun, atau seumur hidup. Buffet menunjukkan perkataannya dengan memegang lebih dari satu saham sepanjang puluhan tahun dan tidak pernah menjualnya.

Bagaimana mendapatkan perusahaan yang semacam itu?

Anda bisa melihat apakah perusahaan tersebut bagus atau tidak, pelajari laporan keuangannya setidaknya 5 tahun ke belakang untuk menilai performa perusahaan. Tak kalah penting adalah melihat kinerja perusahaan untuk prospek di masa depan. Akan bagus bila Anda bisa melihat peluang bisnis di perusahaan tersebut.

Contohnya, Anda kerja di industri keuangan lumayan lama, Anda lumayan fasih mengenai persoalan perbankan dan keuangan. Anda menggunakan ilmu tersebut untuk fokus investasi di saham-saham perbankan karena sudah tahu apakah perusahaan memiliki prospek cerah ke depan atau tidak.

2. Acuan Harga Saham yang Pantas

Analisis fundamental saham tak hanya bertujuan menentukan perusahaan yang bagus saja, melainkan juga berbelanja saham di perusahaan dengan harga yang bagus. Ada tentu ingin belanja asham dengan harga jual di bawah nilai perusahaan tersebut.

Untuk mampu menentukan harga saham, bagus atau tidak, murah atau mahal, Anda harus tahu acuan harga. Jadi, nanti tidak asal beli atau asal menuruti kata orang, sebab sudah memiliki acuan berapa harga saham yang pantas. Acuan harga mutlak ketika pasar tengah goyang dan Anda harus memutuskan beli atau jual saham tersebut.

Dengan acuan harga saham yang tepat, Anda bsia mennetukan apakah ingin membeli atau menjual saham dengan mudah. Bila tidak memiliki acuan, Anda bisa dipengaruhi oleh gerak pasar yang bisa saja berdampak salah dan tidak cocok dengan keadaan perusahaan tersebut. Pasar jual ikut jual pasar beli ikut beli, lalu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Bagaimana menentukan acuan harga?

Ada dua model teknik valuation, yakni relative valuation dan intrinsic valuation. Paling mudah adalah dengan relative valuation, yakni membandingkan saham perusahaan dengan saham perusahaan lain yang sejenis.

Indikator yang digunakan di dalam relative valuation yang umum adalah:

  • PBV (Price to book value). Rasio Price terhadap Book Value. Harga terhadap Nilai Buku perusahaan.
  • PER (price to earning ratio). Rasio Price terhadap Earning per Share. Harga terhadap Nilai Laba Bersih per lembar Saham

Intrinsic valuation menggunakan teknik valuasi untuk menilai perusahaan berdasarkan kekuatan menghasilkan cash flow di masa depan dan potongan harga atas cash flow tersebut untuk menentukan harga wajar.

Tentu saja, semua teknik valuasi ini, penuh dengan pemikiran dan prediksi sebab kita bicara masa depan yang sejujurnya tidak ada kepastian.

Bagaimana jikalau prediksi kita keliru? Itu sebabnya harus ada yang namanya, Margin of Safety.

3. Margin of Safety (MOS)

Konsep Margin of Safety diperkenalkan oleh Benjamin Graham di dalam buku The Intelligent Investor. Intinya, ketika memprediksi, Anda harus membuat buffer untuk mengantisipasi ketidakpastian di masa depan. Ketika membuat prediksi atau acuan harga, kita memperkirakan kejadian di masa depan, yang banyak sekali pengaruhnya.

Siapa yang jelas bahwa dunia bakal dilanda pandemi penyakit?

Tidak ada yang pernah tahu. Karena itu, Anda harus menambahkan MOS terhadap prediksi harga yang Anda buat. Misalnya, acuan harga yang Anda hitung adalah Rp 5.000 berdasarkan analisa fundamental, maka obyek Anda bukan Rp 5.000 tetapi 30-40% dari harga tersebut, yakni Rp 3.000-3.500.

Berapa % sebaiknya MOS ini?

Tidak ada acuan pasti, karena sebenarnya tergantung keyakinan Anda soal analisa yang Anda lakukan. Tapi biasanya acuan MOS antara 30-50%.

4. Kuasai Laporan Keuangan

Ketika melakukan analisis fundamental saham, maka acuan utama Anda adalah laporan keuangan perusahaan. Kuasai dengan baik cara membaca dan menganalisa laporan keuangan karena masing-masing industri memiliki indikator yang berbeda untuk melacak harga saham terbaik.

Ada lebih dari satu indikator fundamental rasio yang umum digunakan sebagai teknik pemikiran untuk mengevaluasi perusahaan berdasarkan pemikiran laporan keuangan, yaitu:

  • ROE Return on Equity. Berapa return, laba perusahaan, yang mampu dihasilkan dari equity atau modal yang disetorkan pemegang saham. Semakin tinggi semakin baik.
  • EPS Earning per Share. Profit per saham yang dihasilkan perusahaan. Semakin tinggi semakin baik. EPS menentukan PER untuk mengambil keputusan valuasi harga saham.
  • Asset and Liability. Berapa banyak aset yang dimiliki perusahaan dan apakah aset tersebut lumayan produktif untuk menghasilkan keuntungan perusahaan, dan bagaimana perusahaan membiayai kepemilikan aset tersebut, apakah dengan hutang bank yang besar (tidak bagus) atau lebih dari satu besar dengan modal sendiri (lebih bagus) atau dengan berhutang dari supplier (juga bagus).
  • Hutang Bank. Seberapa besar pinjaman perusahaan ke bank yang dimiliki perusahaan (rasio hutang DER Debt Equity Ratio) dan apakah perusahaan mampu membayar bunga hutang dan tidak memberatkan keuangan perusahaan.
  • Analisa Cash Flow. Analisa ini menunjukkan kekuatan perusahaan menghasilkan kas, yang mana merupakan urat nadi bisnis, yang sebaiknya dihasilkan dari operasional perusahaan dan profit dan bukan berasal dari hutang atau suntikan modal.

Mempelajari laporan keuangan, membedah pemikiran fundamental rasio, bukan perkara mudah. Untuk mampu menguasai laporan keuangan dengan mumpuni, Anda harus teliti membaca laporan keuangan bisnis perusahaan tersebut.

Anda bisa fokus di lebih dari satu saham, jangan banyak-banyak agar mampu mendalami laporan keuangan, mempelajari rasio finansial dengan baik untuk menentukan keputusan investasi. Fokus saja ke bidang bisnis atau bisnis yang Anda kenal dan pahami dengan baik.

5. Bayar Deviden Saham Bagus

Deviden merupakan bagian keuntungan yang dibayarkan secara tunai kepada pada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Deviden ini wajib dibayarkan apabila sebagian besar pemegang saham menyetujuinya. Meski begitu kadang dividen tidak dibagikan karena para pemegang saham memilih re-investasikan profit untuk pertumbuhan perusahaan.

Namun yang tak kalah penting dari sekedar keuntungan, dalam pembayaran deviden ada indikasi bahwa perusahaan sedang memiliki keuangan yang sehat dan memiliki cash flow kuar. Perusahaan mencatatkan profit boleh saja, namun bukan berarti punya cash flow kuat. Bisa saja keuntungannya besar namun tak ada cash secara riil.

Deviden menjadi bukti perusahaan sedang untung, ada profitnya, dan itu riil karena mampu dibayarkan secara tunai kepada pemegang saham. Kinerja perusahan yang tidak baik bisa saja membuat deviden tidak dibayarkan, sebab keuntungan digunakan kembali untuk melakukan perbaikan kinerja perusahaan.

6. Sumber Informasi Valid

Dalam menjalankan analisis fundamental saham, sumber informasi saham, kinerja keuangan emiten, latar belakang perusahaan, dan corporate action menjadi penting, bahkan wajib.

Pasalya, di bursa saham banyak pemain atau investor mengambil alih keputusan investasi berdasarkan rumor, kabar burung, dan semacamnya Tak sedikit pula yang digerakkan berdasarkan isu harian, tanpa peduli apakah kinerja perusahaan bagus atau tidak.

Lalu bagaimana cara mendapatkan sumber informasi yang valid? Ada beberapa hal yang bisa dipertanggungjawabkan.

– Situs Bursa Efek Indonesia

Cukup dengan mengakses situs Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Di dalam situs ini ada semua informasi perusahaan secara komprehensif dan update. Sebagai catatatan, sesuai keputusan otoritas bursa, perusahaan harus mengemukakan informasi material soal saham paling pertama adalah ke bursa, yang mana bursa harus langsung menginformasikan di situs mereka.

Informasi yang perlu Anda cermati untuk melaksanakan analisis fundamental saham adalah:

  • Laporan Keuangan. Terbit setiap kuartal dan akhir tahun.
  • Laporan Tahunan. Terbit setahun sekali.
  • Public Expose. Manajemen emiten saham harus laksanakan tatap wajah mengatakan kinerja perusahaan paling tidak setahun sekali.
  • Prospektus. Laporan ini ada jika perusahaan melaksanakan corporate action
  • Laporan Keterbukaan Informasi Perusahaan. Perusahaan harus melaporkan ke otoritas bursa jika melaksanakan corporate action dan membuat klarifikasi terhadap rumor di pasar yang mempengaruhi harga saham.

Semua informasi di atas bisa Anda peroleh secara online dan gratis di situs Bursa Efek Indonesia.

– Situs Perusahaan

Sumber informasi lain yang tidak kalah penting adalah situs perusahaan. Umumnya, perusahaan yang sudah go-public atau perusahaaan terbuka mempunyai bagian khusus di website, yakni Investor Relation. Isinya adalah segala informasi material soal perusahaan.

Salah satu informasi di situs perusahaan adalah penjelasan dan deskripsi soal bisnis dan pertumbuhan perusahaan.

7. Stock Screener

Di Bursa Saham Indonesia ada banyak sekali saham, jika masing-masing Anda analisis fundamentalnya, maka akan membutuhkan waktu lama. Selain itu Anda mungkin akan mengalami kelelahan berpikir karena terlalu banyak membuat analisa.

Untung ada yang namanya Stock Screener, yakni tool yang di sajikan broker saham untuk Anda menyeleksi saham berdasarkan kriteria yang Anda inginkan. Ada banyak kriteria saham yang bisa diseleksi. Anda mampu menentukan saham dari market cap, dividen, kinerja keuangan, bahkan analisa teknikal.

Untuk first cut, Anda bisa menggunakan Stock Screener berdasarkan kriteria khusus dalam jumlah saham tertentu, dari situ Anda bisa pemikiran fundamental satu per satu secara perlahan dan mendalam. Karena jumlah saham yang harus dianalisis tidak banyak, Anda bisa memiliki keleluasaan untuk mengkaji secara dalam.

8. Long-term, Stupid!

Analisis fundamental ditujukan untuk menghasilkan keuntungan di dalam jangka panjang. Karena di dalam pemikiran fundamental, fokusnya adalah bisnis dan kinerja keuangan perusahaan, yang mempengaruhi harga saham. Jika kinerja perusahaan bagus dan sehat, maka harga saham juga bagus.

Bisnis bicara jangka panjang, bukan mingguan, apalagi harian. Dalam jangka pendek, harga saham mampu bergerak fluktuatif, jauh dari nilai fundamentalnya. Namun di jangka panjang harga saham merefleksikan kinerja dan bisnis perusahaan.

Kecenderungan kita umumnya, sebab saking antusiasnya, lebih sering melihat pergerakan harga saham setiap hari. Secara psikologis hal ini mempengaruhi untuk melaksanakan jual dan beli saham jangka pendek, apalagi jika harga saham mengalami fluktuasi.

Kunci untuk bermain saham jangka panjang adalah uang yang Anda investasikan di saham adalah uang ‘dingin’ yang tidak Anda butuhkan paling tidak di dalam 5 tahun ke depan. Dengan uang ‘dingin; tersebut, Anda tidak buru–buru harus menjual kala pasar tengah turun.

Ketika memutuskan mengalokasikan dana investasi di saham, Anda sebaiknya mempertimbangkan dengan detail apakah itu uang mampu dinvestasikan di dalam jangka panjang atau tidak. Perspektif jangka panjang amat kritis di dalam pemikiran fundamental.

9. Sabar! Beri Kesempatan Management Bekerja

Biasanya jika kita sudah menentukan perusahaan yang baik dalam hal bisnis, dan memiliki kinerja keuangan yang bagus dari tahun ke tahun maka saatnya kita santai dan menunggu hasilnya. Bagaimanapun, sebagai pemegang saham kita menyerahkan operasional perusahaan kepada profesional, managemen direksi, untuk menahkodai jalannya perusahaan dan menambahkan hasil yang terbaik.

Tugas kita sebagai pemegang saham, tunggu hasil kinerja direksi yang nanti bakal tercermin pada laporan keuangan dan kinerja secara kuartalan maupun tahunan. anda juga bisa mengecek kinerja lewat laporan keuangan secara kuartalan. Tidak harus lihat pertumbuhan harga saham setiap hari.

10. Siapkan Mental

Teknik analisa fundamental saham bukan suatu hal yang amat sulit untuk dipelajari. Ada banyak buku, forum diskusi, dan bahan di internet untuk mendalaminya. Namun yang paling sulit adalah mental untuk menerapkan analisa fundamental tersebut di dalam hiruk pikuk gejolak pasar.

‘Be Fearful When Others Are Greedy and Greedy When Others Are Fearful’, kala Lo Khong Hong (LKH) di dalam suara yang nyaris sama, bilang ‘Invest in bad times. Sell in good times, and you will get rich’.

Warren Buffet

Anda dituntut untuk berani beli saham kala pasar tengah turun, tengah anjlok, harga–harga saham hancur lebur. Kenapa ? Karena terhadap kala itulah harga saham tengah murah–murahnya, saham tengah ‘salah harga’, yang menambahkan kesempatan untuk mampu laksanakan ‘buy low, sell high’.

Warren Buffet

Persoalannya, berani tidak, beli saham di kala pasar tengah hancur. Teorinya mungkin gampang, tetapi eksekusinya jauh dari mudah. Saat pasar kembali turun, semua orang bicara soal jual saham, berita di media tone-nya negatif semua. Masak Anda berkenan beli saham kala semua orang berlomba-lomba untuk jual.

Untuk mampu melakukannya, melawan arus, seperti yang disarankan Warren Buffet dan LKH, Anda harus punya keyakinan yang kuat terhadap saham tersebut, didukung oleh riset dan pengamatan yang cermat, yang membangkitkan keyakinan atas kekuatan bisnis dan juga manajemen perusahaan walau harga saham tengah hancur remuk.

Akhir Kata

Demikian ulasan singkat mengenai pengertian dan contoh analisis fundamental saham. Mulai dari pengertian secara umum, menurut pendapat para ahli, hingga contoh lengkapnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita bersama.