Pengertian Bisnis Intelijen

Definisi Bisnis Intelijen dan Arsitekturnya

Donabisnis.com – Pengertian bisnis intelijen. Bisnis intelijen memiliki nama lain business intelligence (BI) atau intelijensi bisnis. Bisnis intelijen adalah istilah yang mengacu pada sistem, aplikasi, dan teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan data.

Data tersebut diolah dan ditampilkan dalam bentuk informasi yang biasanya berupa summary mudah dibaca. Fungsi dan manfaatnya ialah untuk mengukur dan memonitor operasional dalam instansi atau perusahaan.

Masih ingin tahu lebih lanjut tentang bisnis intelijen? Di sini kami akan menjelaskan mengenai pengertian, definisi, jenis, manfaat, cara kerja, arsitektur, hingga contoh bisnis intelijen. Simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Bisnis Intelijen

Ada beberapa pengertian bisnis intelijen, baik secara umum maupun menurut pendapat para ahli. Simak ulasannya di bawah berikut ini.

Pengertian Bisnis Intelijen Secara Umum

Business intelligence (disingkat BI) adalah seperangkat alat asumsi berwujud Info bisnis yang digunakan untuk mengkonsolidasi, menganalisis, menyimpan dan terhubung banyak knowledge di dalam konteks proses bisnis yang mengarah pada pembuatan ketentuan dan tindakan bersama target peningkatan kinerja bisnis atau bisnis.

Business intelligence beri tambahan jalan untuk memperoleh pengetahuan yang diperlukan untuk membawa dampak ketentuan yang baik. Lingkungan business intelligence meliputi seluruh perkembangan, pengolahan informasi, dan dukungan kegiatan yang diperlukan untuk beri tambahan Info bisnis yang handal dan terlampau relevan dan kebolehan analitis bisnis untuk kegiatan bisnis organisasi dan untuk pengambilan keputusan.

Business intelligence menjelaskan mengenai suatu rancangan dan metode bagaimana untuk menambah kualitas pengambilan ketentuan bisnis berdasarkan proses yang berbasiskan data. Koleksi knowledge mentah sanggup diubah menjadi Info bersama langkah dianalisa dan disusun berdasarkan hubungan antara knowledge bersama mengetahui knowledge apa yang menghendaki dikumpulkan dan di di dalam konteks apa yang diinginkan.

Pengertian Bisnis Intelijen Menurut Para Ahli

Berikut paparan para pakar ahli tentang pengertian bisnis intelijen.

1. Laudon dan Jane

Menurut Laudon dan Jane (2007), business intelligence adalah alat analisis yang digunakan untuk mengkonsolidasi data, menganalisis, menyimpan dan mengakses banyak data untuk membantu dalam pembuatan keputusan, seperti perangkat lunak untuk query database dan pelaporan alat untuk analisis data multidimensi, dan data mining.

2. Vercellis

Menurut Vercellis (2009), business intelligence adalah satu set model matematika dan metodologi analisis yang mengeksploitasi data yang tersedia untuk menghasilkan informasi dan pengetahuan yang berguna untuk proses pengambilan keputusan yang kompleks.

3. Yulianton

Menurut Yulianton (2008), business intelligence adalah semua penggalian modal bisnis untuk mendapatkan keuntungan dari data yang tersedia, baik yang tersebar pada sistem yang berbeda, maupun yang terintegrasi dalam tempat penyimpanan yang terpusat.

4. Williams

Menurut Williams dan Williams (2007), business intelligence adalah seperangkat informasi bisnis dan analisis usaha di dalam konteks kunci proses bisnis yang mengarah pada keputusan dan tindakan dengan tujuan meningkatkan aset informasi dalam proses bisnis utama untuk mencapai peningkatan kinerja bisnis.

Jenis Bisnis Intelijen

Menurut Turban (2007), terdapat lima jenis business intelligence, yaitu sebagai berikut.

1. Enterprise Reporting

Digunakan untuk menghasilkan laporan-laporan statis yang didistribusikan ke banyak orang. Jenis laporan ini sangat sesuai untuk laporan operasional dan dashboard.

2. Cube Analysis

Digunakan untuk menyediakan analisis OLTP multidimensional yang ditujukan untuk manajer bisnis dalam lingkungan terbatas.

3. Ad Hoc Query and Analysis

Digunakan untuk memberikan akses kepada user agar dapat melakukan query pada database, dan menggali informasi sampai pada tingkat paling dasar dari informasi transaksional. Query ini berfungsi untuk mengeksplor informasi yang dilakukan oleh user.

4. Statistical Analysis and Data Mining

Digunakan untuk melakukan analisis prediksi atau menentukan korelasi sebab akibat diantara dua matrik.

5. Delivery Report and Alert

Digunakan secara proaktif untuk mengirimkan laporan secara lengkap atau memberikan peringatan kepada populasi user yang besar atau banyak.

Manfaat Bisnis Intelijen

Menurut Turban, Rainer dan Potter (2011), faedah dan keuntungan yang diperoleh bersama dengan pemanfaatan business intelligence di sebuah organisasi atau perusahaan pada lain adalah sebagai berikut.

1. Meningkatkan Nilai Knowledge dan Informasi Organisasi

Dengan membangun business intelligence, maka semua knowledge dan informasi sanggup diintegrasikan supaya membuahkan sebuah pemikiran dari keadaan usaha yang ringan di akses dan dipahami supaya sanggup menolong pihak manajerial untuk sebabkan pengambilan ketetapan yang lebih baik.

2. Memudahkan Pengukuran Kinerja Organisasi

Dalam mengukur kinerja suatu organisasi, kerap dipergunakan ukuran yang disebut Key Performance Indicator (KPI). Business intelligence sanggup bersama dengan ringan menunjukan pencapaian KPI suatu organisasi bersama dengan mudah, cepat dan tepat. Dengan demikianlah bakal memudahkan pihak-pihak yang terlibat di dalam pengambilan ketetapan untuk buat persiapan beberapa langkah antisipasi jikalau tersedia indikator yang menunjukan terdapatnya kasus atau belum tercapainya suatu target.

3. Meningkatkan Nilai Investasi Teknologi Informasi yang Sudah Ada

Business intelligence tidak selalu mengubah atau menukar sistem informasi yang sudah ada, bakal tetapi hanya memberi tambahan sarana terhadap sistem-sistem berikut supaya knowledge dan informasi sanggup di representasikan bersama dengan lebih baik.

4. Meningkatkan Efisiensi Biaya

Business intelligence sanggup menambah efesiensi biaya gara-gara sanggup mempercepat seseorang di dalam laksanakan pekerjaan supaya menghemat sementara dan mempermudah pemanfaatannya. Waktu yang dibutuhkan untuk melacak knowledge dan beroleh informasi yang dibutuhkan makin singkat dan langkah untuk mendapatkannya pun tidak perlu ilmu yang khusus.

Cara Kerja dan Penerapan Bisnis Intelijen

Bisnis dan organisasi mempunyai pertanyaan dan tujuan. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan melacak kinerja pada sasaran-sasaran ini, mereka menyatukan information yang diperlukan, menganalisisnya, dan menentukan tindakan yang mesti disita untuk capai tujuan mereka.

Di sisi teknis, information mentah dihimpun dari kesibukan bisnis. Data diproses dan lantas disimpan di gudang data. Setelah disimpan, pengguna bisa mengakses data, memulai sistem kesimpulan untuk menjawab pertanyaan bisnis.

Lalu bagaimana business intelligence, analitik data, dan analitik bisnis bekerja bersama?

Business intelligence mencakup analitik information dan analitik bisnis, tetapi menggunakannya cuma sebagai anggota dari total proses. BI menunjang pengguna menarik kesimpulan dari kesimpulan data. Ilmuwan information menggali rincian data, manfaatkan statistik canggih dan analitik prediktif untuk menemukan pola dan memperkirakan pola jaman depan.

Menurut glosarium TI Gartner, “analitik bisnis mencakup penambangan data, kesimpulan prediktif, analitik terapan, dan statistik.” Singkatnya, organisasi melaksanakan kesimpulan bisnis sebagai anggota dari trik business intelligence mereka yang lebih besar. BI dirancang untuk menjawab pertanyaan spesifik dan menambahkan kesimpulan sekilas untuk ketetapan atau perencanaan. Namun, perusahaan bisa manfaatkan sistem analitik untuk tetap menambah pertanyaan dan iterasi tindak lanjut.

Arsitektur Bisnis Intelijen

Menurut Rekha (2015), arsitektur business intelligence dideskripsikan di bawah ini.

Arsitektur Business Intelligence (BI)
Arsitektur Business Intelligence (BI)

Adapun penjelasan tiap-tiap komponen dan tahapan terhadap arsitektur business intelligence adalah sebagai berikut:

1. Data Sources

Bagian ini berguna untuk pengumpulan knowledge dan mengintegrasikan knowledge yang disimpan dari bermacam sumber primer dan sekunder, knowledge selanjutnya merupakan knowledge yang dimiliki oleh proses operasional tapi terhitung dapat termasuk dokumen yang tidak struktur seperti email dan knowledge yang diterima dari penyedia eksternal, maka dari itu secara garis besar perihal ini dibutuhkan untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan knowledge dari sumber yang berbeda.

2. Data Movement dan Streaming Engines

Data movement dan Streaming Engines merupakan knowledge yang menampilkan knowledge dari tiap-tiap variasi knowledge yang terintegrasi merupakan yang didapat dari bermacam sumber. Tugas Data Movement dan Streaming Engines ditangani sebuah alat berwujud Extract Transform Load (ETL) yang membatu didalam menemukan masalah kualitas knowledge dan memfasilitasi pemuatan knowledge dengan jumlah yang besar kedalam warehouse. Kualitas knowledge selanjutnya sangatlah mutlak didalam penilaian BI, jikalau knowledge yang disediakan kepada user tidak lengkap atau tidak terus menerus maka bukan hanya gagal tapi berpengaruh dan menghambat didalam proses pengambilan keputusan.

Sedangkan The Complex Event Processing (CEP) sebuah alat yang terhadap tingkatan arsitektur fungsinya mirip dengan alat ETL, tapi ETL digunakan untuk proses batch knowledge dan ketepatan selagi serta tidak kritis, selagi CEP digunakan untuk menangani real time atau hampir mendekati knowledge yang real time. Dalam lebih dari satu kasus, CEP berguna untuk memvisualisasikan akses knowledge real time untuk menunjang keputusan yang cepat.

3. Data Warehouse Servers

Data warehaouse adalah pengumpulan knowledge subjek yang berorientasi, terintegrasi, selagi yang bervarian, dan non-volatile untuk menunjang proses pengambilan keputusan. Setelah knowledge di ekstrak, terintegrasi dan di cek kualitas datanya kemudian dimuat didalam suatu resipositori sentral atau yang disebut warehouse yang dikelola oleh satu atau lebih server. Data warehouse dirancang untuk mengetahui tiap-tiap topik–topik yang menjadi perhatian utama yang menyangkut dengan bisnis agar para pengambil keputusan dapat menganalisis dengan mudah.

4. Mid-tier Servers

Mid-tier servers meyediakan faedah tertentu untuk sekenario BI yang tidak sama dan masuk didalam server OLAP, Enterprise Search Engines, Data Mining Engines dan Reporting Servers. Server OLAP yang efisien menyajikan style multidimensi untuk aplikasi front end atau segera ke pengguna. Para pengguna dapat melaksanakan memilah dan memilih, agregasi, menyaring, turunkan dan memutar data.

5. Front-end Application

Front-end application merupakan aplikasi yang digunakan segera oleh pengguna bisnis didalam membawa dampak keputusan. Sebagai misal alat-alat didalam komponen front-end application adalah enterprise portals for searching, spread sheets dan aplikasi manajemen kinerja yang memvisualisaikan seperti dashboard atau alat-alat yang memungkinkan pengguna teknologi selanjutnya dapat mengakses dengan mengeksekusi query adhoc dan alat yang memvisualisasikan style data. Semakin fleksibel alat ini lebih memungkinkan eksplorasi knowledge lebih dinamis dan menginvestigasi knowledge dengan cara yang berbeda.

Penggunaan Bisnis Intelijen

Menurut Darmawikarta (2003), business intelligence menaikkan nilai data dan informasi organisasi. Adanya business intelligence memudahkan pemantauan kinerja organisasi, menaikkan nilai investasi yang udah ada, menciptakan pegawai yang miliki akses informasi yang baik (well-informed workers) dan menaikkan efisiensi biaya. Berikut adalah lebih dari satu aplikasi pemakaian business intelligence untuk mendorong nilai bisnis.

  • Measurement, program yang menciptakan hierarki metrik kinerja dan benchmarking yang memberitakan pemimpin usaha perihal kemajuan ke arah target bisnis.
  • Analytics, program yang membangun sistem kuantitatif untuk sebuah usaha untuk hingga terhadap ketentuan optimal dan untuk melaksanakan Bisnis Knowledge Discovery. Sering meliputi data mining, anggapan statistik, anggapan prediktif, pemodelan prediktif, pemodelan sistem bisnis.
  • Reporting/Enterprise Reporting, program yang membangun infrastruktur Strategis Pelaporan untuk melayani pengelolaan strategis bisnis, bukan Operasional Pelaporan. Sering melibatkan Data visualisasi, Eksekutif sistem informasi, OLAP.
  • Collaboration/Collaboration platform, program yang mendapat area yang berlainan (baik di di dalam dan di luar bisnis) untuk bekerja bersama dengan lewat sharing data dan Electronic Data Interchange.
  • Knowledge Management, program untuk membuat data perusahaan didorong lewat kiat dan praktik untuk mengidentifikasi, menciptakan, menampilkan, mendistribusikan, dan terlalu mungkin adopsi wawasan dan pengalaman yang benar pengetahuan bisnis. Compliance Manajemen Pengetahuan mengarah ke Learning Management dan Peraturan Kepatuhan.

Contoh Bisnis Intelijen

Berikut beberapa contoh bisnis intelijen.

1. Contoh 1

Dalam proses Online Transaction Processing (OLTP) informasi yang mampu dimasukkan ke dalam basis information produk dapat

  • tambahkan lini produk
  • ubah harga produk

Sejalan dengan itu, dalam permintaan proses Business Intelligence yang dapat dieksekusi untuk tempat subjek produk mampu dilaksanakan penambahan lini produk baru atau pergantian pendapatan kenaikan harga produk

Dalam database iklan kueri proses OLTP yang mampu dieksekusi

  • Berubah dalam opsi iklan
  • Tingkatkan anggaran radio

Sejalan dengan itu, dalam permintaan proses BI yang mampu dieksekusi adalah berapa banyak klien baru yang ditambahkan sebab pergantian anggaran radio

Dalam proses OLTP berurusan dengan basis information demografis pelanggan, information yang mampu diumpankan

  • meningkatkan batas kredit pelanggan
  • perubahan tingkat gaji pelanggan

Sejalan dengan permintaan proses OLAP yang mampu dieksekusi, pergantian profil pelanggan mampu menolong harga produk yang lebih tinggi

2. Contoh 2

Pemilik hotel gunakan aplikasi analitik BI untuk menghimpun informasi statistik perihal umumnya hunian dan tarif kamar. Ini menolong untuk menemukan pendapatan agregat yang dihasilkan per kamar.

Itu juga menghimpun statistik perihal pangsa pasar dan information berasal dari survei pelanggan berasal dari tiap-tiap hotel untuk memutuskan posisi kompetitif di beragam pasar.

Dengan menganalisis tren ini berasal dari tahun ke tahun, bulan ke bulan dan hari ke hari menolong manajemen untuk menawarkan discount terhadap penyewaan kamar.

Akhir Kata

Demikian penjelasan tentang pengertian bisnis intelijen adalah. Mulai dari pengertian secara umum, menurut para ahli, jenis, macam, tipe, manfaat, tujuan, fungsi, kegunaan, klasifikasi, cara kerja, cara penggunaan, penerapan, gambar dan bagan arsitektur, hingga contoh bisnis intelijen.

Tinggalkan komentar