Pengertian Profit Margin

Pengertian dan Jenis Profit Margin

Donabisnis.com – Pengertian profit margin adalah. Profit margin, rasio profitabilitas, atau profitability ratio adalah perbandingan atau rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dan kesuksesan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan yang kaitannya dengan penjualan, aset, serta ekuitas.

Profit margin biasa dipakai dengan tujuan menunjukkan seberapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari kinerja perusahaan. Rasio ini mampu dijadikan alat ukur untuk menilai efisiensi manajemen dari sebuah perusahaan.

Penjelasan lebih lanjut mengenai profit margin atau rasio profitabilitas akan kami bahas pada kesempatan ini. Mulai dari definisi, jenis, manfaat, hingga contoh lengkap. Simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Profit Margin

Ada pengertian profit margin secara umum, ada pula menurut pendapat para ahli. Selengkapnya dapat Anda simak dan lihat pada pembahasan di bawah ini.

Pengertian Profit Margin Secara Umum

Salah satu rencana yang kudu diketahui oleh pelaku bisnis adalah profit margin atau margin keuntungan. Konsep ini umum dipakai untuk menghitung tingkat kekuatan perusahaan menghasilkan laba.

Profit margin ditunjukkan oleh persentase. Angka kadar itu tunjukkan berapa rupiah keuntungan yang diperoleh suatu bisnis dibandingkan bersama penjualan. Konsep ini dipakai secara luas oleh organisasi bisnis didalam beraneka skala.

Sebagai suatu ilustrasi, misalnya sebuah bisnis miliki profit margin sebesar 30% pada 2018, maka perusahaan itu menghasilkan keuntungan Rp 300 dari setiap penjualan barang atau jasa senilai Rp 1.000.

Pengertian Profit Margin Menurut Para Ahli

Di bawah ini ada beberapa pengertian profit margin menurut pendapat para ahli.

1. Kasmir

Kasmir (2011:196) menjelaskan profit margin adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam mencari keuntungan.”

2. Bringham dan Houston

Brigham dan Houston (2009:107) menjelaskan rasio profitabilitas adalah sekelompok rasio yang memperlihatkan gabungan berbagai efek dari likuiditas, manajemen aktiva, dan utang pada hasil operasi.

3. Fred Weston dan Thomas Copeland

Fred Weston dan Thomas E. Copeland (2010:237) mengemukakan profit margin adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang dihasilkan dari penjualan dan investasi.

4. Sutrisno

Sutrisno (2009:222) menjelaskan rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar tingkat keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan.

6. Mahmud Hanafi

Mahmud M. Hanafi (2012:81) mengatakan rasio profitabilitas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu.

7. Sudana

Sudana (2011:22) mengemukakan profit margin adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan menggunakan berbagai sumber yang dimiliki perusahaan, misalnya seperti aktiva, modal atau penjualan perusahaan.

8. Fahmi

Fahmi (2013:135) menjelaskan profit margin adalah rasio yang mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang didapatkan dalam hubungannya dengan penjualan atau investasi. Semakin baik atau tinggi nilai dari rasio profitabilitas, maka akan semakin baik pula kemampuan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan.

Tujuan Profit Margin

Berikut ini beberapa tujuan penggunaan profit margin atau rasio keuntungan bagi perusahaan dan bagi pihak luar perusahaan yang mempunyai kepentingan.

  • Untuk mengkalkulasi dan mengukur tingkat keuntungan yang didapatkan perusahaan didalam periode tertentu.
  • Untuk membandingkan dan juga menilai posisi pada laba perusahaan periode pada mulanya bersama periode sekarang.
  • Untuk melaksanakan penilaian pada pertumbuhan laba dari sementara ke waktu.
  • Untuk melaksanakan penilaian seberapa besar laba bersih sesudah pajak bersama modal sendiri.
  • Untuk menilai dan mengukur produktivitas semua dana perusahaan yang dipakai baik modal yang dipinjam dari pihak lain atau modal sendiri.
  • Untuk mengukur kebolehan dari perusahaan didalam mendapatkan laba lewat semua sumber yang ada.
  • Untuk menilai kinerja dari manajemen didalam menjalankan aktivitas operasionalnya.

Manfaat Profit Margin

Berikut merupakan lebih dari satu fungsi yang sanggup dirasakan didalam penggunaan rasio profitabilitas, profit margin, atau margin keuntungan untuk menganalisis kapabilitas perusahaan.

  • Mengetahui seberapa besar tingkat keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan didalam periode tertentu.
  • Bisa mengevaluasi dan membandingkan posisi keuntungan perusahaan pada periode di awalnya dengan periode sekarang.
  • Mengetahui perkembangan dari keuntungan perusahaan dari waktu ke waktu.
  • Mengetahui seberapa besar keuntungan bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
  • Produktivitas dari semua dana perusahaan yang dipakai baik modal yang berasal dari pinjaman atau modal sendiri sanggup dilihat dan termasuk dijadikan sebagai landasan yang sesuai dengan konsep basic akuntansi dengan tujuan untuk memiliki rencana kebijakan yang dapat diaplikasikan di jaman yang dapat datang.

Jenis Profit Margin

Ada beberapa jenis, macam, atau klasifikasi profit margin. Selengkapnya bisa dilihat di bawah berikut ini.

1. Gross Profit Margin

Bagian paling atas didalam laporan laba rugi pada kebanyakan adalah penghasilan dan harga pokok penjualan (HPP). Pendapatan adalah pemasukan yang diterima oleh perusahaan berasal dari hasil menjajakan produknya. Sementara itu, Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah biaya yang mengenai segera didalam sistem produksi, seperti biaya tenaga kerja atau bahan mentah.

Pendapatan yang dikurangi harga pokok penjualan membuahkan laba kotor. Laba kotor tersebut seumpama dibagi bersama dengan penghasilan akan membuahkan gross profit margin atau margin laba kotor. Contohnya sebagai berikut.

PT Angin Ribut

  • Pendapatan = Rp10 juta
  • Harga pokok penjualan = Rp2 juta
  • Laba Kotor

Pendapatan – Harga Pokok Penjualan
Rp10 juta-Rp2 juta= Rp8 juta

  • Gross Profit Margin

Laba Kotor / Penjualan
(Rp8 juta/Rp10 juta) x 100 = 80 persen

Berdasarkan contoh di atas maka gross profit margin berasal dari PT Angin Ribut adalah 80 persen.

2. Operating Profit Margin

Dalam struktur laporan laba rugi, laba kotor atau laba bruto yang dikurangi beban bisnis membuahkan laba operasi. Pada umumnya, beban bisnis terdiri atas beban administrasi dan beban penjualan. Laba operasi terhitung dikenal bersama dengan istilah EBIT atau laba sebelum saat pajak dan bunga (earnings before interest plus taxes).

Laba operasi yang dibagi bersama dengan penghasilan akan membuahkan operating profit margin atau margin laba operasi. Contohnya sebagai berikut.

PT Angin Ribut

  • Laba kotor = Rp8 juta.
  • Beban bisnis = Rp2 juta.
  • Laba operasi

Laba Kotor – Beban Usaha
Rp8 juta – Rp2 juta = Rp6 juta

  • Operating profit margin

Laba Operasi / Pendapatan
(Rp6 juta/Rp10 juta) x 100 = 60%

Berdasarkan contoh di atas maka operating profit margin berasal dari PT Angin Ribut adalah 80 persen.

3. Net Profit Margin

Salah satu bagian penting didalam laporan laba rugi adalah laba bersih. Laba bersih adalah penghasilan dikurangi seluruh beban atau biaya, terhitung harga pokok penjualan, beban usaha, hingga beban pajak. Laba bersih seumpama dibagi bersama dengan penghasilan akan membuahkan net profit margin atau margin keuntungan bersih. Contohnya sebagai berikut.

PT Angin Lalu

  • Laba operasi = Rp6 juta
  • Beban keuangan = Rp1 juta
  • Pajak = Rp1,5 juta
  • Laba setelah pajak atau laba bersih

Laba Operasi – Beban Keuangan – Beban Pajak
Rp6 juta – Rp1 juta – Rp1,5 juta = Rp4,5 juta

  • Net profit margin

Laba Bersih / Pendapatan
(Rp4,5 juta/Rp10 juta) x 100 = 45%

Berdasarkan contoh di atas maka net profit margin berasal dari PT Angin Ribut adalah 45 persen.

Akhir Kata

Demikian ulasan singkat mengenai pengertian profit margin adalah. Mulai dari definisi dan pengertian secara umum, menurut pendapat para ahli, tujuan, fungsi, manfaat, jenis, klasifikasi, macam-macam, contoh soal, dan lain sebagainya lengkap.

Tinggalkan komentar