Pengertian Investasi Saham

Definisi dan Keuntungan Investasi Saham

Donabisnis.com – Pengertian investasi saham. Pada kesempatan sebelumnya, kami telah membahas mengenai aplikasi trading saham terbaik. Namun mungkin masih ada yang belum tahu apa pengertian dan manfaat investasi saham.

Pada dasarnya, investasi saham berupa investasi yang dilakukan dengan sejumlah uang atau modal tertentu. Tujuannya ialah untuk mendapatkan keuntungan atau profit.

Nah lebih lengkapnya, silahkan simak ulasan mengenai investasi saham di bawah ini. Mulai dari pengertian, manfaat, fungsi, keuntungan, kelebihan, cara kerja, risiko, contoh, dan lain sebagainya.

Pengertian Investasi Saham

Pengertian investasi saham adalah pemilikan atau pembelian saham-saham perusahaan oleh suatu perusahaan lain atau perorangan bersama dengan obyek untuk memperoleh pendapatan tambahan diluar pendapatan berasal dari bisnis pokoknya. Jadi saham merupakan salah satu instrumen pasar modal yang diperbandingkan di lantai bursa efek, yang digunakan bagi perusahaan untuk kelangsungan hidup perusahaan di dalam membutuhkan dana berasal dari masyarakat.

Manfaat Investasi Saham

Merujuk pada pengertian dan definisinya, berikut adalah beberapa keuntungan investasi saham yang bperlu diketahui.

1. Modal Kecil Keuntungan Besar

Manfaat pertama berasal dari investasi saham adalah prosentase keuntungan yang didapatkan sangat menjanjikan, padahal modal yang digelontorkan relatif kecil. Minimal modal yang dibutuhkan untuk menjadi transaksi pembelian lembar saham cuma Rp100.000,- saja. Bahkan kala ini, terkandung metode angsuran untuk pembelian lembar saham. Sedangkan keuntungannya bisa meraih margin 100%.

2. Fleksibilitas Investasi

Dalam lakukan investasi saham, kamu tidak harus mengikis kala dan tenaga hingga meremehkan pekerjaan utama kamu. Sebab, kamu bisa lakukan kegiatan investasi saham seperti memantau bursa dampak di mana saja dan kapan saja, lewat perangkat pandai yang tersambung ke internet. Jadi, kamu tetap bisa beraktivitas seperti biasa sekaligus membuahkan uang berasal dari investasi yang kamu tanam.

3. Margin Keuntungan Investasi Naik Secara Signifikan

Manfaat investasi saham lainnya adalah kecenderungan margin keuntungan yang menunjukkan kenaikan signifikan. Semakin naik harga lembar saham perusahaan yang kamu miliki, maka kian besar pula keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Bahkan kamu bisa meraih titik capital gain di mana perusahaan pemilik saham beri tambahan bonus bersifat uang tunai atau lembar saham baru kepada kamu secara gratis.

4. Prosentase Pajak Untuk Saham Relatif Kecil

Keuntungan atau manfaat yang didapatkan berasal dari investasi saham selanjutnya adalah pajak yang dikenakan untuk investasi ini lebih kecil dibandingkan bersama dengan prosentase pajak untuk instrumen investasi lain, yaitu cuma 0.1% berasal dari keuntungan yang didapatkan investor. Dibandingkan bersama dengan pajak investasi properti, pasti prosentase pajak saham jauh lebih kecil.

5. Investasi Saham Itu Aman dan Transparan

Karena trading atau menjual membeli saham dijalankan di dalam satu payung, yaitu bursa efek, maka tiap-tiap transaksi terjamin keamanan dan juga transparansinya untuk publik. Hal ini juga juga di dalam manfaat berasal dari menentukan investasi saham gara-gara investor tidak harus cemas berjalan penipuan atau sabotase yang memicu modal yang ditanamkan hilang begitu saja.

Keuntungan Investasi Saham

Di artikel ini, kami dapat bahas tiga keuntungan berinvestasi saham yaitu mendapatkan capital gain, mendapatkan deviden, dan mendapatkan saham bonus.

1. Capital Gain

Capital gain dapat dikatakan sebagai selisih harga beli dan harga jual saham. Investor bisa menargetkan harga jual lebih tinggi dibanding harga beli saham, selisih ini terjadi karena adanya fluktuasi supply dan demand yang ada di saham tersebut. Pemicu perubahan ini bermacam-macam, termasuk performa perusahaan dalam kurun waktu tertentu.

Pemodal yang berorientasi pada investasi jangka pendek kebanyakan memperoleh keuntungan dari capital gain pakai teknik kesimpulan chart dengan mempelajari pola historikal, dikenal juga sebagai analisis teknikal. Sedangkan pemodal yang berorientasi jangka panjang bisa menyeleksi emiten mana yang punyai potensi capital gain bagus menggunakan analisis fundamental.

2. Dividen

Investor juga bisa mendapatkan dividen, yakni keuntungan perusahaan yang dibagikan pada pemegang saham. Keuntungan ini dibagikan dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), pembiagiannya bisa berupa uang tunai, penambahan saham kepada investor, atau dalam bentuk lainnya.

Pembagian saham disetujui asalkan mayoritas pemegang saham setuju untuk membagikan dividen. Tidak seluruh perusahaan punya laba, sehingga tidak semua setuju membagikan dividen pada pemegang sahamnya. Anda bisa melihat list perusahaan yang membagikan dividen, salah satunya dengan memantau Index IDX High Dividend 20 pada laman resmi Bursa Efek Indonesia.

3. Saham Bonus

Saham bonus adalah keuntungan yang bisa Anda peroleh dari investasi saham. Tak semua perusahaan menambahkan saham bonus, namun saham yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham ini berasal dari agio saham.

Agio saham merupakan selisih pada harga jual pada harga normal saham ketika perusahaan melakukan penawaran umum di pasar perdana. Saham bonus ini bisa jadi kekuatan tarik tersendiri bagi para customer saham.

Cara Kerja Investasi Saham

Dari pengenalan istilah-istilah di atas, bisa ditarik anggapan bagaimana sistem, mekanisme, atau cara kerja investasi jual beli saham. Secara sederhana rangkaian cara kerja investasi saham sebagai berikut.

  • Perusahaan menerbitkan sejumlah saham untuk menghimpun modal dan melepasnya di bursa saham dengan penawaran nilai saham tertentu.
  • Investor melalui jasa perantara broker belanja saham tersebut. Pertimbangan seorang investor apakah akan belanja saham perdana atau tidak itu berdasar laporan keuangan yang diterbitkan secara rutin oleh perusahaan tersebut. Dan laporan keuangan tersebut haruslah sudah dicek oleh seorang akuntan independen yang berizin.
  • Makin banyak investor yang tertarik untuk membelinya, maka harga saham akan naik, namun itu juga tergantung kondisi perusahaan.
  • Pemegang saham bisa menjual sahamnya kepada investor lain. Jika menjual saat harga saham naik, maka dia akan mendapat keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual. Sebaliknya, jika menjual ketika harga turun, maka akan rugi.
  • Yang berhak mendapat dividen adalah pemegang saham paling akhir saat perusahaan menjalankan proporsi dividen. Artinya jika Anda menjual saham bulan Desember dan jadwal proporsi laba ditetapkan bulan Januari tahun berikutnya, maka Anda tidak berhak memperoleh dividen. Investor yang belanja saham Andalah yang berhak.

Risiko Investasi Saham

Risiko investasi saham ini perlu diketahui oleh investor sebagai tidak benar satu pertimbangan sebelum menyita ketetapan investasi. Tanpa pengetahuan soal risiko ini, investasi saham dapat berujung kepada kekecewaan, kemarahan hingga penyesalan. Berikut ini sejumlah risiko investasi saham:

1. Capital Loss

Capital loss (kerugian modal) terjadi ketika harga jual sebuah saham lebih rendah daripada harga belinya. Capital loss merupakan kebalikan dari capital gain (keuntungan modal) di mana harga jual lebih tinggi berasal dari harga beli.

Ini adalah risiko investasi saham yang sangat besar kemungkinannya dialami oleh investor. Sebagai instrumen investasi yang harganya dapat bergerak tiap tiap hari, seorang investor dapat mengalami capital loss lebih awal saat baru berinvestasi.

Salah satu komitmen untuk memperoleh keuntungan dalam berinvestasi saham adalah membeli saham di harga lebih rendah dan menjualnya di harga lebih tinggi. Apabila hal sebaliknya yang berlangsung maka investor dapat mengalami kerugian (capital loss).

Sebagai contoh, seorang investor membeli saham PT Donabisnis dengan harga Rp 4.000 per lembar. Beberapa saat kemudian, harga saham PT Donabisnis turun hingga Rp 3.000 per lembar. Penurunan harga saham itu disebabkan sejumlah faktor.

Pada saat investor saham selanjutnya pada akhirnya menjual saham PT Donabisnis itu di harga Rp 3.000 per lembar maka dia mengalami kerugian. Kerugian itulah yang disebut sebagai capital loss.

2. Suspensi

Suspensi saham merupakan penghentian perdagangan saham karena sejumlah faktor tertentu. ketika saham disuspensi, investor saham tak bisa menjalankan transaksi saham yang telah disuspen tersebut.

Suspensi ini bisa berlaku beberapa hari, namun juga bisa berlaku lebih lama dalam hitungan bulan atau tahun. Ketika tengah disuspensi, bursa saham bisa merilis pengumuman yang ditayangkan melalui website atau sosial media resmi miliknya.

Suspensi, menurut bursa, dijalankan dengan target untuk menambahkan saat yang memadai bagi pelaku pasar untuk pertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam tiap-tiap pengambilan ketetapan investasinya di saham tertentu. Risiko investasi saham berbentuk suspensi ini jarang dialami oleh perusahaan dengan kapitalisasi pasar jumbo.

3. Likuidasi

Risiko investasi saham ini berlangsung jika sebuah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh investor dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau dibubarkan. Dalam peristiwa ini, pemegang saham adalah pihak yang memperoleh ‘giliran; paling akhir untuk memperoleh haknya usai perusahaan memenuhi kewajiban kepada pihak lain layaknya kreditur.

Secara teori, pemegang saham dapat memperoleh sisa dari harta yang dimiliki oleh perusahaan setelah perusahaan menyelesaikan kewajiban. Namun, jikalau tidak ada sisa lagi, pemegang saham tidak dapat memperoleh hasil dari likuidasi tersebut.

Untuk menghindari risiko investasi saham ini, investor perlu memantau pertumbuhan perusahaan secara berkala. Perusahaan yang mengalami persoalan hingga berpotensi bangkrut jika memperoleh perhatian luas dari beragam pihak layaknya bursa hingga tempat publik.

Akhir Kata

Demikian ulasan singkat mengenai pengertian dan keuntungan investasi saham. Mulai dari pengertian secara umum, menurut pendapat para ahli, keuntungan, kelebihan, manfaat, fungsi, cara kerja, risiko, contoh, dan lain sebagainya.